tirto.id - Pencarian untuk korban tenggelamnya kapal motor penumpang (KMP) Tunu Pratama Jaya memasuki hari kedua pada Jumat (04/07/2025). Total korban yang berhasil ditemukan adalah 35 orang dengan rincian enam orang meninggal dunia dan 29 lainnya selamat. Sementara 30 orang korban lain, masih dinyatakan hilang.
Korban terbaru adalah Afnan Aqiel Mustafa (3), anak dari korban Fitri April Lestari (32) yang juga meninggal dunia. Jenazah balita tersebut ditemukan sekitar pukul 16.00 WITA oleh kelompok nelayan di pesisir Pantai Cupel, Kecamatan Negara. Bersama ibunya, mereka adalah warga Desa Tampo, Kecamatan Cluring, Banyuwangi.

Imam Bakrie, keluarga dari kedua korban, menyatakan bahwa Fitri dan Afnan berangkat menggunakan biro jasa perjalanan dari Banyuwangi untuk menemui ayahnya yang sedang bekerja di sebuah proyek di Denpasar. Dia masih dapat berkomunikasi melalui pesan langsung dengan Fitri sebelum keberangkatan kapal.
“Informasinya [tentang kapal tenggelam] dapat dari bos travel jam 03.30 WIB. Rencana ke Denpasar, mau ketemu saya, mau liburan karena sudah lama tidak ke Bali. Secepatnya akan dibawa ke rumah duka di Banyuwangi,” ungkap Imam dengan mata yang berkaca-kaca pada Kamis (03/07/2025) malam.
Deputi Operasi dan Siaga Basarnas, Ribut Eko Suyatno, mengatakan operasi pencarian pada hari kedua berfokus untuk memaksimalkan waktu golden time. Pada malam hingga dini hari, KN SAR Permadi dan Arjuna dikerahkan beserta beberapa kapal SAR yang memiliki fleksibilitas dalam manuver yang lebih cepat.
Area pencarian bergeser ke arah selatan, sekitar 12 nautical mile dari lokasi kejadian. Diprediksikan oleh Basarnas, lokasi kapal yang tenggelam berada di kedalaman 50 hingga 55 meter.
“Dari Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut sudah mengonfirmasi dua kapal dan satu helikopter. Kemudian dari Badan Pemelihara Keamanan (Baharkam), satu helikopter juga akan bergabung lagi. Dengan bertambahnya alutsista yang ada, kami akan menyusun organisasi tugas lebih besar lagi,” ungkap Eko ketika konferensi pers di Posko Pelabuhan Ketapang, Kamis petang.
Pada kesempatan yang sama, Menteri Perhubungan (Menhub), Dudy Purwagandhi menyebut akan menyerahkan proses investigasi tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya di Selat Bali kepada Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). Pihaknya ingin fokus ke proses pencarian dan pertolongan korban yang masih belum ditemukan hingga saat ini.
Kementerian Perhubungan (Kemenhub) juga akan melakukan konfirmasi ulang atas data yang diterima untuk mengetahui apakah terdapat penumpang yang tidak tercatat atau terdapat penumpang yang selamat, tetapi belum melaporkan diri. Dalam manifes yang saat ini ada, terdapat penumpang sebanyak 53 orang, kru sebanyak 12 orang, dan 22 unit kendaraan.
“Pemerintah berupaya untuk mencegah terulangnya peristiwa serupa. Saat ini, proses pencarian dan pertolongan masih terus diupayakan oleh tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, Kepolisian, TNI, ASDP, dan seluruh pihak yang terkait,” pungkasnya.
Setelah diterima oleh Menhub, jenazah keenam korban diserahterimakan kepada pihak keluarga di ASDP Ketapang sekitar pukul 20.15 WIB. Selanjutnya, jenazah dibawa ke RSUD Blambangan untuk kemudian diantar ke rumah duka masing-masing. Sebelumnya, RS Umum Negara telah melakukan identifikasi dan pemeriksaan luar dari enam korban tersebut.
Penulis: Sandra Gisela
Editor: Siti Fatimah
Masuk tirto.id

































