Menuju konten utama

Pengungsi Tanah Bergerak Tegal Keluhkan Minimnya MCK-Air Bersih

Warga berharap penambahan fasilitas sanitasi serta percepatan pembangunan hunian sementara segera direalisasikan.

Pengungsi Tanah Bergerak Tegal Keluhkan Minimnya MCK-Air Bersih
Tim relawan BPBD mengangkat lemari milik warga dari rumah yang hancur akibat bencana tanah bergerak di Desa Padasari, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Selasa (10/2/2026). Menurut BPBD Kabupaten Tegal sebanyak 853 rumah, 21 fasilitas umum dan tujuh tempat ibadah rusak berat dan sedang sehingga Desa Padasari dikategorikan sebagai zona merah dan sudah tidak layak untuk menjadi lokasi permukiman warga. ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah/wsj.

tirto.id - Sebanyak 2.460 warga yang mengungsi akibat bencana tanah bergerak di Desa Padasari, Kabupaten Tegal, mulai mengeluhkan minimnya fasilitas sanitasi dan krisis air bersih, Rabu (11/2/2026). Keterbatasan pasokan air serta fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK) di titik-titik pengungsian membuat warga terpaksa mengantre.

Pantauan Tegalterkini.id di Posko 2 SDN Padasari 02, jumlah MCK yang tersedia tidak sebanding dengan jumlah pengungsi. Warga terpaksa mengantre untuk menggunakan fasilitas tersebut.

MCK portable yang tersedia pun belum dapat difungsikan secara maksimal karena tidak memiliki saluran pembuangan.

Koordinator Pengungsian Posko 2 SDN Padasari 02, Yusuf Bahtiar, mengatakan kondisi lokasi pengungsian semakin padat seiring bertambahnya jumlah warga setiap hari.

“Sempit karena warga yang datang bertambah terus. Keluhan utama kami adalah MCK. Di sini hanya ada dua, bantuan MCK portable juga belum mencukupi. Untuk MCK portable juga tidak bisa digunakan untuk buang air besar karena tidak ada salurannya,” ujarnya.

Yusuf juga menyebut keterbatasan air bersih menyulitkan warga untuk kebutuhan mandi maupun berwudhu.

“Mau bersih-bersih seperti ambil air wudhu bahkan mandi sangat susah, karena airnya sangat terbatas,” tambahnya.

Yusuf berharap penambahan fasilitas sanitasi serta percepatan pembangunan hunian sementara dapat segera direalisasikan.

“Kami berharap agar hunian sementara juga dipercepat, karena lama-lama di pengungsian seperti ini juga rasanya semakin mengkhawatirkan,” tutup Yusuf.

Sementara itu, Plt Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Tegal, Muhammad Afifudin, menyampaikan dampak bencana tanah bergerak di Desa Padasari tergolong masif.

“Total terdampak mencapai 863 unit [rumah],"ujarnya saat dihubungi, Rabu (11/2/2026).

Ia merinci, sebanyak 413 unit rusak berat, 189 unit rusak sedang, 97 unit rusak ringan, dan 164 unit dalam kondisi baik.

“Total warga terdampak mencapai 2.460 jiwa dan saat ini tersebar di sejumlah titik pengungsian,” tambah Afifudin.

Menurutnya, pemerintah daerah tengah menyiapkan lahan untuk pembangunan hunian sementara (huntara) atau tempat tinggal darurat bagi warga terdampak.

"sedang menyiapkan lahan untuk hunian sementara agar warga bisa segera mendapatkan tempat tinggal yang layak,” jelasnya.

===============

Tegalterkini.id adalah akun IG City Info yang merupakan bagian dari #KolaborasiJangkarByTirto.

Baca juga artikel terkait PERGERAKAN TANAH atau tulisan lainnya dari Tegalterkini.id

tirto.id - Flash News
Kontributor: Tegalterkini.id
Penulis: Tegalterkini.id
Editor: Siti Fatimah