Menuju konten utama

700 KPM Penerima Bansos di Kota Cirebon Terblokir Akibat Judol

Data yang terblokir merupakan data dari Kementerian Sosial yang dapat dilihat dari aplikasi Siks-NG.

700 KPM Penerima Bansos di Kota Cirebon Terblokir Akibat Judol
Siituasi Kantor Dinas Sosial. foto/Cirebon Banget
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Sebanyak 700 keluarga penerima manfaat (KPM) di Kota Cirebon diblokir dari daftar Bantuan Langsung Tunai Sementara Kesejahteraan Rakyat (BLTS Kesra) dan bantuan sosial lainnya. Pemblokiran ini diduga akibat penerima manfaat terlibat judi online (judol).

Kepala Bidang Dayalinjamsos Dinas Sosial Kota Cirebon, Agus Syahron, megungkap awalnya ada 200 KPM yang diblokir dari data penerima manfaat.

“Awalnya itu yang diblokir ada 200 lalu bertambah menjadi 400, dan sekarang bertambah menjadi 700 KPM yang diblokir akibat dugaan judi online,” katanya diwawancarai di Dinas Sosial Kota Cirebon, Selasa (25/11/2025).

Data yang terblokir sendiri merupakan data dari Kementerian Sosial yang dapat dilihat dari aplikasi Siks-NG.

Berdasarkan data BNBA (By Name By Address) dari Kementerian Sosial, terdapat lebih dari 17.000 KPM di Kota Cirebon yang menerima bantuan sosial. Khusus BLTS Kesra, terdapat 13.960 KPM yang mendapatkan bantuan.

Sebanyak 13.960 penerima tersebut, rinciannya adalah 5.164 untuk Kecamatan Harjamukti, 2.215 untuk Kecamatan Kejaksan, 2.645 untuk Kecamatan Kesambi, 2.820 untuk Kecamatan Lemahwungkuk, dan 1.116 untuk Kecamatan Pekalipan.

“Selain karena judi online, banyak data yang terblokir dikarenakan KPM masuk dalam pengurusan PT atau CV. Lalu ada juga KPM yang menggunakan daya 1.300 watt atau lebih, ada juga KPM yang tidak ada di tempat, dan meninggal,” jelasnya.

Agus bilang, dengan adanya pemadanan data yang dilakukan oleh sembilan kementerian dan satu lembaga muncul alur digital keuangan masing-masing KPM.

“Jadi kalau yang terblokir karena judol itu keterangannya bantuan sosial tidak digunakan sebagaimana peruntukannya, halus bukan secara langsung karena judol,” paparnya.

Untuk BLTS Kesra sendiri, mengambil data dari desil satu sampai dengan desil empat.

Sementara itu, Plt Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Cirebon, Ujang Mauludin, mengatakan di Kota Cirebon tingkat kemiskinan sampai dengan 2024 sebesar 9,04%.

Sementara, untuk jumlah Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) tahun 2024 TPT sebesar 6,29% naik di tahun 2025 menjadi 6,41%.

“Di Kota Cirebon sendiri kenaikan angka pengangguran dikarenakan adanya dampak dari pemberhentian usaha penambangan ilegal yang ada di Argasunya, selain itu penduduk Kota Cirebon yang bekerja diluar kota ada beberapa yang mengalami PHK,” jelasnya.

===============

Cirebon Banget adalah akun IG City Info yang merupakan bagian dari #KolaborasiJangkarByTirto.

Baca juga artikel terkait BANTUAN PKH atau tulisan lainnya dari Cirebon Banget

tirto.id - Flash News
Kontributor: Cirebon Banget
Penulis: Cirebon Banget
Editor: Siti Fatimah