tirto.id - Sejumlah massa aksi menggelar unjuk rasa pada peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) di Kota Bandung, Jumat (1/5/2026). Terdapat dua tempat yang menjadi lokasi aksi tersebut, depan Gedung DPRD Jawa Barat dan kawasan Taman Cikapayang- Pasupati.
Di depan DPRD Jabar, massa dari mahasiswa membawa berbagai tuntutan terkait kesejahteraan buruh. Poster-poster ditempel di gerbang gedung dewan, sementara orasi disampaikan bergantian menggunakan pengeras suara.
Salah satu peserta aksi, Dika (21), menyebut demonstrasi ini sebagai bentuk solidaritas lintas elemen terhadap nasib buruh. May Day bukan sekadar milik pekerja, melainkan momentum kolektif untuk memperjuangkan keadilan sosial.
“Setiap 1 Mei selalu jadi pengingat bahwa perjuangan buruh belum selesai," kata Dika kepada awak media di lokasi, Jumat.
Ia merinci sejumlah tuntutan utama yang dibawa massa. Pertama, mendesak pengesahan undang-undang ketenagakerjaan baru. Kedua, menghapus sistem outsourcing dan praktik upah murah. Ketiga, menghentikan PHK massal serta mengendalikan impor.
Selain itu, massa juga menuntut reformasi pajak, termasuk kenaikan PTKP dan penghapusan pajak THR. Mereka juga mendorong percepatan pengesahan RUU RUU Perampasan Aset.
Serta penurunan potongan aplikasi ojek online menjadi 10 persen. Dika menegaskan, aspirasi yang disampaikan tidak boleh berhenti pada pencatatan administratif semata. Ia meminta DPRD Jawa Barat mengambil langkah konkret.
“Harapannya tidak hanya didengar atau ditulis rapi, tapi ada tindak lanjut nyata,” pintanya.
Ia juga menegaskan, keikutsertaannya dalam aksi didorong oleh kondisi ayahnya yang bekerja sebagai buruh. "Saya berdiri di sini atas nama bapak saya, seorang buruh. Saya harap DPR mendengar,” tegasnya.
Sementara itu pergerakan massa juga terjadi di kawasan Taman Cikapayang hingga Pasupati.
Pantauan kontributor Tirto di lokasi tersebut, sejak pukul sekitar 17.00 WIB, massa aksi sudah memanas. Mereka mulai memblokade jalan.
Sejumlah fasilitas publik pun dirusak massa aksi tak dikenal. Seperti lampu lalu lintas, CCTV, papan jalan, layar LED hingga pos polisi yang dibakar massa. Jalanan sempat tersendat di area tersebut. Lalu sekitar pukul 19.30 WIB massa aksi mulai membubarkan diri setelah ratusan personel dikerahkan mengurai massa.
Penulis: Muhammad Nizar
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama
Masuk tirto.id





























