tirto.id - Presiden Gianni Infantino menyebut bahwa FIFA akan membahas wacana penambahan peserta Piala Dunia menjadi 64 negara usai Piala Dunia 2026 berakhir. Jika usulan itu disetujui, bagaimana peluang Timnas Indonesia tampil di Piala Dunia 2030?
"Ini (penambahan jumlah peserta) tentu isu yang akan ditinjau dan dibahas oleh komite-komite terkait setelah Piala Dunia ini," kata Infantino kepada stasiun tv Swiss, Blue Sport, dikutip ESPN.
Menurut Infantino, Piala Dunia harus memberi kesempatan pada lebih banyak negara untuk bermimpi tampil di ajang sepak bola terbesar di dunia. Menurutnya, peningkatan jumlah peserta bisa mendorong perkembangan sepak bola di berbagai kawasan yang selama ini belum banyak terwakili.
"Kita bisa melihat bahwa kualitas tim-timnya sangat tinggi dan terus meningkat. Jika negara-negara kecil tidak diberi kesempatan ikut Piala Dunia, mereka bisa kehilangan motivasi untuk berkembang," imbuhnya.
Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko menjadi edisi pertama yang menggunakan format 48 peserta. Sekarang, FIFA kembali membuka peluang untuk menambah jumlah peserta menjadi 64 negara pada Piala Dunia berikutnya.
Apakah Piala Dunia 2030 Diisi 64 Negara & Berapa Kuota AFC?
Hingga saat ini, FIFA belum memutuskan apakah Piala Dunia 2030 akan diikuti 64 negara. Pernyataan Gianni Infantino baru sebatas memastikan bahwa usulan itu akan dibahas setelah Piala Dunia 2026 selesai.
Wacana penambahan jumlah peserta Piala Dunia 2030 pertama kali muncul pada 2025, saat Konfederasi Sepak Bola Amerika Selatan (CONMEBOL) usul agar Piala Dunia yang bertepatan dengan peringatan 100 tahun turnamen diikuti 64 peserta.
"Kami yakin bahwa perayaan seratus tahun ini akan unik karena 100 tahun hanya dirayakan sekali," ujar Presiden CONMEBOL Alejandro Domínguez pada April 2025, dikutip dari Associated Press.
Apabila usulan tersebut disetujui, jumlah peserta akan bertambah 16 tim dibanding format 48 negara yang dipakai pada Piala Dunia 2026. Konsekuensinya, FIFA juga harus menyusun ulang pembagian kuota untuk setiap konfederasi.
Sebagai perbandingan, kuota Piala Dunia 2026 dibagi menjadi 48 peserta dengan rincian UEFA (16 negara), CAF (9 negara), AFC (8 negara), CONCACAF (6 negara), CONMEBOL (6 negara) dan OFC (1 negara), ditambah 2 kuota sisa direbutkan via play-off antar konfederasi.
Karena FIFA belum mengumumkan distribusi kuota jika peserta bertambah menjadi 64 negara, belum bisa dipastikan berapa jatah Asia pada Piala Dunia 2030.
Namun, jika pembagian kuota tetap mengikuti proporsi yang dipakai pada format 48 peserta, AFC berpotensi dapat sekitar 10 sampai 11 tiket langsung. Angka itu masih berupa proyeksi dan bukan keputusan resmi FIFA.
Di sisi lain, kendati mendapat dukungan dari CONMEBOL, usulan memperluas Piala Dunia menjadi 64 peserta juga menuai kritik dari Eropa. Presiden UEFA Aleksander Ceferin menyebut penambahan peserta memengaruhi kualitas sistem kualifikasi di masing-masing konfederasi.
"Saya pikir itu ide buruk," kata Aleksander Ceferin pada April 2025, dikutip dari Associated Press.
Presiden FIFA Gianni Infantino menegaskan usulan itu belum diputuskan. Menurut dia, FIFA baru akan membahas wacana tersebut melalui komite-komite terkait setelah Piala Dunia 2026 berakhir.
Bisakah Timnas Indonesia Lolos Piala Dunia Jika Diisi 64 Negara?
Beberapa tahun belakangan Timnas Indonesia menunjukkan peningkatan prestasi di level Asia. Skuad Garuda tembus putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia, lalu melanjutkan perjuangan hingga putaran keempat.
Apabila jumlah wakil AFC bertambah menjadi sekitar 10 atau 11 tim, persaingan dalam memperoleh tiket Piala Dunia diprediksi jadi lebih longgar. Negara-negara lapis kedua Asia, termasuk Indonesia, punya lebih banyak peluang lolos.
Adapun tambahan kuota bukan berarti Indonesia otomatis tampil di Piala Dunia 2030. Timnas Garuda tetap harus melewati kualifikasi AFC dan bersaing dengan negara-negara kuat, seperti Jepang, Korea Selatan, Iran, Australia, Arab Saudi, Uzbekistan, Irak, Yordania, hingga Qatar.
Selain itu, FIFA juga belum memastikan apakah format 64 peserta akan diterapkan pada Piala Dunia 2030. Wacana itu masih akan dibahas oleh komite FIFA setelah Piala Dunia 2026 selesai.
Penulis: Rofi Ali Majid
Editor: Fitra Firdaus
Masuk tirto.id





























