Menuju konten utama

Apa Itu Sinkhole yang Muncul di Bangkok: Penyebab & Kronologinya

Lubang besar atau sinkhole tiba-tiba muncul di jalanan Bangkok, Thailand, Rabu (24/9). Simak dugaan penyebab dan kronologinya.

Apa Itu Sinkhole yang Muncul di Bangkok: Penyebab & Kronologinya
Ilustrasi Sinkhole. (FOTO/iStockphoto)

tirto.id - Sebuah sinkhole atau lubang akibat tanah runtuh terjadi secara tiba-tiba muncul di jalanan Bangkok, Thailand pada Rabu (24/9) pagi. Kedalaman sinkhole di Bangkok tersebut mencapai 50 meter ke dalam Bumi.

Tanah yang runtuh dan amblas itu terjadi di dekat Rumah Sakit Vajira di Bangkok, menyebabkan sejumlah mobil terperosok masuk ke dalam lubang.

Dilansir dari PPTV 36, proses evakuasi mobil yang terperosok sempat dilakukan pada Rabu pagi, namun dihentikan karena tanah yang tidak stabil akibat basah.

Insiden tersebut juga membuat RS Vajira kini memindahkan semua pasien dan menghentikan layanan rawat jalan demi menghindari potensi sinkhole yang meluas.

Tak hanya RS Vajira, sinkhole dengan lebar kurang lebih 30 meter tersebut juga membuat sebagian kantor polisi wilayah Samsen terdampak.

Dugaan Penyebab dan Kronologi Sinkhole di Bangkok

Dikutip dari Thai PBS, kronologi munculnya sinkhole di Bangkok terjadi secara tiba-tiba pada Rabu. Sebidang tanah seluas sekitar 30 meter tiba-tiba amblas.

Tanah tersebut terus amblas hingga kedalaman 50 meter ke dalam bumi, membuat tiang listrik di area kantor polisi wilayah Samsen jatuh ke dalamnya.

Peristiwa terjadinya lubang besar sinkhole ini terjadi sekitar pukul 07.13 waktu setempat. Lubang itu makin melebar hingga sepanjang jalan, setidaknya sampai sekitar pukul 07.45 waktu setempat.

Hingga kini, tidak ada laporan korban jiwa atas insiden tersebut, sementara penyebab sinkhole di Bangkok itu masih didalami oleh otoritas setempat.

Menurut Direktur departemen pencegahan bencana Bangkok, Suriyachai Rawiwan, terdapat dugaan bahwa sinkhole tersebut muncul akibat hujan deras dan kebocoran pipa air bawah tanah.

Berdasarkan foto kondisi sinkhole di Bangkok, memang terlihat pipa air bawah tanah yang kini terputus dan mengalirkan air secara konstan.

Gubernur Bangkok, Chadchart Sittipunt, mengungkapkan bahwa lokasi sinkhole tersebut berdekatan dengan pembangunan terowongan kereta listrik bawah tanah.

Fenomena kemunculan sinkhole memang berkaitan dengan air dalam tanah. Mengutip Departemen Proteksi Lingkungan Pennsylvania, fenomena ini bisa terjadi ketika air melarutkan mineral di lapisan dalam tanah.

Hilangnya mineral dalam tanah itu membuat tanah menjadi tidak sepadat yang seharusnya dan membuat rongga di antara bebatuan di dalamnya semakin membesar seiring waktu.

Fenomena ini ibarat kayu penyangga yang lapuk dan rusak karena tak mampu menahan beban. "Pelapukan" itu terjadi karena hilangnya mineral dalam tanah.

Seturut National Geographic, sinkhole –secara umum– sebenarnya terjadi sepanjang waktu di Bumi. Aliran air dari permukaan menuju lapisan dalam tanah dapat menyapu mineral yang dikandung tanah.

Celah-celah besar di hutan-hutan di dunia, yang menjorok ke dalam Bumi dan tak jarang menghasilkan area seperti gua, merupakan contoh alaminya.

Proses terjadinya sinkhole alami ini umumnya berlangsung dalam waktu yang lama. Pelarutan mineral tanah akibat hujan, misalnya, terjadi dalam kadar yang sangat sedikit, sehingga prosesnya memakan waktu bertahun-tahun.

Akan tetapi, aktivitas manusia membuat sinkhole bisa berlangsung hanya dalam beberapa jam.

Seturut laman Badan Geologi Kementerian ESDM, aktivitas manusia yang meningkatkan risiko terjadinya sinkhole tersebut berkaitan dengan eksploitasi air dalam tanah dan tata ruang yang tidak sensitif dengan kondisi geologi.

Baca juga artikel terkait INTERNASIONAL atau tulisan lainnya dari Rizal Amril Yahya

tirto.id - Aktual dan Tren
Kontributor: Rizal Amril Yahya
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Dicky Setyawan