tirto.id - Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, mengakui bahwa swasembada kedelai masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi pemerintah. Di tengah keberhasilan pengelolaan pangan beras, komoditas kedelai dinilai masih tertinggal jauh dengan tingkat ketergantungan impor yang tinggi.
"Beras, pangan selesai. Kalau kedelai itu belum. Jauh. Kita impor 2,4 juta ton dari kebutuhan total 2,6-2,7 juta ton. Ini yang paling jauh," ujar Amran saat panen raya kedelai di Nganjuk, Jawa Timur, dikutip Senin (18/5/2026).
Untuk mengejar target produksi, Amran menekankan komitmennya menggandeng berbagai pihak, termasuk TNI AL dan pemerintah daerah. Ia optimistis target jangka panjang bisa tercapai berkat dukungan Panglima TNI.
"Pak Kasal, Pak Panglima luar biasa mensupport. Aku yakin ini bisa selesai," ucapnya.
Amran bahkan memasang target untuk memutus ketergantungan Indonesia pada impor. Dalam tiga tahun ke depan, jika mampu menanam kedelai di lahan seluas 1 juta hektare, hasilnya bukan hanya swasembada, melainkan bisa tembus ekspor.
"Kita tanam 1 juta hektare, itu bukan swasembada tapi ekspor. Dan pasti bisa, asal kita kolaborasi," tambahnya.
Amran menjamin kesiapan anggaran secara langsung. Para bupati dan Pangdam diminta tak ragu karena pemerintah pusat akan menanggung biaya irigasi, pompa air, hingga penyediaan bibit unggul.
"Pompanya kami tanggung, anggarannya kami tanggung. Keahliannya anggota Bapak (TNI) bibit kalau perlu kami kasih. Kami langsung penuhi anggarannya, enggak masalah. Irigasi kita selesaikan," tutur Amran.
====
Adendum
Redaksi tirto.id mengubah judul artikel ini untuk menjaga akurasi berita. Pada versi sebelumnya, artikel berjudul: "Amran Blak-blakan Kedelai Belum Swasembada, Impor 2,7 Juta Ton". Terima kasih atas perhatian dan koreksi dari pembaca.
Penulis: Nanda Aria
Editor: Hendra Friana
Masuk tirto.id





































