tirto.id - Jembatan Gantung Merah Putih Pongpet di Pangandaran, Jawa Barat ambruk sebagian ketika diresmikan bupati pada Minggu (30/8/2026). Jembatan itu merupakan proyek yang dikerjakan Kodim 0625 dan YON TP Pangandaran. Berikut sejumlah fakta terkait insiden tersebut.
Ambruknya jembatan tersebut dilaporkan terjadi pada Minggu sore lalu. Material jembatan disebut mengalami kerusakan dan ambruk sebagian ketika sejumlah pejabat tengah menjajal fasilitas baru tersebut.
Video yang merekam detik-detik ambruknya jembatan itu kemudian viral di internet. Rekaman video yang viral tersebut tampak di ambil dari sisi masyarakat yang menonton proses peresmian jembatan, sehingga memperlihatkan bagaimana jembatan ambruk dengan jelas.
Pembangunan jembatan itu sendiri dilakukan oleh Kodim 0625/Pangandaran. Semula, proyek jembatan itu disebut sebagai upaya TNI AD untuk membantu aktivitas warga setempat. Pada masing-masing sisi jembatan, plang bertuliskan “Negara Hadir untuk Rakyat” terpasang, lengkap dengan logo TNI AD dan instansi militer di bawahnya yang terlibat dalam proses pembangunan jembatan.
Fakta-Fakta Ambruknya Jembatan Gantung Pongpet
Imbas insiden yang terjadi pada Minggu tersebut, jembatan gantung Pongpet di Pangandaran itu kini ditutup sementara. Proses perbaikan dilaporkan tengah dilakukan agar jembatan dapat kembali digunakan.
Sementara itu, berikut sejumlah fakta terkait ambruknya Jembatan Gantung Pongpet di Kabupaten Pangandaran tersebut.
1. Kronologi Kejadian
Berdasarkan kronologi kejadiannya, ambruknya Jembatan Gantung Pongpet itu terjadi pada Minggu sore. Kala itu, jembatan tengah diresmikan oleh para pejabat terkait.Kemudian, sekitar pukul 16.00 WIB, para pejabat dan rombongannya melakukan uji coba langsung untuk melintasi jembatan baru tersebut. Bupati Pangandaran Citra Pritriyami, Dandim 0625 Pangandaran Letkol Czi Citra Kurniawan, dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Pangandaran Ling Ling Nugraha Senjaya turut serta dalam uji coba tersebut.
Selain ketiga pejabat tersebut, ikut pula rombongan mereka berjumlah kurang lebih total 50 orang. Mereka semua lalu berjalan dari satu sisi jembatan ke sisi yang lain.
Akan tetapi, ketika rombongan pejabat sampai di tengah jembatan sepanjang 60 meter itu, struktur jembatan mengalami kerusakan. Tiba-tiba, jembatan ambruk, membuat semua orang panik.
Beruntung, tak semua tali penyangga jembatan ikut rusak. Sebagian tali penyangga masih mampu menahan jembatan sehingga para korban dapat dievakuasi dengan segera.
2. Jembatan Pongpet Ambruk Akibat Kelebihan Beban
Pada Senin (31/8), Dinas Penerangan TNI AD (Dispenad) membuat klarifikasi khusus untuk menjelaskan insiden ambruknya jembatan. Menurut Dispenad, jembatan yang baru rampung dibangun Kodim 0625/Pangandaran itu ambruk karena kelebihan beban.Dalam keterangannya, pihak Dispenad menyebut ambruknya jembatan terjadi ketika tali sling pada sisi kiri jembatan tak kuat menahan beban sekitar 50 orang yang melintas bersamaan. Hal itu membuat tali sling “terlepas dari pengikat utama dan menyebabkan jembatan menjadi miring”.
Dispenad juga menerangkan jembatan tidak runtuh sepenuhnya. Struktur utama jembatan disebutnya “tetap berada pada posisinya”.
3. Semua Korban dalam Kondisi Selamat
Menurut keterangan pihak kepolisian setempat, tidak ada korban jiwa dalam insiden ambruknya jembatan di Pangandaran. Seluruh pejabat yang hadir juga dilaporkan selamat dari insiden tersebut.Bupati Pangandaran Citra Pritriyami, Dandim 0625 Pangandaran Letkol Czi Citra Kurniawan, dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Pangandaran Ling Ling Nugraha Senjaya juga disebut selamat dalam insiden tersebut.
Hal tersebut juga telah dikonfirmasi pihak Pemerintah Daerah Pangandaran. Bagian Humas Pemda Pangandaran memastikan bahwa insiden pada Minggu sore tersebut tidak menyebabkan korban jiwa.
Akan tetapi, sejumlah korban disebut mengalami luka-luka akibat insiden tersebut. Luka juga dilaporkan dialami para pejabat yang turut jadi korban ambruknya jembatan.
4. Bupati Pangandaran Citra Pitriyami Alami Memar
Bupati Pangandaran Citra Pitriyami dilaporkan mengalami luka memar akibat ambruknya jembatan gantung di Cijulang, Pangandaran. Luka tersebut dialaminya setelah terbentur kawat jembatan saat ambruk.Pihak Pemda Pangandaran menyebut luka memar itu dialami Citra Pitriyami pada bagian tangannya. Namun, kondisi itu tak menyebabkan masalah serius.
Selain memar, Citra Pitriyami juga disebut sempat mengalami syok akibat insiden itu. Dalam sebuah video yang beredar di internet, Citra Pitriyami sampai harus ditenangkan setelah dievakuasi.
Citra Pitriyami juga bukan satu-satunya korban luka akibat insiden ini. Jumlah korban luka tak diungkap pihak berwenang, namun Kepala Dinas PU Ling Ling Nugraha Senjaya dikonfirmasi turut mengalami luka lecet.
5. Jembatan Pongpet Akses ke Kampung Budaya Margacinta
Jembatan Gantung Pongpet yang ambruk pada Minggu tersebut terletak di Desa Margacinta, Kecamatan Cijulang, Pangandaran. Semula, pembangunan jembatan itu dimaksudkan sebagai akses menuju Kampung Budaya Margacinta.Kampung Budaya Margacinta merupakan salah satu objek wisata di Pangandaran. Kampung ini dikenal karena tradisi Badud, yakni serangkaian prosesi adat untuk menyambut musim panen padi.
Seharusnya, Jembatan Gantung Pongpet dimaksudkan sebagai salah satu akses utama bagi masyarakat maupun wisatawan untuk mengunjungi Kampung Margacinta. Namun, seiring ambruknya jembatan baru itu, akses tersebut kini tak bisa digunakan.
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Ilham Choirul Anwar
Masuk tirto.id

































