Menuju konten utama

Tanah Bergerak Subang Rusak 25 Rumah, Bupati Upayakan Relokasi

Pemkab Subang telah mengajukan permohonan kajian teknis kepada Badan Geologi Kementerian ESDM Republik Indonesia.

Tanah Bergerak Subang Rusak 25 Rumah, Bupati Upayakan Relokasi
Bencana tanah bergerak yang melanda Kampung Ciwangun, Desa Cupunagara, Kecamatan Cisalak, Subang, Jawa Barat. Foto/Subang Info

tirto.id - Sebanyak 25 rumah warga di Kampung Ciwangun, Desa Cupunagara, Kecamatan Cisalak, Kabupaten Subang dilaporkan mengalami kerusakan parah akibat bencana alam pergerakan tanah. Menanggapi kondisi darurat tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Subang kini tengah mengupayakan langkah penanganan jangka panjang termasuk opsi relokasi pemukiman warga.

Bupati Subang, Reynaldy Putra Andita Budi Raemi, mengatakan Pemkab Subang telah melakukan berbagai langkah penanganan, termasuk mengajukan permohonan kajian teknis kepada Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia.

"Kajian tersebut diperlukan untuk menentukan langkah terbaik dalam menjamin keselamatan warga yang tinggal di kawasan rawan pergerakan tanah tersebut," ujar Reynaldy, saat meninjau lokasi bencana pada kamis (4/6/2026).

Reynaldy bilang, bencana yang terjadi pada 11 Mei 2026 itu menyebabkan sedikitnya 25 rumah mengalami kerusakan akibat retakan tanah. Kondisi ini berdampak kepada sekitar 240 jiwa.

tanah bergerak Subang

Bencana tanah bergerak yang melanda Kampung Ciwangun, Desa Cupunagara, Kecamatan Cisalak, Subang, Jawa Barat. Foto/Subang Info

Sejauh ini, kata Bupati, BPBD sudah melakukan kajian bahwa di lokasi pergerakan tanah ini perlu direlokasi. Namun warga keberatan karena merupakan tanah kelahiran.

"Kendalanya, masyarakat di sini sudah tinggal bertahun-tahun bahkan turun-temurun, sehingga kami mencoba mencari alternatif solusi lain yang tetap mengutamakan keselamatan warga,” kata Reynaldy.

Menurutnya, selain opsi relokasi, pemerintah juga tengah mengkaji kemungkinan pembangunan rumah dengan konstruksi yang lebih ringan guna mengurangi risiko akibat kondisi tanah yang labil.

“Saya minta BPBD melakukan kajian lebih lanjut. Jika secara ilmiah memungkinkan, dan rumah yang lebih ringan dapat mengurangi risiko, maka secara bertahap pemerintah daerah akan hadir membantu pembangunan rumah panggung bagi masyarakat di sini,” katanya.

Selain persoalan hunian warga, Pemkab Subang juga menyoroti kebutuhan perbaikan sejumlah fasilitas umum yang terdampak.

Untuk mendukung upaya tersebut, pemerintah akan mendorong kolaborasi dengan berbagai pihak melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR)

“Kami akan mencoba menggandeng BUMN, BUMD, maupun pihak swasta untuk membantu pembangunan fasilitas umum. Mudah-mudahan dengan kolaborasi ini, kebutuhan masyarakat dapat segera terpenuhi tanpa hanya mengandalkan APBD,” tambahnya.

Reynaldy pun membeberkan, Kampung Ciwangun merupakan wilayah yang berada di kawasan perbatasan Kabupaten Subang dan Kabupaten Bandung Barat.

Lokasinya yang cukup terpencil menjadi perhatian khusus pemerintah daerah agar pelayanan dan pembangunan dapat menjangkau seluruh masyarakat tanpa terkecuali.

“Bukan hanya masyarakat di Cupunagara, tetapi seluruh masyarakat Subang harus merasakan kehadiran pemerintah. Kami tidak ingin ada satu pun warga yang merasa diabaikan. Ini adalah ikhtiar dan perjuangan kami untuk memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh masyarakat Subang,” pungkas Reynaldy.

===============

Subang Info adalah akun IG City Info yang merupakan bagian dari #KolaborasiJangkarByTirto.

Baca juga artikel terkait PERGERAKAN TANAH atau tulisan lainnya dari Subang Info

tirto.id - Flash News
Reporter: Subang Info
Penulis: Subang Info
Editor: Siti Fatimah