tirto.id - Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Galuga di Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat bakal ditutup secara bertahap mulai akhir tahun 2025.
Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor, Teuku Mulya, mengatakan pengelolaan sampah secara open dumping sudah ketinggalan zaman. Mekanismenya hanya pembuangan sampah langsung ke TPAS Galuga tanpa penanganan, pengamanan, atau pengolahan khusus.
"TPAS Galuga itu secara perlahan-lahan kita akan tutup karena mekanisme pengelolaan open dumping sudah tidak zamannya lagi," ujar Teuku kepada wartawan, Rabu 27 Agustus 2025.
Berkelidan dengan itu, rencana penutupan TPAS Galuga juga tidak lepas dari insiden kecelakaan yang memakan korban jiwa beberapa waktu lalu. “Artinya banyak permasalahan [open dumping di TPAS Galuga,” imbuhnya.
Teuku menyebut, mekanisme pengelolaan yang akan diberlakukan di TPAS Galuga nantinya adalah sanitary landfill. Metode ini memadatkan sampah dan menutupnya setiap hari dengan lapisan tanah.
"Jadi ditutup dan dibuat sanitary. Nah, ditutupnya secara bertahap mulai dari akhir tahun ini [2025] sampai 2026, itu kita akan tutup secara bertahap," jelasnya
Solusi lainnya, yang akan dicoba adalah melakukan pengelolaan sampah di TPAS Galuga dengan mekanisme Refuse Derived Fuel (RDF).
"Sekarang kita urug dulu ke samping supaya nanti timbunannya ga terlalu tinggi dan nanti secara bertahap akan kita uruk dengan tanah, lalu dibuat terasering dan bronjongnya supaya bisa dilakukan sanitary landfill," tuturnya.
Teuku berharap, dengan beberapa cara tersebut nantinya tidak terulang kembali kejadian longsornya timbunan sampah yang mengakibatkan orang kehilangan nyawa.
"Selebihnya solusi-solusi seperti ini yang kita harapkan, supaya timbunan sampah yang ada di Kabupaten Bogor yang tidak sesuai dengan TPAS Galuga tersolusikan," tuturnya.
Diketahui, korban tewas di TPAS Galuga Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN) DLH Kota Bogor berinisial AHM.
Korban berusia 49 tahun itu tewas saat melaksanakan aktivitas kerjanya di kawasan lahan milik Pemkot Bogor di TPAS Galuga pada Senin 11 Agustus 2025.
Pasca kejadian itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor meningkatkan keamanan para pekerja di TPAS Galuga, Kecamatan Cibungbulang, pasca bencana longsor yang menewaskan ASN DLH Kota Bogor.
Bupati Bogor, Rudy Susmanto, mengatakan bahwa peristiwa tersebut menjadi bahan evaluasi Pemkab Bogor. Meski korban dan lokasi lahannya milik Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor, kata dia, Pemkab Bogor perlu melakukan antisipasi agar hal serupa tak kembali terjadi.
"Kami turut berduka cita atas meninggalnya salah satu operator tim pengelolaan sampah di TPAS Galuga. Walaupun itu masuk di ranah Pemkot Bogor, tapi menjadikan pembelajaran untuk kami bersama bahwa standar operasi prosedur harus kita jalankan dengan baik," kata Rudy.
Ia pun memastikan bahwa Pemkab Bogor akan meningkatkan keamanannya, dengan melengkapi alat sesuai standar bagi para pekerja.
"Siapa pun pekerja, harus kita lindungi dengan baik dan tidak ada satu orang pun yang menghendaki terjadinya bencana. Jadi, ini untuk pembelajaran kita bersama, mudah-mudahan ke depan bisa semakin baik lagi," pungkasnya.
=====
Bogor24Update.id adalah akun IG City Info yang merupakan bagian dari #KolaborasiJangkarByTirto.
Penulis: bogor24update.id
Editor: Siti Fatimah
Masuk tirto.id

































