Menuju konten utama

Ayatullah Ali Khamenei Dimakamkan 9 Juli, Begini Prosesinya

Jasad mantan pemimpin tertinggi Iran, Ayatullah Ali Khamenei, dimakamkan pada 9 Juli 2026. Jenazah akan menjalani prosesi cukup panjang sebelum dimakamkan.

Ayatullah Ali Khamenei Dimakamkan 9 Juli, Begini Prosesinya
Ayatollah Ali Khamenei menghadiri pertemuan dengan para pejabat di Teheran, Iran, Rabu, 3 April 2024. (Kantor Pemimpin Tertinggi Iran melalui AP)
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Jasad Pemimpin Tertinggi Iran yang tewas dalam perang, Ayatullah Ali Khamenei, direncanakan akan dimakamkan pada Kamis, (9/7/2026) pekan depan. Jasad dari ayah pemimpin tertinggi Iran kini, Mojtaba Khamenei, itu akan dimakamkan di Kota Mashhad, tempat kelahirannya.

Menukil CNA, area sekitar Grand Mosalla Teheran kini tengah disibukkan dengan persiapan pemakaman Ayatullah Ali Khamenei. Salah satu masjid terbesar di dunia itu merupakan lokasi dimulainya prosesi pemakaman Khamenei dalam beberapa hari ke depan.

Pemakaman Khamenei sebelumnya telah tertunda hingga berbulan-bulan sejak ia meninggal dunia pada akhir Februari lalu. Ia merupakan salah satu korban tewas dalam serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel yang memecah perang.

Setelah AS dan Iran mempertahankan gencatan senjata yang rapuh dan telah menandatangani kesepakatan awal untuk menghentikan perang, jasad pemimpin Iran terlama dalam sejarah itu akan dilangsungkan. Prosesinya dijadwalkan dimulai pada Sabtu (4/7) mendatang.

Para pejabat menyatakan upacara pemakaman Ali Khamenei diperkirakan bakal dihadiri sekitar 15 hingga 20 juta pelayat. Hal ini membuat upacara tersebut diproyeksikan jadi pemakaman kenegaraan terbesar dalam sejarah Negara Para Mullah itu.

Selain masyarakat Iran yang dipastikan hadir dalam upacara tersebut, pemakaman Ali Khamenei juga direncanakan bakal dihadiri perwakilan sekitar 30 negara. Perwakilan negara yang diproyeksikan hadir termasuk Irak, Afghanistan, dan Pakistan.

Namun, belum jelas apakah negara-negara Eropa akan turut hadir dalam upacara tersebut. Hal ini seiring keterangan juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baqaei yang menyatakan pihaknya “belum mengirimkan undangan resmi ke Eropa”.

Prosesi Pemakaman Ayatullah Ali Khamenei

Para pekerja kini dilaporkan tengah mengecat seluruh lokasi Grand Mosalla Teheran dan bangunan-bangunan lain yang akan turut digunakan selama prosesi. Sejumlah besar polisi juga telah tampak bersiaga di sekitar lokasi pemakaman. Sementara televisi pemerintah telah memutar film-film dokumenter sosok Pemimpin Tertinggi Iran tersebut.

Seturut Iran International, proses pemakaman Ali Khamenei akan dilakukan dengan tata cara khusus. Jasad Pemimpin Tertinggi Iran itu dijadwalkan akan terlebih dahulu menjalani perjalanan di sejumlah lokasi di Iran dan Irak sebelum dimakamkan di tanah kelahiran Ali Khamenei, Mashhad.

Pertama, jenazah akan disemayamkan selama tiga hari di kompleks doa Grand Mosalla Teheran. Setelahnya, jenazah akan melakukan perjalanan dari ibu kota ke kota-kota suci syiah, seperti Najaf dan Karbala di Irak.

Setelah disemayamkan di Najaf dan Karbala untuk didoakan masyarakat syiah di sana, jenazah lalu akan dibawa kembali ke Iran untuk menjalani prosesi upacara di Qom. Kota Qom merupakan salah satu pusat peradaban syiah yang dikenal sebagai pusat pendidikan syiah terbesar di dunia.

Dari Qom, jenazah kemudian akan dibawa ke Kota Mashhad. Kota ini merupakan tempat Ali Khamenei dilahirkan dan akan jadi tempat ia dimakamkan. Kompleks pemakaman Imam Reza direncanakan bakal jadi lokasi jasad Ali Khamenei dikebumikan.

Otoritas Iran hingga kini belum mengumumkan siapa yang akan memimpin salat jenazah dalam upacara tersebut. Sebagaimana aliran sunni, salat jenazah merupakan ritual penting dan secara tradisional jadi yang paling simbolis dalam syiah.

Kehadiran Pemimpin Tertinggi Iran kini, Mojtaba Khamenei, juga belum dipastikan oleh otoritas setempat. Mojtaba, anak Ali Khamenei yang kini menggantikan mendiang ayahnya, belum pernah tampil secara publik sejak terpilih pada 8 Maret lalu.

“Masalah kehadiran Pemimpin Tertinggi bukanlah wewenang atau pengetahuan saya,” kata Ali-Akbar Pourjamshidian, sekretaris markas upacara pemakaman Khamenei.

Menurut Porjamshidian, jika Motjaba dijadwalkan tampil secara publik dalam prosesi pemakaman Ali Khamenei, “itu pasti akan diumumkan oleh Kantor Pemimpin Revolusi Islam”.

Upacara pemakaman tokoh sebesar Khamenei di Iran sebelumnya pernah menjadi peristiwa yang memilukan. Banyaknya pelayat yang hadir tak jarang justru menjadi kericuhan.

Seperti yang terjadi pada upacara pemakaman pendiri Republik Islam Iran, Ayatollah Ruhollah Khomeini pada 1989. Kala itu, ratusan ribu pelayat di Grand Mosalla Teheran menyerbu peti mati dan berusaha menyentuhnya, merusaknya, dan merobek kain kafan pendahulu Ali Khamenei itu.

Ratusan ribu pelayat itu juga saling berdesak-desakan, membuat petugas keamanan kesulitan untuk menghalaunya. Jenazah Ruhollah Khomeini kala itu sampai harus dievakuasi dengan helikopter agar prosesi pemakaman bisa dilanjutkan.

Peristiwa serupa juga terjadi pada 2020 ketika Iran memakamkan Ghasem Soleimani, seorang jenderal Iran yang memiliki dukungan luas di antara kelompok nasionalis. Soleimani tewas dalam serangan drone AS pada Januari 2020 dan pemakamannya berlangsung ricuh.

Sedikitnya 56 orang pelayat tewas karena berdesak-desakan dan 200 lainnya terluka. Soleimani dimakamkan di tanah kelahirannya di Kerman.

Baca juga artikel terkait AYATOLLAH ALI KHAMENEI atau tulisan lainnya dari Rizal Amril Yahya

tirto.id - Flash News
Kontributor: Rizal Amril Yahya
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Ilham Choirul Anwar