tirto.id - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengungkapkan pemerintah serius menyiapkan penggunaan Compressed Natural Gas (CNG) sebagai alternatif liquefied petroleum gas (LPG) untuk rumah tangga.
Saat ini, Kementerian ESDM sedang melakukan uji coba teknis, khususnya untuk tabung berukuran 3 kilogram. Bahlil menegaskan, aspek keamanan menjadi prioritas utama mengingat tabung CNG memiliki tekanan yang jauh lebih tinggi dibandingkan tabung LPG konvensional.
"Seperti saya laporkan pertama, menyangkut dengan CNG, ya. Itu untuk 12 kilo sama 20 kilo lebihnya kan sudah jalan. Di hotel-hotel, restoran, di MBG itu sudah jalan, tapi kan kita lagi melakukan uji coba terhadap tabung yang 3 kilogram untuk rakyat," ujar Bahlil sebelum rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (15/5/2026).
Menurut Bahlil, tabung CNG 3 kilogram memiliki tekanan yang mencapai 250 bar. Oleh karena itu, pengujian ketahanan dan keamanan tabung harus dilakukan dengan sangat ketat sebelum nantinya diproduksi secara massal untuk masyarakat luas.
"Nah, 3 kilogram ini daya tekanannya kan besar, 250 bar. Jadi ini harus dicek dulu. Kalau sudah lolos uji, baru bisa kita (lanjutkan)," jelasnya.
Terkait proses pengujian tersebut, Bahlil menjelaskan bahwa tahap pengetesan dilakukan di dua lokasi untuk memastikan standar keamanan terpenuhi. Lokasi pertama berada di negara produsen tabung tersebut, yakni Cina, dan lokasi kedua dilakukan di dalam negeri.
"Ada dua (lokasi uji coba). Satu, karena pabriknya itu ada di Cina. Dan yang kedua adalah kita akan melakukan di Indonesia, ya," pungkas Bahlil.
Saat ditanya mengenai durasi waktu pelaksanaan uji coba tersebut, Bahlil menyebutkan bahwa prosesnya sedang berjalan saat ini.
Selain membahas CNG, dalam rapat terbatas tersebut, Bahlil juga melaporkan perkembangan pengelolaan sumber daya alam serta proyek strategis nasional, termasuk rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt.
"Kalau saya (laporan) seputar energi ya dan pengelolaan sumber daya sumber daya alam. Salah satu di antaranya juga ada terkait dengan PLTS 100 gigawatt," ujar Bahlil soal agendanya bertemu Prabowo.
Penulis: Mochammad Fajar Nur
Editor: Andrian Pratama Taher
Masuk tirto.id


































