Menuju konten utama

Bank Dunia: Vietnam & Filipina Masuk Negara Kelas Menengah Atas

Bank Dunia menyatakan model pertumbuhan berbasis ekspor Vietnam dan ekspansi industri Filipina jadi pendorong kedua negara jadi negara kelas menengah atas.

Bank Dunia: Vietnam & Filipina Masuk Negara Kelas Menengah Atas
Ilustrasi Bank Dunia. foto/istockphoto
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Bank Dunia (World Bank) telah menaikkan status Vietnam dan Filipina ke kelompok negara berpendapatan kelas menengah atas. Peningkatan status dua negara di Asia Tenggara ini sejalan dengan pembaruan klasifikasi negara di dunia yang mulai berlaku 1 Juli 2026-30 Juni 2027.

Peningkatan status tersebut membuat Vietnam dan Filipina berhasil bergabung dengan Singapura, Malaysia, dan Thailand sebagai lima negara ekonomi utama Asia Tenggara.

Selain itu, Vietnam dan Filipina juga berhasil lolos dari jebakan negara kelas menengah ke bawah. Mengutip The Straits Times, Vietnam telah dikategorikan sebagai negara berpenghasilan menengah ke bawah sejak tahun 2009, sedangkan Filipina telah berada di kategori tersebut sejak akhir tahun 1980-an, menurut data tersebut.

Bank Dunia menyebutkan model pertumbuhan berbasis ekspor Vietnam dan ekspansi industri Filipina menjadi pendorong kedua negara tersebut masuk ke negara kelas menengah atas. Pertumbuhan ekonomi yang solid dari kedua negara juga mencerminkan peningkatan di semua industri utama, bukan hanya peningkatan di satu sektor, tetapi pergeseran ekonomi secara keseluruhan di Vietnam dan Filipina.

Sebagai informasi, pendapatan nasional bruto per kapita Vietnam dan Filipina masing-masing mencapai 4.970 dolar Amerika Serikat (AS) dan 4.850 dolar AS pada 2025. Capaian tersebut melebihi ambang batas 4.636 dolar AS yang ditetapkan Bank Dunia untuk kategori negara dengan pendapatan menengah ke atas.

“Terlepas dari guncangan global dan domestik, kami tanpa henti mengejar pertumbuhan inklusif, memperkuat fundamental, dan tetap berada di jalur yang benar dengan agenda pembangunan kami,” kata Sekretaris Perencanaan Ekonomi Filipina Arsenio Balisacan dalam sebuah pernyataan, dikutip Sabtu (4/7/2026).

Sementara itu, Vietnam, sebagai salah satu negara dengan pertumbuhan ekonomi tercepat di Asia, menargetkan pertumbuhan tahunan dua digit pada tahun 2026, yang sebagian didorong oleh serangkaian reformasi yang ramah bisnis dan dorongan investasi infrastruktur besar-besaran.

Namun, Filipina menghadapi jalan yang lebih sulit di masa depan. Negara ini memangkas target pertumbuhan ekonominya dari tahun 2026 hingga 2030 karena ketegangan di Timur Tengah dan fenomena cuaca El Nino yang intens.

Negara-negara lain yang naik ke kelas sebagai negara berpendapatan menengah ke atas adalah Yordania, Mikronesia, dan Sri Lanka. Sementara Togo diklasifikasi ulang ke kategori pendapatan menengah ke bawah dari pendapatan rendah. Menurut Bank Dunia, pangsa ekonomi yang diklasifikasikan sebagai pendapatan rendah telah menurun menjadi 11 persen dari 30 persen sejak tahun 1987.

Baca juga artikel terkait BANK DUNIA atau tulisan lainnya dari Qonita Azzahra

tirto.id - Insider
Reporter: Qonita Azzahra
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Andrian Pratama Taher