Menuju konten utama

Aktivitas Gunung Semeru Masih Tinggi, 45 Erupsi dalam 6 Jam

Pos Pengamatan Gunung Semeru mencatat 45 kali erupsi dengan amplitudo 10-22 mm dan lama gempa 58-184 detik.

Aktivitas Gunung Semeru Masih Tinggi, 45 Erupsi dalam 6 Jam
Asap vulkanis keluar dari kawah Gunung Semeru dari Kecamatan Pronojiwo, Lumajang, Jawa Timur, Jumat (14/11/2025). Berdasarkan data PVMBG selama periode pengamatan Rabu (13/11) Gunung Semeru tercatat mengalami 143 kali erupsi dengan amplitudo 12–22 mm selama 72–188 detik sehingga warga diimbau untuk tidak beraktivitas dalam radius 8 km dari puncak serta 500 meter dari tepi sungai yang berhulu di Semeru. ANTARA FOTO/Irfan Sumanjaya/agr

tirto.id - Gunung Semeru yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur tercatat mengalami gempa erupsi/letusan sebanyak 45 kali selama enam jam, pada Jumat (21/11/2025) pukul 00.00-06.00 WIB.

"Untuk pengamatan kegempaan tercatat 45 kali gempa letusan/erupsi dengan amplitudo 10-22 mm, dan lama gempa 58-184 detik," kata Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Rudra Wibowo, dalam laporan tertulisnya, Jumat.

Selain erupsi, Gunung Semeru juga tercatat enam kali gempa guguran dengan amplitudo 2-4 mm dan lama gempa 40-74 detik. Terjadi pula delapan kali gempa hembusan dengan amplitudo 2-4 mm dan lama gempa 34-69 detik.

"Semeru juga mengalami lima kali gempa tektonik jauh dengan amplitudo 4-8 mm, S-P 14-16 detik dan lama gempa 25-53 detik," tuturnya.

Ia mengatakan pengamatan visual Gunung Semeru terlihat jelas hingga tertutup kabut 0-III dan asap kawah tidak teramati, serta cuaca mendung hingga hujan, angin lemah ke arah tenggara.

Rudra menjelaskan status Gunung Semeru pada Level IV atau Awas, sehingga Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) memberikan sejumlah rekomendasi yakni masyarakat tidak boleh melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 20 km dari puncak (pusat erupsi).

Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak boleh melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar.

"Masyarakat juga dilarang beraktivitas dalam radius 8 kilometer dari kawah/puncak Gunung Api Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu [pijar]," katanya.

Dikatakan pula, perlu diwaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru. Terutama, sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.

Baca juga artikel terkait ERUPSI GUNUNG SEMERU HARI INI

tirto.id - Flash News
Sumber: Antara
Editor: Siti Fatimah