tirto.id - Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Tk. I Pusdokkes Polri atau RS Polri, Brigjen Prima Heru Yulihartono, mengungkap kondisi jasad Kepala Kantor Cabang Pembantu (KCP) BRI, Mohamad Ilham, yang sebelumnya menjadi korban penculikan dan ditemukan tewas tergeletak pada Kamis (21/8/2025) di Bekasi.
Dari hasil olah forensik, ditemukan luka akibat serangan benda tumpul di bagian dada dan leher.
"Luka-lukanya ada di bagian dada dan leher, akibat benda tumpul," kata Prima dalam konferensi pers di RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat (22/8/2025).
Prima menambahkan bahwa korban meninggal karena kekurangan oksigen akibat adanya tekanan pada tulang leher dan dada. Saat dikonfirmasi apakah hal itu akibat tekanan atau cekikan, Prima enggan menjabarkannya.
"Kemungkinan ada tekanan pada tulang leher dan dada yang menyebabkan dia kesulitan bernapas," ujarnya.
Pihak RS Polri juga mengambil uji sampel racun terhadap jasad Mohammad Ilham. Namun, hasilnya baru bisa diketahui sepekan setelah pemeriksaan.
"Kita tunggu hasilnya, biasanya satu minggu," jelasnya.
Ilham menegaskan dari hasil autopsi, tidak ada kekerasan dari benda tajam sehingga menyebabkan korban meninggal.
"Hanya benda tumpul saja," jelasnya.
Dirinya menuturkan bahwa proses autopsi telah dilakukan atas persetujuan keluarga dan permintaan visum dari Polres Jakarta Timur.
"Atas dasar surat permintaan visum Polres Jakarta Timur, dan persetujuan keluarga telah dilakukan pemeriksaan jenazah dan pemeriksaan dalam atau autopsi pada hari Kamis tanggal 21 Agustus 2025," jelasnya.
Penulis: Irfan Amin
Editor: Bayu Septianto
Masuk tirto.id

































