tirto.id - MRT Jakarta memastikan layanan perjalanan Senayan hingga Bundaran HI berhenti beroperasi sementara imbas pohon tumbang di Jalan Sisingamangaraja, Jakarta, Kamis (20/11/2025). Kepala Divisi Corporate Secretary PT MRT Jakarta, Rendy Primartantyo, memastikan layanan MRT Jakarta yang beroperasi hanya Lebak Bulus – Blok M BCA.
“Sementara untuk para pelanggan MRT, pada teman-teman MRT, sementara hanya, saat ini, MRT hanya melayani antara Blok M sampai Lebak Bulus. Sementara untuk dari Senayan sampai Bundaran HI, kita masih belum bisa melayani,” kata Rendy kepada wartawan di sekitar lokasi kejadian pada Kamis (20/11/2025).
Rendy memastikan pohon tumbang di Jalan Sisingamangaraja, Kebayoran Baru, Jakarta, Kamis (20/11/2025) pukul 10.26 WIB itu mengakibatkan kerusakan struktur dan gangguan jaringan kelistrikan operasional MRT Jakarta. Rendy pun mengaku belum bisa memastikan kapan operasional akan kembali berjalan normal. Dia memastikan, hal ini tengah koordinasikan dan pasti akan diinformasikan sesegera mungkin.
“Kami sedang berkoordinasi, kami akan update segera di kanal-kanal resmi MRT Jakarta,” katanya.
Sebagai informasi, pada saat kejadian pohon tumbang, MRT mencatat ada lima rangkaian berada di stasiun dan tiga rangkaian berada di jalur. Saat ini, proses penanganan terus dilakukan oleh tim operasional dan teknis MRT Jakarta untuk memulikan layanan.
Adapun Lurah Gunung, Elvita Rahmadani Rangkuti, mengatakan, pohon yang tumbang adalah pohon jenis Mahoni Laki, dengan diameter pohon 350 sentimeter.
Elvita menyebut, Jalan Sisingamangaraja ditutup sementara usai insiden itu. Petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU), Dinas Pertamanan dan Hutan Kota (Distamhut) serta Pemadam Kebakaran (Damkar) saat ini juga sudah terjun ke lokasi untuk melakukan penanganan.
“Semoga penutupan ini tidak berlarut-larut. Semua dari pertamanan dari PPSU, juga damkar itu sudah bekerja sama supaya lebih cepat prosesnya,” ujar Elva kepada para wartawan, Kamis (20/11/2025).
Menurut keterangan dari warga setempat, Elva menyebut pohon itu diduga sudah berusia lebih dari 100 tahun. Pasalnya, warga yang sudah tinggal di kawasan tersebut selama 70 tahun, sudah melihat pohon itu berdiri.
“100 tahun lebih [usianya] kalau kata warga tadi. Warga sudah 70 tahun di sini, ini pohon sudah ada,” sebutnya.
Penulis: Rahma Dwi Safitri
Editor: Andrian Pratama Taher
Masuk tirto.id
































