Menuju konten utama

Benarkah Udang Kena Radioaktif Cs-137 Aman Dikonsumsi?

FDA mendeteksi Cs-137 dalam udang Indonesia, namun masih di bawah batas bahaya. Apakah aman dikonsumsi? Ini penjelasan lengkap dan potensi risikonya.

Benarkah Udang Kena Radioaktif Cs-137 Aman Dikonsumsi?
Pengurus Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) memeriksa kondisi udang vaname di Desa Domas, Kabupaten, Serang, Banten, Kamis (10/7/2025). ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas/YU

tirto.id - Beberapa waktu yang lalu Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) yang mengeluarkan imbauan untuk tidak membeli dan mengonsumsi udang beku dari Indonesia karena ditemukan kandungan radioaktif Cesium-137 (Cs-137). Amankah makan udang yang sudah terpapar radioaktif Cs-137?

Pemerintah telah menunjuk Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN), Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN), dan Tim Satuan Kimia, Biologi, Radiologi dan Nuklir (KBRN) Brimob untuk melakukan penyelidikan terhadap kandungan radioaktif Cs-137 dalam udang yang diproduksi oleh PT. Bahari Makmur Sejati (BMS Foods).

Hasil investigasinya memastikan bahwa sumber cemaran bukan berasal dari laut atau tambak, melainkan dari aktivitas industri darat, khususnya fasilitas pengemasan PT BMS.

Keberadaan logam bekas (scrap metal) yang mengandung Cs-137 di lokasi pengumpulan besi tua serta fasilitas PT Peter Metal Teknologi (PMT) disinyalir sebagai sumber dari radioaktif Cs-137 tersebut.

Apakah Udang yang Terpapar Radioaktif Cs-137 Aman Dikonsumsi?

FDA di laman resminya menjelaskan jika temuan radioaktif Cs-137 dalam udang yang diimpor dari Indonesia sebenarnya masih aman dikonsumsi.

FDA menerima informasi dari Bea Cukai AS (CBP) tentang kontainer pengiriman udang yang terkontaminasi Cs-137. FDA kemudian mengambil sampel dari lima produk udang milik perusahaan PT Bahari Makmur Sejati (BMS) termasuk satu udang beku berbalut tepung (breaded shrimp).

Hasil penelitian memperlihatkan, hanya breaded shrimp yang terbukti mengandung Cs-137 sebesar 68,48 Bq/kg (plus-minus 8,25 Bq/kg), sedangkan produk lainnya tidak menunjukkan kandungan Cs-137. Namun itu tidak menjamin jika produk lainnya berarti bebas dari kontaminasi.

Batas aman FDA untuk intervensi adalah 1.200 Bq/kg, sedangkan hasil temuan udang Indonesia adalah 68,48 Bq/kg. Angka ini masih jauh di bawah batas aman yang ditetapkan FDA.

Namun demikian FDA tetap menyatakan adanya potensi risiko kesehatan, bila produk seperti ini dikonsumsi terus-menerus dalam jangka panjang, apalagi jika dikombinasikan dengan paparan radiasi dari lingkungan atau prosedur medis.

Jadi, meski tidak langsung membahayakan, FDA tetap menyarankan untuk menghindari produk tersebut demi mengurangi paparan radiasi dari berbagai sumber.

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyatakan jika udang yang kembali setelah gagal masuk ke AS masih aman dikonsumsi.

“Yang sudah kembali (udangnya) ada beberapa yang kandungannya sangat minimum, hanya 68. Jadi yang itu silahkan boleh dimakan karena ambang batas atas kita 500, sementara yang kemarin hanya 68,” ucap Zulhas dikutip Kompas (30/9).

Zulhas menambahkan jika pemerintah akan memperketat regulasi impor, terutama untuk barang yang berkaitan dengan paparan radioaktif setelah terjadinya kasus udang mengandung Cs-137 itu.

"Kita lihat regulasi kita, kita perketat terutama untuk barang-barang yang mengandung limbah, terutama scrap (daur ulang logam bekas) diperketat," tegasnya dilansir Antara, (12/9).

Baca juga artikel terkait RADIOAKTIF atau tulisan lainnya dari Prihatini Wahyuningtyas

tirto.id - Aktual dan Tren
Kontributor: Prihatini Wahyuningtyas
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra