Menuju konten utama

143 Pengungsi Tanah Bergerak Padasari Tegal Kena ISPA dan Diare

Berdasarkan data BPBD Kabupaten Tegal per Kamis (12/2/2026), pengungsi yang terserang ISPA meliputi balita, anak-anak, hingga lansia.

143 Pengungsi Tanah Bergerak Padasari Tegal Kena ISPA dan Diare
Sejumlah warga membawa barang-barang miliknya saat akan mengungsi ketika bencana tanah bergerak di Desa Padasari, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Jumat (6/2/2026). Menurut data PMI Kabupaten Tegal jumlah rumah yang rusak dan terdampak bertambah 448 dan 1.686 jiwa mengungsi ke tempat yang lebih aman akibat bencana tanah bergerak. ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah/nz

tirto.id - Sebanyak 143 pengungsi bencana tanah bergerak di Desa Padasari, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah dilaporkan terserang Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan diare. Kondisi kesehatan warga kian memprihatinkan akibat cuaca ekstrem dan fasilitas pengungsian yang kurang layak, memicu desakan percepatan pembangunan hunian sementara (huntara) sebelum hari raya Lebaran.

Afifudin selaku Pelaksana Tugas (PLt) Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tegal mencatat, 2.460 jiwa dari 596 kepala keluarga (KK) di Desa Pandasari masih bertahan di sejumlah titik pengungsian.

Sejumlah pengungsi disebut mulai mengeluhkan gangguan kesehatan. Berdasarkan data terbaru BPBD Kabupaten Tegal per Kamis (12/2/2026), sedikitnya 143 warga pengungsi mengalami infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), yang menyerang balita, anak-anak, hingga lanjut usia.

Petugas medis di pos kesehatan pengungsian, Setya, menyampaikan setiap hari pihaknya melayani 30 hingga 60 pasien.

“Untuk saat ini keluhan yang banyak muncul pada anak-anak adalah batuk, pilek, dan gatal-gatal. Sedangkan pada lansia paling banyak hipertensi, batuk, serta keluhan nyeri kaki. Namun sebagian juga ada yang mengalami diare,” jelasnya Jumat (13/2/2026).

Warga Berharap Dapat Segera Menempati Huntara

Salah seorang warga terdampak, Tarmidi, mengatakan kondisi pengungsian yang tidak menentu membuat warga rentan sakit.

“Sudah banyak yang kena penyakit batuk pilek dan badan panas dingin, tidak betah, ingin ada rumah yang lebih layak,” kata Tarmidi Jumat.

Warga lainnya bernama Yusuf, pengungsi sekaligus koordinator Posko 2 di SDN Padasari 02, menyebut cuaca yang tidak menentu dan kondisi pengungsian yang kurang layak turut memicu banyaknya warga yang jatuh sakit.

“Sudah banyak warga yang periksa karena batuk dan pilek. Anak-anak dan balita juga banyak [terkena]. Di pengungsian seperti ini rasanya hampir menginginkan hunian yang layak seperti semula semua,” katanya.

Plt Kepala BPBD Kabupaten Tegal, Afifudin, mengungkap 863 rumah warga masuk zona merah rawan tanah bergerak di Desa Padasari. Dia membenarkan, kebutuhan hunian sementara (huntara) dan layanan kesehatan menjadi perhatian utama.

Menilik catatan, 699 rumah mengalami kerusakan akibat pergerakan tanah yang dipicu hujan lebat pada Senin (2/2/2026) lalu. Rinciannya, 413 rusak berat, 97 rusak sedang, dan 189 rusak ringan.

“Sementara 164 rumah kategori masih baik, tetap harus direlokasi. Ada dua dusun jadi zona merah. Apapun kondisi rumahnya harus dievakuasi,” sebut Afifudin.

Untuk menampung warga terdampak, BPBD mengusulkan pembangunan 700 unit huntara yang rencananya dibangun oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di kawasan hutan milik Perhutani, sekitar 1 kilometer dari permukiman warga saat ini.

“Huntara kemungkinan diajukan agar dibangun 700 unit. Secara ukuran tipe 36, tapi nanti disesuaikan luas tanahnya. Untuk biaya bangun Huntara dari BNPB,” kata Afif, dikutip Jumat.

Menurut Afif, kebutuhan minimal mencapai 500 unit hunian. Ia berharap proses pembangunan bisa dipercepat agar warga tidak terlalu lama tinggal di pengungsian.

“Kalau kebutuhannya 500 rumah dikerjakan tiga vendor memang bisa selesai lebih cepat. Mudah-mudahan sebelum Lebaran sudah bisa dihuni,” ujarnya.

Afif menegaskan huntara bersifat sementara, namun penting untuk segera direalisasikan mengingat dampak kesehatan yang mulai dirasakan pengungsi.

“Huntara jelas sementara. Yang penting dalam waktu dekat dipikirkan dibangun Huntara karena warga lama-lama di pengungsian tidak baik. Kesehatannya, dan lainnya,” kata Afif.

=================

Tegalterkini.id adalah akun IG City Info yang merupakan bagian dari #KolaborasiJangkarByTirto.

Baca juga artikel terkait PERGERAKAN TANAH atau tulisan lainnya dari Tegalterkini.id

tirto.id - Flash News
Kontributor: Tegalterkini.id
Penulis: Tegalterkini.id
Editor: Siti Fatimah