Menuju konten utama

Apa Itu Asesmen MPLS Ramah, Instrumen, dan Penjelasannya?

MPLS Ramah 2026 memiliki serangkaian tes atau asesmen. Ketahui instrumen asesmen beserta penjelasannya.

Apa Itu Asesmen MPLS Ramah, Instrumen, dan Penjelasannya?
Ilustrasi siswa. ANTARA FOTO/Jessica Wuysang/rwa.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah 2026 memiliki serangkaian asesmen atau tes. Ketahui waktu pelaksanaan beserta instrumen dan penjelasannya.

MPLS Ramah merupakan kegiatan pertama bagi murid baru untuk menumbuhkan dan memperkuat karakter serta profil lulusan. Pelaksanaan dilakukan dengan memuliakan dan menghormati hak anak melalui pengalaman belajar yang berkesadaran, bermakna, dan bergembira.

Waktu pelaksanaan MPLS Ramah 2026 berlangsung selama 5 hari pada minggu pertama awal tahun ajaran. Nantinya, murid baru akan mendapat materi MPLS yang meliputi materi utama dan pilihan.

Materi utama harus dilaksanakan oleh sekolah. Sedangkan materi pilihan dipilih sesuai dengan ciri khas dan kebutuhan sekolah.

Adapun materi utama paling sedikit meliputi gerakan tujuh kebiasaan anak Indonesia hebat, pagi ceria, dan sopan serta santun bermedia sosial. Tak lupa juga budaya senyum, salam, sapa, sopan, dan santun.

Apa Itu Asesmen MPLS Ramah?

Asesmen MPLS Ramah merupakan serangkaian tes selama MPLS. Tujuannya memberikan gambaran awal mengenai kondisi, potensi, kemampuan, kesehatan, dan karakteristik murid baru.

Gambaran awal tersebut berguna sebagai dasar bagi sekolah dan orang tua dalam merancang pembelajaran, pendampingan, dan layanan pengembangan murid yang sesuai kebutuhan.

Adapun manfaat dari tes atau asesmen adalah membantu sekolah dan orang tua dalam memahami kondisi awal, potensi, kebutuhan belajar, serta kebutuhan pendampingan murid baru agar dukungan di sekolah dan di rumah dapat diberikan secara lebih tepat.

Berikut ini tanggal penting pelaksanaan tes MPLS Ramah untuk tiap jenjang:

  • TK dan SD: 6–26 Juli 2026
  • SMP, SMA, dan SMK: 13–24 Juli 2026

Instrumen Asesmen MPLS Ramah dan Penjelasannya

Dalam pelaksanaan Asesmen MPLS Ramah, terdapat beberapa instrumen yang perlu dilalui para murid baru. Instrumen ini juga berlaku bagi orang tua murid TK.

Tujuan instrumen adalah mengetahui identifikasi awal kondisi sosial-emosional dan konsentrasi belajar. Di samping itu, untuk mengetahui kemampuan literasi membaca dan numerasi, bakat dan minat, serta deteksi dini.

Berikut ini rangkaian tes atau instrumen dalam Asesmen MPLS Ramah 2026 sesuai materi Paparan MPLS Ramah 2026 dikutip laman resmi MPLS Kemendikdasmen:

No.

Jenis Tes

Sasaran

Waktu

Pengelola Formulir

1.

Identifikasi bakat dan minat

Orang tua SD

Sosialisasi MPLS

Kemendikdasmen

Murid SMP, SMA/SMK

Hari ketiga MPLS

Kemendikdasmen

2.

Asesmen literasi membaca dan menulis untuk MPLS

Murid SMP, SMA/SMK

Hari ketiga MPLS

Kemendikdasmen

3.

Identifikasi awal kondisi sosial-emosional dan konsentrasi belajar

Orang tua Tk, SD

Sosialisasi MPLS

Kemendikdasmen

Murid SMP, SMA/SMK

Hari ketiga MPLS

Kemendikdasmen

4.

Asesmen kebugaran

Murid TK, SD, SMP, SMA/SMK, SLB*

Sosialisasi MPLS

Kemendikdasmen

Murid SMP, SMA/SMK

Hari kedua MPLS

Kemendikdasmen

5.

Deteksi dini Budaya Sekolah Aman Nyaman (BSAN)

Orang tua TK, SD, Murid SMP, SMA/SMK

Sosialisasi selama dan/atau pasca-MPLS

Sekolah

6.

Skrining murid berkebutuhan khusus**

Guru TK, SD, SMP, SMA/SMK

Sosialisasi selama dan/atau 3 bulan pasca-MPLS

Sekolah

*Khusus SLB hanya mengikuti identifikasi massa tubuh.

**Hanya dilakukan jika tidak memiliki akses ke ULD, Faskes, Psikolog, dan SLB.

Aksi ekologi di masa akhir MPLS di Bandung

Pelajar melakukan bersih-bersih saat mengikuti aksi ekologi di Taman Monumen Perjuangan, Bandung, Jawa Barat, Jumat (18/7/2025). ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/rwa.

Kemudian, berikut ini penjelasan tiap instrumen Asesmen MPLS Ramah 2026, dilansir dari laman resmi MPLS Ramah Kemendikdasmen:

Identifikasi Kondisi Sosial-Emosional dan Konsentrasi Belajar Murid

Instrumen “Identifikasi Awal Kondisi Sosial-Emosional dan Konsentrasi Belajar Murid” berisi 17 pernyataan yang digunakan untuk membantu sekolah dan orang tua/wali murid mengenali lebih awal bagaimana murid bersikap di rumah dan sekolah serta terhadap teman dan keluarga.

Identifikasi awal kondisi sosial-emosional dan konsentrasi belajar murid bertujuan membantu sekolah dan orang tua/wali murid melakukan deteksi awal bagaimana murid bersikap di rumah dan sekolah serta terhadap teman dan keluarga.

Hasil dari identifikasi awal memberikan gambaran apakah terdapat masalah yang membutuhkan pendampingan dari orang tua, guru, atau profesional.

Asesmen Literasi dan Numerasi untuk MPLS

Dalam kegiatan MPLS, pengukuran literasi membaca dan numerasi dilakukan untuk memperoleh kemampuan murid dalam memahami, menggunakan, mengevaluasi, dan merefleksikan berbagai jenis teks untuk menyelesaikan permasalahan sehari-hari.

Selain itu, kemampuan ini juga digunakan untuk memahami dan mengolah bacaan, menafsirkan informasi, serta menggunakan konsep matematika dasar dalam berbagai konteks yang relevan.

Hasil asesmen ini digunakan sebagai bahan awal bagi sekolah untuk merancang pembelajaran, memberikan penguatan, dan melakukan diferensiasi pembelajaran sesuai kebutuhan murid.

Identifikasi Bakat dan Minat

Identifikasi bakat dan minat adalah proses untuk mengenali kecenderungan potensi/kemampuan serta ketertarikan murid dalam berbagai bidang atau aktivitas.

Melalui kegiatan ini, sekolah memperoleh gambaran awal mengenai bidang-bidang yang cenderung menjadi potensi/kemampuan serta serta ketertarikan pada bidang aktivitas yang sesuai dengan tahap perkembangannya.

Hasil tersebut dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan bagi sekolah, guru, dan orang tua/wali dalam merancang layanan pembinaan, pendampingan, serta pengembangan diri yang lebih tepat sasaran sesuai karakteristik murid.

Asesmen Kebugaran

Asesmen Kebugaran merupakan instrumen deteksi dini yang bertujuan memperoleh gambaran awal mengenai kondisi kebugaran dan kesehatan fisik peserta didik melalui pengukuran Identifikasi Massa Tubuh (IMT), cek denyut jantung, dan tes fleksibilitas.

Hasil asesmen digunakan sebagai data awal bagi sekolah untuk mengenali kondisi fisik murid, mendukung perencanaan layanan kesehatan dan pembinaan kebugaran, serta membantu mewujudkan lingkungan belajar yang sehat, aman, dan mendukung tumbuh kembang peserta didik secara optimal.

Deteksi Dini

Mengenali karakteristik dan kebutuhan perkembangan murid sebagai dasar pemberian layanan pendidikan yang sesuai sejak awal masuk sekolah.

Hasil deteksi dini digunakan untuk membantu sekolah menyiapkan pembelajaran, pendampingan, dan layanan yang aman, nyaman, inklusif, serta sesuai dengan kebutuhan setiap murid.

Pembaca bisa mengakses artikel mengenai MPLS melalui tautan berikut ini:

Kumpulan Artikel MPLS 2026

Baca juga artikel terkait MPLS atau tulisan lainnya dari Umu Hana Amini

tirto.id - Edusains
Kontributor: Umu Hana Amini
Penulis: Umu Hana Amini
Editor: Beni Jo