Menuju konten utama

TPA Panembong Subang Terbakar Seminggu, Asap Masih Mengepul

Kebakaran akibat gas metana di eks TPA Panembong Subang sudah berlangsung sepekan. Bupati Reynaldy sebut asap dipicu pendinginan.

TPA Panembong Subang Terbakar Seminggu, Asap Masih Mengepul
Koordinasi penanganan lahan bekas Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Panembong, Kabupaten Subang yang terbakar selama satu pekan. Foto/Subang Info
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Kepulan asap pekat akibat kebakaran di lahan bekas Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Panembong, Kabupaten Subang, terus mengganggu aktivitas warga selama sepekan terakhir. Bupati Subang, Reynaldy Putra, turun langsung ke lokasi guna memastikan penanganan residu gas metana dari timbunan sampah tersebut berjalan optimal.

Reynaldy mengaku menerima banyak laporan dan keluhan warga terkait bau menyengat yang berasal dari asap kebakaran di lokasi eks TPA Panembong. Oleh sebab itu dia meninjau langsung ke lokasi untuk memastikan proses pemadaman berjalan optimal.

"Pemerintah berharap kebakaran segera dapat diatasi sehingga asap yang selama ini dikeluhkan masyarakat tidak lagi muncul," ucap Reynaldy, Jumat (17/7/2026).

Menurut Reynaldy, asap yang masih terlihat di sekitar lokasi bukan berarti api berada di permukaan, melainkan merupakan bagian dari proses pendinginan untuk memadamkan api yang masih menyala di dalam timbunan sampah.

"Kebakaran di lahan eks TPA Panembong diketahui terjadi sejak Jumat, 10 Juli 2026. Dalam upaya penanganan, Pemerintah Kabupaten Subang telah mengerahkan 40 tangki air serta puluhan personel pemadam kebakaran untuk memadamkan titik-titik api, bahkan Damkar kita siagakan di lokasi," katanya.

"Selain fokus pada proses pemadaman, Pemkab Subang juga menyiapkan langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak kembali terulang. Salah satunya dengan mengimbau masyarakat agar tidak lagi membuang sampah di lahan eks TPA Panembong," imbuhnya

Pengerahan 40 Tangki Air dan Rencana Penutupan Total

Terkait asap yang masih keluar dan mengganggu masyarakat, Reynaldy menuturkan bahwa hal tersebut merupakan residu dari proses pendinginan yang dilakukan oleh Dinas Pemadam Kebakaran Subang, BPBD, PMI, serta Tagana. Hingga hari ini, proses penanganan tersebut telah menggunakan sedikitnya 40 tangki air.

"Kalau di permukaan tidak terbakar, tapi yang di dalamnya terbakar, ketika dipadamkan asapnya keluar seperti saat membakar sate” ungkapnya

Reynaldy mengatakan, lahan eks TPA Panembong bersama titik pembuangan sampah di Jalancagak akan ditutup sebagai bagian dari upaya penataan sistem pengelolaan sampah di Kabupaten Subang.

Dalam jangka panjang, Pemkab Subang akan membangun Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) di setiap kecamatan.

"Tahun ini mulai dilakukan pembangunan empat TPS 3R, sebagai percontohan pengelolaan sampah. Ke depan di seluruh kecamatan akan ada TPS 3R," tandasnya.

Kang Rey pun menegaskan, Pemkab Subang bersama seluruh pihak terkait, terus berupaya memadamkan api, namun menghimbau masyarakat agar tidak membuang sampah ke eks TPA Panembong tersebut, agar tidak terjadi penumpukan sampah yang dapat memicu kebakaran sampah di kemudian hari.

"Kita terus berupaya agar api dan asap segera reda. Ini terus stand by bahkan per 15 menit ganti mobil tangki. Ini salah satu alasan TPA yang ditutup, tidak boleh ada kegiatan pembuangan sampah. Tolong TPA yang ditutup jangan digunakan lagi,” tegasnya.

==========

Subang Info adalah akun IG City Info yang merupakan bagian dari #KolaborasiJangkarByTirto.

Baca juga artikel terkait KEBAKARAN atau tulisan lainnya dari Subang Info

tirto.id - Flash News
Kontributor: Subang Info
Penulis: Subang Info
Editor: Siti Fatimah