Menuju konten utama

1 Pasien Super Flu Meninggal di Bandung karena Penyakit Lain

Pasien itu diketahui mengidap penyakit penyerta (komorbid) dalam tubuhnya saat terpapar super flu.

1 Pasien Super Flu Meninggal di Bandung karena Penyakit Lain
Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengikuti rapat kerja bersama Komisi IX DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (1/10/2025). Dalam rapat tersebut Menkes memaparkan sejumlah temuan penyebab keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG), salah satunya adalah salmonela hingga Escherichia coli. ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/foc.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin, memastikan kasus pasien super flu atau Influenza A H3N2 subclade K yang meninggal dunia di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, bukan disebabkan oleh virus flu. Pasien itu diketahui mengidap penyakit penyerta (komorbid) dalam tubuhnya.

"Kenapa yang Bandung ada yang meninggal? Ini yang Bandung meninggalnya karena punya penyakit lain. Meninggalnya bukan karena flu," kata Budi dalam konferensi pers yang digelar secara daring pada Senin (12/1/2026)

Dia kemudian mencontohkan seseorang yang mengidap flu kemudian orang tersebut mengalami kecelakaan hingga merenggut nyawanya.

"Contohnya ada orang flu kemudian ketabrak mobil, dia meninggal ketabrak mobil ada flu. Tapi meninggalnya karena dia ketabrak mobil sebenarnya, bukan karena flunya. Ini sama juga yang di Bandung itu," tuturnya.

Budi menyebut virus ini memiliki fatality rate atau tingkat kematian yang rendah meskipun penularannya tinggi. Virus ini juga disebutnya tak sama seperti Covid-19.

Sebelumnya, Menkes menyebut virus ini memang kerap meningkat pada musim tertentu seperti musim dingin. Hingga saat ini, jumlah kasus yang ada disebutnya masih tergolong dalam batas aman dan dapat ditangani dengan pengobatan standar.

“Di Indonesia sendiri kita juga sudah identifikasi, ordenya masih, yang saya lihat laporan terakhir masih puluhan. Dan enggak parah sih, artinya bisa dengan pengobatan biasa,” kata Budi.

“Buat pesan saya ke masyarakat, nomor satu, kita harus hati-hati dan sadar ada ini, tapi enggak usah panik. Karena ini sama seperti flu biasa, bukan seperti COVID yang dulu-dulu varian delta mematikan,” lanjut Budi.

Kemenkes juga terus melakukan pemantauan dan mengimbau penerapan pencegahan dasar seperti daya tahan tubuh dan juga menerapkan hidup sehat. Termasuk menerapkan prokes untuk menangkalnya.

"Kalau sistem imunitas kita bagus, makannya cukup, tidurnya cukup, olahraganya cukup, insyaAllah kalau ada virus masuk, dan virusnya lemah seperti yang super flu ini, kita bisa sembuh. Walaupun ternyata di lingkungan kita banyak yang batuk-batuk, kita untuk precaution kita pakai masker, pakai masker dan lanjut cuci tangan sama seperti COVID-19," jelasnya.

Baca juga artikel terkait FLU atau tulisan lainnya dari Rahma Dwi Safitri

tirto.id - Flash News
Reporter: Rahma Dwi Safitri
Penulis: Rahma Dwi Safitri
Editor: Bayu Septianto