tirto.id - Nasib 16 orang yang sempat ditahan Polres Sibolga karena diduga melakukan penjarahan minimarket di Kota Sibolga, Provinsi Sumatera Utara, pada Sabtu (29/11/2025) lalu, kini menemui titik terang. Mereka berpeluang menjalani restorative justice (RJ) atau penyelesaian tindak pidana melalui dialog dan mediasi.
Seperti diketahui, ke-16 orang tersebut mengambil berbagai barang kebutuhan pokok dari sejumlah gerai minimarket tanpa membayar. Tindakan itu dilakukan setelah bantuan untuk korban banjir dan longsor di Kota Sibolga, tak kunjung tiba lebih dari tiga hari pascabencana.
“Mohon maaf, rencananya mau di-RJ-kan, sudah ada petunjuk dari pimpinan atas, akan dilaksanakan,” ujar Humas Polres Sibolga, AKP Suyatno, kepada kontributor Tirto, Selasa (2/12/2025).
Saat ini, ujar Suyatno, petugas sedang menyiapkan administrasi penyidikan (mindik) untuk proses RJ. Sedangkan ke-16 orang tersebut masih diamankan oleh petugas.
“Masih menyiapkan mindik-nya untuk di RJ, semua pelaku masih diamankan,” ujarnya.

Demi menghindari penjarahan lebih lanjut, saat ini petugas gabungan yang terdiri dari Polisi dan TNI melakukan pengawalan ketat terhadap sejumlah minimarket atau swalayan di Kota Sibolga.
Terpisah, Kasubbid Penmas Polda Sumatera Utara, AKBP Siti Rohani Tampubolon, membenarkan adanya 16 warga yang ditahan karena diduga menjarah minimarket di Kota Sibolga beberapa hari lalu.
“16 orang itu diamankan, belum jadi tersangka,” ujarnya.
Sebelumnya, Polres Sibolga menahan 16 warga yang diduga melakukan penjarahan di sejumlah minimarket setelah bantuan bencana tak kunjung tiba.
Ke-16 warga tersebut adalah MHH (20), SS (24), AZ (27), ZR (24), OFH (18), ART (19), DH (20), ISS (18), A (18), MS (18), BA (18), ER (21), DAM (18), ABS (18), D (18) dan BNH (17).
Mereka diduga mengambil sejumlah barang kebutuhan, seperti minuman dan makanan kemasan, gula, dan sabun. Berdasarkan informasi yang diperoleh, terdapat tujuh gerai minimarket waralaba yang dijarah warga pada Sabtu (29/11/2025) lalu.
Penulis: Nanda Fahriza Batubara
Editor: Siti Fatimah
Masuk tirto.id






























