tirto.id - Sebanyak lebih dari 2.000 Aparatur Sipil Negara (ASN) dijadwalkan mengikuti rangkaian pelaksanaan Komponen Cadangan (Komcad) pada Senin (13/4/2026) pekan depan. Kementerian Pertahanan (Kemhan) menegaskan program ini merupakan bagian dari upaya penguatan pertahanan negara melalui pelibatan ASN sebagai potensi strategis nasional.
Kepala Pusat Komponen Cadangan (Kapus Komcad) Badan Cadangan Nasional (Bacadnas) Kemhan RI, Brigjen TNI Hengki Yuda, menyampaikan 2.000 lebih ASN yang segera memulai program Komcad itu menjadi bagian dari gelombang pertama yang akan dibuka secara resmi pada 22 April mendatang di Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur.
Namun, sebelumnya peserta Komcad akan lebih dulu dikumpulkan di Lapangan Monas, Jakarta Pusat, pada 13 April 2026 pekan depan.
“Dan nanti di tanggal 13 April, tepatnya di Monas, kami akan kumpulkan kurang lebih 2.000 ASN yang akan mengikuti program Komcad ini untuk kita berangkatkan ke [lembaga pendidikan] lemdik-lemdik, di 6 lemdik,” kata Hengki kepada para wartawan di kantor Kemhan, Jakarta, Rabu (8/4/2026).
“Gelombang pertama nanti akan dibuka oleh Bapak Menteri Pertahanan dan seluruh Bapak dan Ibu Menteri nanti akan hadir. Itu di tanggal 22 April di Halim Perdanakusuma,” sambungnya.
Adapun enam lemdik yang nantinya akan menjadi tempat pelatihan para ASN tersebut antara lain Rindam Jaya, Pasmar 1 Cilandak, Wingdik 500 Atang Sendjaja, Pusdikes Kramat Jati, Puskom Bela Negara Rumpin, dan Halim Perdanakusuma.
Ia menjelaskan, partisipasi kementerian dalam mengirimkan ASN untuk mengikuti program ini menunjukkan antusiasme yang tinggi. ASN dinilai memiliki peran strategis, tidak hanya dalam penguatan birokrasi, tetapi juga dalam kesiapsiagaan pertahanan negara.
Ia menambahkan, kesadaran akan sumpah jabatan menjadi salah satu faktor yang mendorong partisipasi aktif ASN dalam program Komcad. Meski bersifat sukarela, para peserta dinilai memiliki komitmen tinggi untuk menjalankan peran bela negara.
“Memang awalnya merasa ada penugasan dari instansi, tetapi ketika teman-teman ASN mengingat bahwa teman-teman sebelum menjadi ASN juga mengucapkan sumpah dan janji,” ucapnya.
Terkait durasi pendidikan, Hengki menyebut pelatihan akan berlangsung sekitar satu hingga satu setengah bulan, tergantung dengan dinamika di lapangan.
Ia menegaskan, tujuan utama pendidikan Komcad bagi ASN adalah menumbuhkan nilai bela negara, empati, simpati, serta wawasan kebangsaan. Selain itu, program ini juga dirancang untuk membangun kebersamaan melalui pengalaman suka dan duka selama pelatihan.
Hengki juga menekankan bahwa Komcad berbeda dengan wajib militer. Program ini tidak mengubah status ASN sebagai birokrat, melainkan menambah kemampuan dasar militer yang dapat dimobilisasi saat dibutuhkan negara.
“Komcad bukan wajib militer. Komcad adalah ketika teman-teman ASN kembali kepada profesinya, Komcad ini hanya sebagai seorang ASN merupakan birokrasi yang memiliki kemampuan militer dasar yang siap untuk digerakkan atau dimobilisasi ketika negara membutuhkan,” tegasnya.
Selain materi dasar kemiliteran, pelatihan Komcad ASN juga akan dilengkapi dengan materi tambahan dari berbagai kementerian untuk mendukung tugas kedinasan masing-masing peserta.
Dalam pelaksanaannya, para peserta akan tinggal di barak selama pendidikan, dengan pengecualian bagi peserta perempuan yang ditempatkan di fasilitas khusus. Aktivitas harian akan dimulai sejak pukul 04.00, mencakup ibadah, olahraga, hingga kegiatan pembinaan disiplin dan kebersamaan.
“Dari bangun pagi pukul 04.00, kemudian dilanjutkan salat, dilanjutkan olahraga, pembersihan, dan juga makan. Semuanya akan kami atur. Tujuannya adalah untuk supaya ritme dalam kehidupannya, kebiasaan setiap harinya, disiplin,” pungkasnya.
Penulis: Naufal Majid
Editor: Bayu Septianto
Masuk tirto.id

































