Menuju konten utama

Balita di Bantul Ditemukan Terikat Lakban dalam Kamar Kontrakan

Warga Pleret geger temukan balita 3 tahun di Bantul terikat lakban di dalam kontrakan kosong. Polisi kini amankan ibu korban.

Balita di Bantul Ditemukan Terikat Lakban dalam Kamar Kontrakan
Ilustrasi kekerasan terhadap anak. FOTO/iStockphoto
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Warga Kedaton, Kapanewon Pleret, Kabupaten Bantul, DIY, digegerkan oleh penemuan seorang balita perempuan berinisial ACB (3) dalam kondisi mengenaskan. Korban ditemukan telantar di pojok kamar kontrakan dengan kondisi mulut, kedua tangan, dan kakinya terikat lakban bening, Senin (1/6/2026) malam.

Tetangga rumah kontrakan, Abdul, yang sedang bakar-bakar daging kurban mendengar suara tangisan anak kecil ini. Penasaran, Abdul pun mengajak Mamat, anak pemilik rumah kontrakan, untuk mencari asal suara itu.

Keduanya bersama warga lain lalu mencari sumber suara tangisan itu. Ternyata suara tangisan ini bersumber dari rumah kontrakan yang ditinggali oleh TKS, seorang perempuan asal Lampung berusia 25 tahun. Di rumah kontrakan itu, TKS tinggal berdua dengan anak perempuannya berinisial ACB yang berusia 3 tahun.

"Saya ketuk pintunya tidak ada yang membuka. Curiga, saya lalu ambil linggis dan mencongkel jendela kontrakannya," ujar Mamat pada wartawan, Rabu (3/6/2026).

Usai jendela berhasil terbuka, seorang warga diminta masuk lewat jendela untuk mengecek kondisi di dalam rumah kontrakan. Saat itu ditemukanlah balita ACB dalam kondisi terikat lakban.

"Sampai di dalam kamar ternyata di pojokan kamar ada anak hanya pakai baju dan pampers dengan kondisi kedua tangan, kedua kaki dan mulutnya terikat lakban warna bening," tutur Mamat.

Mamat menceritakan lakban yang direkatkan di mulut balita itu terbuka sedikit sehingga sang anak tangisannya bisa terdengar keluar. Mamat mengungkapkan selain dalam keadaan terikat lakban, AC dan kipas mengarah ke badan anak tersebut.

"Posisi AC dan kipas menyala di kamar saat itu menyala, untung saja ketahuan," tutur Mamat.

Mamat menyebut pihaknya segera mengevakuasi balita itu keluar dari rumah kontrakan. Di luar rumah kontrakan, Mamat dan warga lainnya segera melepas lilitan lakban yang membelit balita itu. Temuan ini kemudian dilaporkan ke Polsek Pleret untuk penanganan selanjutnya.

Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, membenarkan adanya penemuan balita dilakban di dalam rumah kontrakan di Pleret. Rita menyebut pasca temuan ini pihaknya mengamankan ibu balita tersebut.

"Tadi kami amankan untuk dimintai keterangan atau klarifikasi. Masih proses klarifikasi, masih dimintai keterangan di Polsek," ucap Rita, Rabu (3/6/2026).

Rita membeberkan jika TKS memang hanya tinggal berdua bersama anaknya di rumah kontrakan itu. Suami TKS, sambung Rita, bekerja sebagai karyawan swasta di Jakarta.

"Suaminya kerja di Jakarta," terang Rita.

Rita menuturkan pasca kejadian, saat ini korban dititipkan di keluarga ayahnya di Gunungkidul, DIY. "Dirawat sama Budhe dari keluarga ayahnya di Patuk, Gunungkidul," urai Rita.

Terkait kondisi balita, Rita menyebut dalam kondisi baik-baik saja dan sudah beraktivitas seperti balita pada umumnya.

"Sekarang kondisi anaknya sehat-sehat. Tidak ada luka akibat dilakban," sebut Rita.

Sementara suami pelaku atau ayah kandung korban, kata Rita, untuk saat ini memaafkan tindakan istrinya dan sanggup untuk memperbaiki rumah tangga sehingga kejadian tersebut tidak terulang lagi.

"Keluarga dan suami Pelaku menganggap kejadian tersebut sebagai gangguan psikologis akibat lelahnya mengurus anak sendirian dan pertama kali menjadi seorang ibu atau kata lain baby blues," tandasnya.

Baca juga artikel terkait KASUS KEKERASAN PADA ANAK atau tulisan lainnya dari Cahyo PE

tirto.id - Flash News
Kontributor: Cahyo PE
Penulis: Cahyo PE
Editor: Siti Fatimah