Menuju konten utama

Apa Itu Satanic yang Ramai di Konser Hindia, Apa Saja Simbolnya?

Satanic atau satanisme yang ramai di konser Hindia adalah praktik okultis berupa pemujaan setan yang dilambangkan dengan simbol-simbol khusus.

Apa Itu Satanic yang Ramai di Konser Hindia, Apa Saja Simbolnya?
Ilustrasi Satanic. foto/IStockphoto

tirto.id - Penyanyi Baskara Putra alias Hindia sedang ramai dibicarakan di media sosial. Sosoknya menjadi viral usai dituduh menyebarkan ajaran satanic melalui konser. Namun, apa itu ajaran satanic?

Satanic atau satanisme adalah sebuah bentuk pemujaan terhadap setan. Ajaran ini adalah bentuk kontra dari ajaran agama samawi yang mengajarkan konsep ketuhanan.

Hindia dicap sebagai penganut satanic usai menggelar konser di Jakarta International Velodrome beberapa waktu. Konser tersebut diketahui mengusung konsep horor.

Berdasarkan video-video yang ramai di media sosial, konser Hindia menampilkan beberapa simbol-simbol satanic. Simbol pertama adalah sebuah patung sosok bersayap sedang mengangkat dua jari.

Patung tersebut tampil di LED panggung selama Hindia menyanyikan lagu "Secukupnya." Banyak warganet yang menyamakan patung tersebut dengan Baphomet, sebuah patung ikonik dalam satanisme.

Pada konser yang sama, LED panggung turut memunculkan simbol-simbol segitiga bermata satu. Simbol ini disamakan oleh warganet sebagai perlambang iluminati.

Selain itu, viral juga potongan video di mana Hindia mengajak serta penonton menutup mata dengan sehelai kain saat menyanyikan lagu "Matahari Tenggelam." Pada lagu yang sama, terdapat potongan lirik, "ku doakan kita semua masuk neraka."

Video-video tersebut lantas viral dan menyebabkan banyak warganet yang percaya bahwa Hindia adalah penganut satanisme.

Apa Itu Ajaran Satanic?

Satanic atau satanisme adalah praktik okultis yang banyak dikenal di seluruh dunia. Dikutip dari Britannica, satanisme sendiri adalah bentuk pemujaan terhadap setan.

Sosok tertinggi yang dipuja dalam satanisme adalah Lucifer sosok malaikat yang memberontak kepada Tuhan. Kata Lucifer ini muncul di Alkitab Terjemahan, salah satunya Alkitab versi Raja James (King James Version).

Masih menurut Britannica, ajaran satanisme mulai berkembang sejak abad ke-20. Hal ini ditandai dengan kemunculan agama baru yang para pengikutnya mengklaim diri sebagai pemuja setan atau Luciferian.

Namun, istilah kata satanisme atau pemuja setan sendiri diperkirakan sudah jauh sebelum itu, tepatnya sejak Abad Pertengahan (500-1400 M). Saat itu kekuasaan tertinggi di Eropa selain raja adalah gereja dan pemuka agama.

Banyak kasus di mana komunitas keagamaan menangkap dan mengadili orang-orang yang menjalankan praktik tidak sesuai dengan ajaran gereja. Orang-orang yang ditangkap kemudian disebut sebagai penyembah setan.

Mereka dicap demikian karena melakukan beberapa ritual menyimpang, seperti pesta seks, melakukan hubungan inses, hingga mengorbankan anak-anak. Sikap-sikap menyimpang semacam ini disebut oleh masyarakat Romawi Kuno sebagai perbuatan setan.

Tokoh setan atau Lucifer mulai dipandang berbeda di akhir abad ke-19. Banyak tokoh-tokoh besar seperti filsuf, penyair, hingga seniman yang bersimpati dan percaya bahwa Lucifer adalah sosok anti-hero.

Ia dipandang sebagai pemberontak terpuji yang menawarkan kebijaksanaan kepada manusia. Kepercayaan ini terus berkembang, hingga pada abad-20 diterbitkan sebuah Alkitab Setan Lavey.

Dikutip dari History, Alkitab Setan Lavey berisi campuran ilmu hitam dan konsep okultisme. Alkitab ini menekankan dasar ajaran satanisme, yaitu hak manusia atas otonomi dirinya dalam menentukan nasib sendiri.

Penganut satanisme kemudian semakin membesar dan mulai membuka diri kepada masyarakat. Mereka juga membangun banyak kuil dan gereja setan. Namun, apakah mereka lantas diterima masyarakat?

Hingga saat ini ajaran satanisme masih dianggap sebagai ajaran sesat. Masih menurut History, hal ini karena hingga berakhirnya abad ke-20 muncul banyak kasus kriminal yang melibatkan pelaku seorang pemuja setan, mulai dari pelecehan, pedofilia, hingga pembunuhan.

Tak hanya itu, berkembang pula berbagai teori konspirasi, film, buku, dan kesaksian yang menggambarkan kekejaman penganut ajaran satanisme.

Simbol-Simbol Satanic

Satanic atau satanisme umumnya bisa diidentifikasi lewat berbagai simbol. Tentu simbol-simbol ini belum bisa secara diidentifikasikan secara mutlak sebagai bentuk pemujaan setan.

Pasalnya, simbol-simbol yang mirip juga banyak digunakan para situasi lain yang tidak menggambarkan satanisme.

Dikutip dari Education Week, setidaknya ada lima simbol yang dipercaya menggambarkan konten-konten satanic atau pemujaan terhadap setan, yaitu:

1. Simbol Baphomet

Simbol Baphomet adalah simbol berbentuk kepala kambing di dalam sebuah pentagram terbalik. Simbol ini mengacu pada berhala dalam tradisi Pagan yang disembah oleh Ordo Ksatria.

Simbol ini dulunya dipercaya sebagai pelindung para prajurit di medan perang selama periode Perang Salib Kedua.

2. Ankh

Ankh adalah simbol yang berasal dari kebudayaan Mesir. Simbol ini muncul di berbagai peninggalan bersejarah yang melambangkan kesuburan.

Simbol ankh digunakan para pemuja setan untuk melambangkan tempat diadakannya misa hitam.

3. Salib Keraguan

Salib keraguan adalah simbol yang juga sering digunakan para pemuja setan untuk mengidentifikasikan diri mereka. Salib keraguan ini merupakan salib dalam kepercayaan Kristen yang dipasang terbalik.

Sesaui sebutannya, salib kerabuan ini digunakan para pemuja setan untuk menggambarkan keraguan mereka terhadap keberadaan Tuhan.

4. Angka 666

Simbol satanic lainnya adalah angka 666. Simbol ini menggambarkan jumlah setan yang dideskripsikan di dalam Kitab Wahyu.

5. Pentagram

Simbol lain yang dinilai menggambarkan para pemuja setan adalah pentagram terbalik. Pentagram adalah bentuk bintang sudut lima yang dibuat terbalik.

Simbol ini digunakan para pemuja setan untuk mengkritik ajaran Kristen yang melambangkan lima luka Yesus Kristus.

Baca juga artikel terkait SATANIC atau tulisan lainnya dari Yonada Nancy

tirto.id - Sosial budaya
Penulis: Yonada Nancy
Editor: Iswara N Raditya