tirto.id - Israel menyerang kawasan Lebanon selatan menggunakan drone pada Senin (12/1/2026). Seorang pengendara sepeda motor terluka akibat serangan tersebut.
Mengutip Anadolu, kantor berita Lebanon NNA melaporkan bahwa serangan tersebut menargetkan sepeda motor di sekitar Kota Tirus dan Siddiqin. Kini, korban dilaporkan tengah menjalani perawatan medis di rumah sakit.
Pengendara sepeda motor itu menjadi korban terbaru serangan militer Israel di Lebanon dalam beberapa hari terakhir.
Sebelumnya, pada Minggu (11/1), Israel menyerang Kota Bent Jbeil dan menewaskan satu orang, menurut keterangan Kementerian Kesehatan Lebanon.
Serangan di Bent Jbeil itu dilakukan pada hari yang sama dengan serangan Israel ke Kota Kfar Hatta di sebelah utara Sungai Litani. Menurut NNA, Israel menggempur kawasan itu setidaknya dengan 10 serangan.
Militer Israel mengklaim bahwa serangan di beberapa wilayah Lebanon itu dilakukan untuk menyerang kombatan dan infrastruktur Hizbullah.
"Sebagai tanggapan atas pelanggaran terus-menerus yang dilakukan Hizbullah," tutur pernyataan militer Israel, dikutip dari The New Arab.
Serangan itu meningkatkan kekhawatiran akan pecahnya kesepakatan gencatan senjata yang telah tercapai antara Israel dan Hizbullah sejak November 2024 lalu.
Israel Serang Lebanon usai Pelucutan Senjata Hizbullah
Serangan Israel ke Lebanon terjadi di tengah masa gencatan senjata dan hanya selang beberapa hari setelah militer Lebanon mengumumkan telah melucuti senjata Hizbullah di kawasan Sungai Litani.
Militer Lebanon menyatakan bahwa pelucutan senjata di Litani itu merupakan tahap pertama dari rencana nasional untuk membongkar fasilitas persenjataan Hizbullah di wilayah perbatasan, sebagaimana telah disepakati dalam perjanjian gencatan senjata.
Akan tetapi, militer Israel mengklaim bahwa upaya militer Lebanon tersebut tidak cukup. Seturut media Prancis, Le Monde, Kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengklaim bahwa pihaknya menemukan "upaya Hizbullah untuk kembali menghimpun senjata dan membangun" infrastruktur militer mereka.
Hal itu membuat mereka menyerang kawasan Kfar Hatta dan daerah lain yang diklaim jadi tempat infrastruktur militer Hizbullah berada.
Sementara itu, kendati perjanjian gencatan senjata pada 2024 lalu mewajibkan Israel menarik pasukannya di perbatasan, namun pasukan Israel hingga kini masih bersiaga di lima wilayah Lebanon selatan.
Menurut laporan teknis Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL), militer Israel juga membangun dinding beton di sekitar Yaroun, Aytaroun, dan Maroun ar Ras meskipun kawasan tersebut termasuk wilayah Blue Line yang jadi garis demarkasi penarikan pasukan.
Dalam laporan UNIFIL periode Oktober-November 2025, dinding tersebut membatasi sekitar 4.000 meter persegi lahan Lebanon, membuatnya tidak dapat diakses warga lokal.
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Ilham Choirul Anwar
Masuk tirto.id





























