Menuju konten utama

Benarkah Pemerintah Buat Patungan APBN di Kitabisa?

Beredar tangkapan layar "Patungan APBN" di Kitabisa yang mencantumkan foto Pemerintah Indonesia. Benarkah demikian?

Benarkah Pemerintah Buat Patungan APBN di Kitabisa?
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (tengah) bersama Wakil Menteri Keuangan Juda Agung (kanan) dan Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara (kiri) berbincang sebelum menyampaikan keterangan pada konferensi pers APBN KiTa edisi Februari 2026 di Jakarta, Senin (23/2/2026). Kementerian Keuangan melaporkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 mengalami defisit sebesar Rp54,6 triliun atau 0,21 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) per Januari 2026 namun masih dalam koridor desain APBN 2026. ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/YU

tirto.id - Sebuah narasi di media sosial tentang Pemerintah Indonesia mengumpulkan donasi bertajuk “Patungan APBN” di platform Kitabisa menjadi viral.

Netizen yang mengetahui narasi tersebut mulai bertanya apakah benar pemerintah sedang meminta sumbangan untuk memenuhi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN)?

Narasi tersebut muncul dari unggahan akun X @iPoopBased yang menyebut bahwa pemerintah Indonesia meluncurkan program “Patungan APBN” melalui Kitabisa untuk menutup utang negara.

“Indonesia's government launches "Patungan APBN" on https://Kitabisa.com to address state debt,” tulis akun tersebut pada 30 April 2026.

Yang membuat unggahan itu semakin nyata adalah gambar yang diunggah menunjukkan foto Presiden Prabowo Subianto dengan menampilkan pembuat donasi tersebut adalah Pemerintah Indonesia yang telah centang biru (terverifikasi).

Unggahan ini kemudian ramai dikomentari oleh netizen. Ada yang mempertanyakan kebenarannya, ada yang langsung mengetahui jika ini adalah hoaks.

Pemerintah Luncurkan Patungan APBN di Kitabisa, Hoaks atau Fakta?

Mengetahui jika unggahannya tentang APBN viral, akun X @iPoopBased langsung memberikan klarifikasi jika sebenarnya postingan tersebut merupakan contoh klasik dari konten satir yang disalahpahami sebagai fakta.

Jika ditelusuri, akun tersebut menuliskan identitasnya sebagai akun parodi, baik melalui nama yang sengaja absurd, label “parody account”, maupun keterangan di bio seperti “shitposting & fakenews”.

Setelah unggahan itu viral dan menjangkau banyak pengguna di luar pengikutnya, pengelola akun memberikan klarifikasi bahwa konten mereka memang bertujuan humor dan tidak dimaksudkan sebagai informasi faktual.

Mereka juga menekankan secara logis bahwa skenario pemerintah membuka donasi publik melalui platform crowdfunding swasta untuk menutup utang negara adalah hal yang tidak masuk akal dalam praktik kebijakan fiskal.

Karena tweet ini ramai ke non followers yang belum kenal dengan akun ini berikut edukasi tentang akun ini:

1. Akun ini namanya poop based, poop artinya berak, kamu tidak mungkin telan info mentah-mentah dari akun yg namanya berak bukan?

2. Kami menggunakan label parody account, ini sesuai regulasi di X, termasuk akun komedi satir yang merupakan fokus dari akun ini.

3. Di bio sudah ditulis juga shitposting & fakenews.

4.Secara logika aja nggak mungkin negara open donasi, di perusahaan crowdfunding swasta pula,” papar akun tersebut.

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa sendiri ketika ditanya tentang kondisi APBN Indonesia beberapa waktu yang lalu menegaskan jika RI masih mempunyai cukup dana untuk menghadapi krisis global berkepanjangan akibat perang Iran vs Amerika Serikat.

"Ada bahas antara lain kalau krisis seperti ini berkepanjangan, 'tahan enggak anggarannya', 'anggarannya seperti apa'. Kalau analisa kita yang ada sekarang sih masih cukup baik, jadi enggak ada masalah," kata Purbaya dikutip Antara News, 4 Maret 2026.

Baca juga artikel terkait APBN atau tulisan lainnya dari Prihatini Wahyuningtyas

tirto.id - Flash News
Kontributor: Prihatini Wahyuningtyas
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra