Pemilu Serentak 2024

Ambisi Kaesang Bawa PSI Lolos Ambang Batas Parlemen, Realistis?

Reporter: Andrian Pratama Taher, tirto.id - 27 Sep 2023 12:00 WIB
Dibaca Normal 4 menit
Saidiman mengatakan, Kaesang Pangarep akan membuat PSI punya modal politik lebih kuat untuk mengembangkan pengaruh ke pemilih muda.
tirto.id - Kaesang Pangarep memasang target tinggi usai ditunjuk sebagai ketua umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Putra bungsu Presiden Joko Widodo itu berambisi agar PSI meraup suara minimal 4% atau lolos syarat ambang batas parlemen pada Pemilu 2024.

“Target saya ya, insyaallah PSI lolos parlementary threshold 4 persen, dan Fraksi PSI akan ada di Senayan di 2024 nanti,” kata Kaesang di hadapan para kader di Kopdarnas PSI, Djakarta Theater, Jakarta, Selasa (26/9/2023).

Kaesang juga memaparkan soal target ceruk pemilih PSI di masa depan. Ia memastikan, PSI akan mengincar nasionalis muda dan nasionalis berjiwa muda. PSI akan menerima para nasionalis yang bosan praktik korupsi, diskriminasi, dan mengejar kesejahteraan secara nyata.

“Nah, ini mereka adalah Jokower sejati yang percaya pembangunan 5 tahun terakhir harus dilanjutkan. Bahkan harus ditingkatkan,” kata Kaesang.

Kaesang juga meminta bantuan para relawan Jokowi yang hadir di acara Kopdarnas untuk mendukungnya pada Pemilu 2024. Sebagai catatan, sejumlah relawan Jokowi ikut hadir dalam Kopdarnas, antara lain: Projo, KJI, Sekber Jokowi Nusantara, Alap-Alap Jokowi, Solidaritas Ulama Muda Jokowi, Srikandi Jokowi, Arus Bawah Jokowi, dan Timbul Sehati atau Tim Jokowi.

Kaesang berharap agar PSI bisa menjadi rumah mereka di Pemilu 2024. “Dengan kerendahan hati saya, saya minta bantuan kerja sama dan dukungan para relawan dan pendukung Pak Jokowi yang belum terafiliasi dengan partai tertentu agar menjadikan PSI sebagai rumah bersama, rumah yang ramah bagi para nasionalis muda demi Indonesia maju,” kata Kaesang.

Kopdarnas PSI
Kaesang dan Raja Juli jadi Ketum dan Sekjen PSI 2023-2028 di Djakarta Theater, Jakarta, Senin (25/9/2023). (Tirto.id/Andrian Pratama Taher)

Mungkinkah PSI Lolos Parlemen di Bawah Nakhoda Kaesang?

Target Kaesang agar suara PSI tembus 4 persen pada Pileg 2024 cukup ambisius. Sebagai gambaran, dalam debutnya sebagai peserta pemilu pada 2019, PSI memperoleh suara 2.650.361 atau sama dengan 1,89 persen. Dengan perolehan itu, PSI belum berhasil menuju Senayan, sebab tidak memenuhi ambang batas parlemen sebesar 4 persen. Namun, PSI berhasil dapat 13 kursi di DPRD I atau tingkat provinsi dan 60 kursi di DPRD Kabupaten/Kota.

Pada Pemilu 2024, sejumlah lembaga survei kembali memprediksi PSI tidak akan lolos parlemen. Mengutip survei nasional yang dilakukan Indikator [PDF] periode 15-21 Juli 2023, PSI hanya mengantongi 0,6 persen suara. Survei ini melibatkan 1.811 responden denga angka margin of error 2,35 persen.

Temuan yang sama juga tercermin dalam survei nasional Voxpol Center periode 24 Juli hingga 2 Agustus 2023. Survei ini melibatkan 1.200 responden dengan angka margin of error 2,83 persen. Berdasarkan temuan survei, PSI merupakan parpol dengan tingkat keterkenalan 45,8 persen dan tingkat kesukaan 21,9 persen. Akan tetapi, elektabilitasnya hanya di angka 0,3 persen.



Meski demikian, analis politik dari SMRC, Saidiman Ahmad menilai, target 4 persen bisa saja dicapai PSI pada Pileg 2024 setelah Kaesang merapat. Sebab, kata Saidiman, PSI sudah lama berkiprah di kancah perpolitikan nasional dan punya legislator di daerah. Kiprah legislatif dan aksi kader di daerah bisa menjadi bukti komitmen PSI kepada masyarakat.

“Ditambah dengan kehadiran Kaesang, modal politik itu, jika dimaksimalkan, bisa meningkatkan dukungan publik pada PSI minimal melewati ambang batas parlemen 4 persen,” kata Saidiman saat dihubungi reporter Tirto, Selasa (26/9/2023).

Saidiman mengatakan, Kaesang adalah figur publik yang populer, terutama bagi para pemilih PSI. Ia mengatakan, Kaesang akan membuat PSI punya modal politik lebih kuat untuk mengembangkan pengaruh kepada pemilih muda.

“Selain itu, melalui Kaesang, mungkin ini juga bisa membangun asosiasi yang lebih dekat antara PSI dan Jokowi. PSI potensial menampung suara pendukung Jokowi yang kurang terwakili oleh partai besar pendukung pemerintah,” kata Saidiman.

Saidiman mengatakan, relawan Jokowi belum tentu mendukung PSI setelah Kaesang menjadi ketua umum. Akan tetapi, kehadiran Kaesang bisa memperkuat brand PSI sebagai partai pendukung pemerintah yang mendorong pembangunan ekonomi.

Lantas, apakah ada suara partai yang berpotensi tergerus akibat ambisi Kaesang membawa PSI memenuhi target 4 persen? Terkait ini, Saidiman menilai, perlu ada kajian lebih lanjut.

“Tapi secara umum, pemilih PSI punya irisan dengan pemilih PDI Perjuangan. Namun tidak otomatis naiknya suara PSI akan menggerus PDI Perjuangan. Walaupun sama-sama nasionalis, namun ada potensi PSI menampung suara kelompok nasionalis yang selama ini kritis pada PDI Perjuangan," kata Saidiman.

Sementara itu, analis politik dari IPSOS Public Affair, Arif Nurul Imam melihat, potensi Kaesang bisa membawa PSI dengan suara 4 persen. Akan tetapi, ia memberi catatan bahwa Kaesang harus segera menentukan strategi politik yang tepat di tengah waktu perbaikan pendaftaran caleg yang mepet dan menjelang kampanye.

“Kalau kemudian Kaesang bekerja dan melakukan strategi politik yang tepat, saya kira ini masih bisa, ini DCS. DCT [Daftar Caleg Tetap] Oktober. Kalau dapat menata caleg-caleg di dapil dengan tokoh-tokoh atau caleg-caleg yang memiliki daya dongkrak elektabilitas, tentu akan mendapat kursi itu,” kata Imam, Selasa (26/9/2023).

Imam menilai, Kaesang punya modal besar sebagai anak presiden. Ia perlu mengelola modal politik yang dimiliki saat ini untuk menarik para calon pemilih. Imam menganalogikan, Kaesang sebagai magnet pemilih lantaran anak Jokowi. Kaesang bisa menggunakan magnet itu untuk memilih caleg yang mau merapat.

“Kita tahu juga di beberapa dapil, PSI tidak memiliki caleg. Tinggal mengisi posisi kursi yang kosong atau menggeser daftar caleg sementara yang masih bisa digeser sampai DCT nanti,” kata Imam.


Kaesang Pangarep terpilih jadi Ketua Umum PSI
Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) terpilih Kaesang Pangarep (tengah) melambaikan tangan ke arah kader-kader usai menyampaikan orasi politiknya dalam Kopi Darat Nasional (Kopdarnas) PSI di Jakarta, Senin (25/9/2023). ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/foc.


Imam pun menilai, Kaesang bisa menggunakan relawan Jokowi untuk menambah suara. PSI, kata Imam, bisa digunakan sebagai kanal politik para relawan untuk masuk ke dunia politik. Oleh karena itu, ia membuka peluang Kaesang bisa membawa suara 4 persen untuk PSI meski masih ada potensi gagal lolos parlemen.

“Kalau dilihat dari resource politik, saya kira realistis, tetapi apakah kemudian strateginya akurat atau enggak, itu yang akan menentukan lolos atau enggaknya,” kata Imam.

Sementara terkait suara partai apa yang berpotensi direbut PSI, Imam enggan menjawab secara spesifik. Akan tetapi, ia mengingatkan bahwa pemilih mengambang (swing voters) Indonesia mencapai 80 persen. PSI bisa mengambil ceruk dari pemilih mengambang tersebut.

Di sisi lain, Imam mengingatkan, Kaesang tidak lepas dari pengaruh Jokowi. Dalam salah satu survei, ada pengaruh Jokowi bagi pemilih. Sebagai catatan, survei Litbang Kompas mencatat, 15 persen pemilih dari 1.200 responden bersedia mengikuti pilihan Jokowi. Ia menilai, PSI bisa mendapatkan setidaknya 5 persen elektabilitas dari endorse Jokowi lewat Kaesang.

Respons Kader PSI

Politikus PSI, Dini Purnowo optimis partainya bisa mendapat suara hingga 4 persen di bawah komando Kaesang. Akan tetapi, ia menekankan bahwa semua kader tetap akan bekerja keras dan bukan faktor Kaesang semata.

“Yang jelas dengan masuknya Mas Kaesang, kan, energi baru, big booster, tapi tetap ini semua harus kerja bareng,” kata Dini di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (26/9/2023).

Dini yakin para kader partai dari tingkat pengurus pusat hingga ranting akan bekerja keras untuk mengejar suara 4 persen. Ia juga optimistis, target PSI di tangan Kaesang bisa terpenuhi.

Dini yang yang juga Stafsus Presiden Jokow ini mengatakan, PSI sudah memiliki lebih banyak 2 hingga 3 kali jumlah caleg dibandingkan masa lalu. Kehadiran Kaesang pun akan mendorong mesin PSI saat ini untuk lolos parlemen.

Menurut Dini, PSI tidak hanya mengandalkan Kaesang sebagai ketua umum, melainkan semua kader ikut memenangkan PSI. “Ini semua harus kerja bareng dari semua angle kolaborasi, termasuk tadi itu jumlah caleg kita juga jauh lebih daripada Pemilu 2019,” kata Dini.


Baca juga artikel terkait PEMILU 2024 atau tulisan menarik lainnya Andrian Pratama Taher
(tirto.id - Politik)

Reporter: Andrian Pratama Taher
Penulis: Andrian Pratama Taher
Editor: Abdul Aziz

DarkLight