Menuju konten utama

Apindo Tanggapi Sindiran Prabowo: Serakahnomics Mungkin Saja Ada

Istilah serakahnomics yang diucapkan Presiden Prabowo Subianto memantik respons dari kalangan pengusaha. Apa kata mereka?

Apindo Tanggapi Sindiran Prabowo: Serakahnomics Mungkin Saja Ada
Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Shinta W. Kamdani memberikan keterangan saat konferensi pers terkait iuran Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) di Jakarta, Jumat (31/5/2024). ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/Spt.

tirto.id - Istilah serakahnomics yang diucapkan Presiden Prabowo Subianto memantik respons dari kalangan pengusaha. Konsep tersebut merujuk pada praktik bisnis serakah yang mengejar keuntungan berlebihan, mengabaikan aturan dan memanfaatkan kesulitan masyarakat.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO), Shinta Kamdani, mengakui bahwa fenomena semacam itu mungkin terjadi. Namun, ia menegaskan bahwa organisasinya berupaya mencetak pelaku usaha yang baik.

“Serakahnomics ya mungkin ada ya semacam itu. Tentunya di APINDO kami mencoba untuk menghasilkan pengusaha-pengusaha yang baik, yang maksudnya tidak seperti itu. Bahwa ada, ya mungkin saja,” ujar Shinta saat ditemui di Kantor APINDO, Jakarta, Selasa (29/7/2025).

Menurutnya, Prabowo mungkin sedang menyindir oknum tertentu yang melanggar prinsip bisnis sehat. Ia pun mengimbau agar para pengusaha tidak terjebak dalam praktik semacam itu, melainkan berfokus pada kolaborasi membangun bangsa.

“Ini kan kadang-kadang bapak presiden mau menyindir pihak-pihak tertentu, ya mungkin saja itu ada. Tentunya kami berharap kita tidak berusaha seperti itu,” jelasnya.

Shinta juga menyoroti tantangan dunia usaha tahun ini, termasuk menurunnya optimisme di kalangan pelaku bisnis selepas Ramadan. Ia menekankan pentingnya mencari solusi bersama ketimbang berlarut-larut dalam masalah.

“Saya melihat juga motivasi sedang down, apalagi Ramadan kemarin bener-bener merupakan satu pukulan. Jadi kita mencoba membangun semangat ini bersama, jadi kita tidak hanya mikir di masalah, tapi solusinya apa dan bagaimana sama-sama,” ucapnya.

Sebelumnya, Prabowo menegaskan bahwa serakahnomics bukanlah teori ekonomi formal, melainkan bentuk keserakahan yang mengorbankan kepentingan publik. Ia menyesalkan adanya oknum pengusaha yang mengambil keuntungan di atas penderitaan rakyat dan memanipulasi regulasi.

“Ini sudah bukan pengusaha yang benar, ini bukan bisnis, ini bukan entrepreneurship, ini adalah keserakahan. Jadi ini bukan mazhab ekonomi lagi, ini nggak diajarkan di fakultas-fakultas. Ada yang mengatakan ada mazhab ekonomi liberal neoliberal, pasar bebas, sosialis ekonomi komando dan sebagainya, ini bukan ini lain, ini saya beri nama serakahnomics, ini adalah serakahnomics,” tegas Prabowo.

Baca juga artikel terkait APINDO atau tulisan lainnya dari Nanda Aria

tirto.id - Insider
Reporter: Nanda Aria
Penulis: Nanda Aria
Editor: Anggun P Situmorang