tirto.id - Setelah muncul spekulasi bahwa Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengalami cedera bahkan meninggal dunia akibat serangan Iran, otoritas Israel terus berusaha mengklaim hal tersebut salah.
Yang terbaru, sebuah unggahan di Instagram Netanyahu @b.netanyahu memperlihatkan dirinya sedang mengunjungi sebuah kafe bernama The Sataf di Yerusalem.
Netanyahu mengunggah video dirinya sedang minum kopi dan berbincang santai dengan timnya di sebuah Sataf Cafe. Dalam video tersebut, Netanyahu bercanda tentang rumor kematiannya.
Ia mengatakan bahwa ia “gila dengan kopi” dan juga “gila dengan rakyatnya”. Dalam bahasa Ibrani, kata yang berarti “mati” kadang juga digunakan dalam bahasa slang untuk menunjukkan bahwa seseorang sangat menyukai sesuatu, sehingga ia sengaja membuat permainan kata untuk menanggapi rumor tersebut dengan cara santai.
Walaupun sudah ada foto dan verifikasi media, sebagian pengguna internet masih meragukan keaslian video tersebut. Mereka mengklaim menemukan hal-hal yang dianggap aneh, seperti dugaan tanggal lama di layar kasir atau gerakan video yang terlihat seperti hasil editan.
“Bertanggal 2024 tapi sudah lama dan videonya dihasilkan oleh AI,” tuding akun IG @d***hb33zy.
“Catatan pencarian dan media sosial menunjukkan bahwa kunjungan khusus ini dan foto "viral" Netanyahu yang sedang minum dari cangkir Sataf hijau terjadi pada awal tahun 2024 (tepatnya sekitar Januari/Februari 2024) selama periode ketika ia melakukan beberapa "kunjungan lapangan" yang dipublikasikan dan singgah di bisnis-bisnis lokal,” ujar akun IG @h***irakhan.
אומרים שאני מה? צפו >>pic.twitter.com/ijHPkM3ZHZ
— Benjamin Netanyahu - בנימין נתניהו (@netanyahu) March 15, 2026
Fakta-fakta Sataf Cafe Yerusalem di Video Netanyahu
Berikut fakta-fakta tentang video Netanyahu di Sataf Cafe, Yerusalem yang viral di internet:
1. Warganet menuduh video tersebut dibuat dengan AI
Setelah video beredar, beberapa pengguna internet mengklaim bahwa video itu terlihat seperti deepfake atau dibuat dengan kecerdasan buatan.Mereka menyoroti beberapa hal yang dianggap janggal, seperti level kopi di cangkir yang terlihat tidak berubah meskipun Netanyahu terlihat meneguknya, serta desain busa latte yang tampak tetap sama.
“Jumlah kopi tidak berubah setelah dia meminumnya,” komentar akun IG @theteeniestgiant di unggahan Sataf Cafe.
2. Perdebatan online memicu istilah “Coffeegate”
Merujuk pada laporan The Financial Express, Senin(16/3/2026), kontroversi mengenai video ini berkembang menjadi perdebatan viral di media sosial yang dijuluki “Coffeegate”.Sebagian orang percaya video tersebut hanyalah propaganda untuk membantah rumor kematian Netanyahu, sedangkan yang lain menganggap video itu benar-benar nyata.
3. Sataf Cafe memposting bukti foto kunjungan Netanyahu
Untuk membantah tuduhan video AI, pihak kafe The Sataf mengunggah beberapa foto di Instagram Story yang menunjukkan Netanyahu benar-benar berada di lokasi.Foto-foto tersebut memperlihatkan Netanyahu berdiri di dalam dan di luar kafe, bahkan terlihat ada kru kamera yang merekam interaksinya dengan kasir.
4. Media internasional memverifikasi lokasi video
Kantor berita Reuters (16/3/2026) melakukan verifikasi dengan membandingkan interior kafe dalam video dengan foto arsip lokasi tersebut.Hasilnya menunjukkan bahwa lokasi dalam video cocok dengan kafe Sataf di Yerusalem, serta tanggal kunjungan juga sesuai dengan foto dan video lain yang diunggah oleh pihak kafe.
5. The Sataf berlokasi di Yerusalem
Melalui unggahan di Instagramnya, The Sataf menyebut jika letak kafe berada di pegunungan Yerusalem bagian barat, di pinggiran kota Yerusalem.Lokasinya tidak jauh dari desa bersejarah Ein Kerem dan berada di lereng hijau yang menurun ke arah Sorek River. Kawasan ini dikenal sebagai area alam terbuka yang memiliki mata air alami, kebun tradisional, serta pemandangan pegunungan yang hijau sepanjang tahun.
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra
Masuk tirto.id




























