tirto.id - Badan Gizi Nasional (BGN) tengah menyiapkan langkah refocusing penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar penyalurannya lebih tepat sasaran. Salah satu opsi yang dipertimbangkan adalah mencoret sekolah-sekolah dengan mayoritas siswa dari keluarga mampu dari daftar penerima program tersebut.
Kepala Kantor Staf Presiden (KSP), Dudung Abdurachman, mengatakan penyesuaian penerima manfaat ini dilakukan untuk meningkatkan efektivitas program sekaligus memastikan penggunaan anggaran program MBG bisa lebih tepat sasaran.
"Artinya efisiensi itu begini. Misalnya, sekolah di Jakarta ini ada SMP Aloysius. Dia sebetulnya yang menerima manfaat yang pantas hanya 40 persen. Itu nanti akan dihitung, maka efisiensi dari penyaluran," jelas Dudung usai menerima audiensi Kepala BGN beserta jajarannya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (10/6/2026).
Dudung menambahkan evaluasi terhadap penerima manfaat dilakukan karena ditemukan sejumlah kasus makanan MBG yang tidak dikonsumsi oleh siswa. Kondisi itu dinilai menunjukkan bahwa bantuan belum sepenuhnya menyasar kelompok yang paling membutuhkan.
"Seperti di Jakarta. Saya pernah cek ada beberapa yang memang tidak dimakan, sekolah menengah. Ini nanti akan dicek kembali sehingga betul-betul efektif," katanya.
Dudung tak menutup kemungkinan adanya perubahan daftar penerima manfaat, termasuk pada sekolah-sekolah yang mayoritas siswanya berasal dari keluarga mampu. Menurut dia, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya BGN untuk melakukan efisiensi anggaran sekaligus memastikan bantuan benar-benar diterima oleh kelompok yang membutuhkan.
"Itu tadi efisiensi. Jadi, tepat sasaran tadi, refocusing-nya itu maksudnya itu. Artinya kalau misalnya ini tidak perlu mereka, anak-anak orang kaya, ya enggak akan dikasih," imbuhnya.
Sementara itu, dalam konferensi pers yang dilaksanakan pada Kamis (4/6/2026) di Kantor Pusat BGN, Nanik menyebut fokus utama BGN saat ini ada pada efisiensi anggaran. Pemerintah ingin menurunkan anggaran MBG dari sekitar Rp268 triliun melalui efisiensi, tanpa mengurangi jumlah penerima manfaat.
"Kami berharap masih bisa menurunkan lagi, namun tidak mengurangi sasaran. Jadi, kami akan terus melakukan efisiensi anggaran di berbagai bidang," ujar Nanik.
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Fadrik Aziz Firdausi
Masuk tirto.id

































