Apa Saja Gejala Penyakit Jantung Bawaan pada Bayi Baru Lahir?

Penulis: Nur Hidayah Perwitasari, tirto.id - 23 Sep 2022 07:43 WIB
Dibaca Normal 1 menit
Penyakit jantung bawaan yang serius biasanya terlihat segera setelah bayi lahir atau selama beberapa bulan pertama kehidupan bayi.
tirto.id - Penyakit cacat jantung bawaan adalah masalah dengan struktur jantung sejak lahir. Beberapa kasus kelainan jantung bawaan pada anak ada yang tanpa memerlukan pengobatan, tetapi ada juga yang kondisinya lebih kompleks dan mungkin memerlukan beberapa operasi selama beberapa tahun.

Dilansir dari laman Mayo Clinic, cacat jantung bawaan atau penyakit jantung bawaan yang serius biasanya terlihat segera setelah bayi lahir atau selama beberapa bulan pertama kehidupan bayi. Lantas apa saja gejala dini penyakit jantung bawaan pada bayi?

Gejala penyakit jantung bawaan (PJB) pada bayi baru lahir


Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah dr. Oktavia Lilyasari, SpJP(K), FIHA mengatakan cara mengenali atau gejala penyakit jantung bawaan (PJB) pada bayi baru lahir dapat melalui gejala seperti,


1. Sulitnya bayi menyusu

2. Nafas bayi menjadi lebih cepat

3. Tubuh bayi biru

4. Bayi berkeringat dingin

Keluhan pada bayi usia satu bulan ke atas di antaranya,

1. Seringnya bayi tersedak atau terputus saat menyusu

2. Berat badan susah naik

3. Mengalami gangguan tumbuh kembang

4. Keluhan biru pada bayi

5. Terjadi infeksi saluran napas berulang

6. Keterbatasan melakukan aktivitas

7. Terdengar bising jantung saat pemeriksaan jantung

8. Nadi lemah

9. Ekstremitas teraba dingin

"Biru biasanya di mukosa bibir, mulut, kadang di bawah area mata, bibir warna ungu, kalau berlanjut lebih lama akan timbul jari jendol-jendol seperti tabung dan biru," jelas Oktavia seperti dilansir dari Antara.

Ia juga mengatakan, saat muncul gejala-gejala tersebut, biasanya dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan beberapa pemeriksaan penunjang seperti rekam jantung, rontgen dada, pemeriksaan lanjutan berupa kateterisasi jantung.

Sementara pada remaja keluhannya antara lain mudah lelah, sesak napas, sering terbangun karena sesak, sakit dada, berdebar, pingsan serta bengkak di bagian perut dan kaki.

Berbicara faktor risiko PJB, antara lain kelainan gen, riwayat keluarga dengan PJB, sindroma-sindroma tertentu dan faktor ibu seperti mengalami penyakit rubella, toksoplasma, mengalami diabetes, sering menggunakan obat yang tidak direkomendasikan dokter kandungan, kebiasaan minum beralkohol, terpapar radiasi dan merokok.

Oktavia mengatakan sekitar 30 persen penyakit jantung bawaan dapat temukan pada bulan-bulan pertama kehidupan. Oleh karena itu, maka deteksi dini penting kemudian melakukan proses rujukan untuk mendapatkan diagnosis konfirmasi dengan jelas.

"Masalah terutama di negara berkembang keterlambatan diagnosis. Sebuah jurnal tahun 2016 menyebutkan sekitar 85,1 persen kasus PJB terlambat didiagnosis. Kalau terlambat kemungkinan tata laksana juga akan terlambat," kata dia.


Baca juga artikel terkait LIFESTYLE atau tulisan menarik lainnya Nur Hidayah Perwitasari
(tirto.id - Gaya Hidup)

Penulis: Nur Hidayah Perwitasari
Editor: Iswara N Raditya

DarkLight