tirto.id - Indonesia akan mengirim kontingen atlet di SEA Games 2025. Para atlet ini menjadi perwakilan di hampir semua cabang olahraga (cabor) yang ada. Berapa jumlah atlet yang ikut dan target medali emasnya?
SEA Games 2025 akan berlangsung di Thailand pada 9-20 Desember mendatang. Pesta olahraga negara-negara Asia Tenggara tahun ini menjadi edisi ke-33. Penyelenggaraan kali ini menjadi yang ketujuh kalinya bagi Thailand setelah menjadi tuan rumah pada edisi 1959, 1967, 1975, 1985, 1995, dan 2007.
Thailand menyiapkan lokasi penyelenggaraan pertandingan di tiga wilayah utama yaitu Bangkok, Chonburi, dan Songkhla. Kota-kota lain di Thailand juga turut berpartisipasi terutama pada cabor sepak bola.
Jumlah Kontingen Atlet Indonesia dan Targetnya
Indonesia akan mengirimkan 996 atlet ke SEA Games Thailand 2025. Jumlah ini menempatkan Indonesia sebagai negara yang mengirim kontingen terbesar ke-4, setelah Thailand 1.800an atlet, Filipina 1.200an atlet, dan Malaysia 1.100an atlet.
Para atlet tersebut akan mengisi pertandingan di 48 cabor dari total 51 cabor yang dipertandingkan. Kontingen Indonesia menargetkan 80 medali emas dari cabor yang diikuti.
“Dari hasil paparan cabor emasnya di angka 120 ya alhamdulillah. Tapi, hasil evaluasi kami baru di 80an. Artinya, kalau emas di 80an sama targetnya seperti sebelum-sebelumnya di ranking 3,” kata Menpora Erick Thohir dalam jumpa pers di Jakarta, Jumat (21/11/2025).
Mengutip laman Kemenpora, target tersebut dihitung berdasarkan paparan masing-masing cabor. Target ini diperkirakan setara untuk mengamankan peringkat ketiga pada hasil akhir perolehan medali emas SEA Games 2025.
"Saya meminta seluruh cabor yang berpartisipasi untuk memberikan kontribusi medali, karena ini bahan evaluasi," ujar Menpora.
Pemerintah Siapkan Dana Rp66 M, Target Medali Dievaluasi
Pemerintah melalui Kemenpora telah menyiapkan anggaran Rp66 miliar yang digunakan dalam pengiriman 996 atlet kontingen Indonesia. Target medali setiap cabor yang dapat diraih akan menjadi evaluasi tersendiri.
"Nantinya akan ada promosi degradasi (di DBON). Jika cabor tidak sesuai target ya nanti silakan masuk ke mandiri. Ini sejalan dengan fokus 17 cabor strategis yang diarahkan Bapak Presiden," tutur Erick.
Kemenpora mendukung persiapan atlet dengan memberikan fasilitas pemusatan latihan, pengiriman try out/try in hingga dukungan logistik dan teknis. Menpora mengaku tidak ada atlet atau pun pelatih hasil titipan dengan berorientasi pada target dan pendanaan efisien.
"Semua atlet yang dikirim adalah bukan atlet coba-coba dan saya tidak memandang bulu umur. Banyak atlet muda juga berprestasi ketimbang seniornya, yang seniornya harus tetap ngotot yang muda membalap," ujarnya.
Erick Thohir mengatakan hasil SEA Games 2025 akan menjadi dasar bahan evaluasi bagi Kemenpora dalam menyusun peta jalan menuju Olimpiade 2028.
Temukan berbagai ulasan tentang SEA Games melalui tautan berikut:
Editor: Ibnu Azis
Masuk tirto.id

































