Menuju konten utama

9 Bulan Berjalan, BGN Catat 4.711 Orang Keracunan MBG

BGN mencatat selama 9 bulan pelaksanaan MBG tercatat setidaknya ada 4.711 orang yang terdampak kejadian luar biasa akibat keracunan MBG tersebut.

9 Bulan Berjalan, BGN Catat 4.711 Orang Keracunan MBG
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S. Deyang, Kepala BGN Dadan Hindayan, Wakil Kepala BGN, Brigjen Pol Sony Sonjaya dalam konferensi pers Makan Bergizi Gratis di Kantor BGN, Jakarta Pusat, Senin (22/9/2025). tirto.id/M. Irfan Al Amin

tirto.id - Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, mengungkapkan selama 9 bulan pelaksanaan makan bergizi gratis (MBG) hingga Senin (22/9/2025), tercatat setidaknya ada 4.711 orang yang terdampak kejadian luar biasa akibat keracunan MBG tersebut.

Dalam paparannya, Dadan menjelaskan pembagian MBG terdiri dalam 3 wilayah. Wilayah I yang ada di Kepulauan Sumatera, terdapat 7 kasus keracunan dengan total korban 1.281 orang yang tersebar di tujuh satuan pelayanan dan pemenuhan gizi (SPPG).

Jumlah korban terbanyak ada di SPPG Kota Bandar Lampung dengan 503 dari total 3.488 penerima MBG. Akibat kasus keracunan yang terjadi pada 28 Agustus 2025 lalu, 45 orang harus dirawat secara intensif di rumah sakit.

Wilayah II yang berada di Pulau Jawa dan sekitarnya, mengalami 27 kasus KLB akibat keracunan MBG dengan korban 2.606 orang. Kasus KLB terbanyak yang terjadi di wilayah II berada di SPPG Menes, Pandeglang, Banteng. Terdapat 480 dari 3.907 orang penerima yang menjadi korban keracunan MBG. Meski demikian tidak ada orang yang harus dirawat di rumah sakit pasca KLB tersebut.

Wilayah III yang terdiri dari seluruh provinsi di Pulau Kalimantan, Sulawesi, Papua, Kepulauan Maluku, Bali dan Nusa Tenggara mengalami 11 kasus KLB saat menerima dan mengonsumsi MBG. Akibatnya 824 orang harus menjadi korban akibat konsumsi MBG tersebut.

Terbaru KLB yang terjadi di SPPG Banggai, Kepulauan Tinangkung pada 17 September 2025. Terdapat 339 siswa yang keracunan akibat mengonsumsi MBG dan semuanya masih dalam perawatan oleh pihak rumah sakit akibat kasus tersebut.

Menanggapi kasus keracunan yang terjadi di banyak wilayah tersebut, Dadan menunjuk wakilnya yaitu Nanik S. Deyang untuk menjadi kepala investigasi atas kasus yang terjadi di berbagai daerah pasca mengonsumsi MBG tersebut. Dia berjanji akan terus meningkatkan prosedur pelayanan MBG kepada seluruh penerima baik siswa di sekolah maupun ibu dan anak di Posyandu.

"Maka oleh sebab itu kita tingkatkan betul kewaspadaannya, dan kemudian Alhamdulillah sekarang ada tambahan wakil yang bisa meng-handle, dan saya agak tenang karena mulai dibentuk tim investigasi dan mungkin juga ada Satgas terkait," kata Dadan.

Untuk memperbaiki keadaan dan mengurangi potensi keracunan akibat mengonsumsi MBG, BGN berencana membangun Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi yang ada di setiap kabupaten dan kantor regional di setiap provinsi. Dadan menyebut bahwa kantor-kantor tersebut dibentuk demi mempersingkat rentang kendali pelayanan MBG di seluruh Indonesia.

"Kami sedang menyusun Kantor Pelayanan, Pemenuhan Gizi di hampir setiap kabupaten, dan kami juga akan buat kantor regional yang ada di setiap provinsi, untuk memperpendek rentang kendali dan itu baru akan efektif tahun 2026," jelasnya.

Meski dilanda isu keracunan dari sejumlah penerima MBG, namun Dadan tetap optimis bahwa program flagship pemerintah tersebut dapat terus berjalan. Dia berargumen bahwa selama 9 bulan berjalan, BGN telah menyebarkan satu miliar porsi MBG kepada seluruh anak, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita di seluruh Indonesia.

"Perlu Anda ketahui bahwa sampai hari ini Badan Gizi Nasional sudah membuat satu miliar porsi makan jadi," terangnya.

Baca juga artikel terkait MAKAN BERGIZI GRATIS atau tulisan lainnya dari Irfan Amin

tirto.id - Flash News
Reporter: Irfan Amin
Penulis: Irfan Amin
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama