Yuk, Bobok di Kafe Tidur Siang

Yuk, Bobok di Kafe Tidur Siang
Ilustrasi tidur siang. Getty Images/iStockphoto
Reporter: Arman Dhani
12 Agustus, 2017 dibaca normal 2:30 menit
Capek bekerja, lelah, cemas, dan rentan stres? Bisa jadi, kafe tidur siang adalah solusinya.
tirto.id - Di Italia, siang hari adalah saat menikmati jeda. Saat hari terasa melelahkan, usai makan siang, ada kebiasaan menutup usaha mereka hingga beberapa saat. Ketika makan siang selesai pukul 12.30, jika mereka mau, toko akan tetap tutup sampai pukul 15.00. Jeda waktu untuk istirahat ini disebut sebagai riposo.

Toko, museum, gereja, hingga perkantoran biasa melakukan riposo dalam jeda waktu yang panjang setiap hari. Biasanya mereka tidur barang setengah sampai satu jam untuk kemudian lanjut bekerja. Di Spanyol, tradisi yang disebut siesta ini digunakan untuk jeda dan istirahat.

Usai makan siang, saat tubuh terasa lemas, perut kenyang, dan angin semilir, orang Italia dan Spanyol memanfaatkan kesempatan itu untuk tidur-tidur ayam. Sains kemudian menyebutnya sebagai power nap: tidur sesaat untuk bisa berfungsi maksimal. 

Tidur siang disebut bisa membantu mereka yang memiliki gangguan kesehatan jantung. Ada riset soal power nap melibatkan lebih dari 23.000 orang dewasa Yunani. Menurut riset ini, orang yang secara teratur mengambil tidur siang, lebih kecil kemungkinannya untuk meninggal karena penyakit jantung. Tidur siang juga diperkirakan bisa mengurangi stres akibat kerja dan beban hidup sehari-hari.


Baca juga: Terapi Online Bantu Penderita Insomnia Cepat Tidur


Pada 2009, lembaga kesehatan di Clínico San Carlos Hospital (FUNDADEPS) dan Asosiasi Pabrik Kasur Spanyol (Asocama) melakukan survei pada 3.000 orang dewasa di Spanyol. Survei itu menunjukkan bahwa 16,2 persen orang Spanyol melakukan tidur siang setiap harinya. Ada pula 22 persen yang mengaku kadang-kadang saja tidur siang, sedangkan 3,2 persen lainnya menyebut tidur siang hanya saat akhir pekan, dan 58,6 tak pernah tidur siang sama sekali.


Yuk, Bobok di Kafe Tidur Siang

Kafe Tidur Siang 

Tradisi tidur siang ini kemudian membuat para pebisnis mendapatkan ide untuk membuat kafe tidur siang. Salah satu nap hotel ini adalah yang berada di Spanyol. Meski memiliki tradisi tidur siang yang panjang, tapi Siesta & Go merupakan hotel pertama di Spanyol yang secara serius fokus pada tidur siang.

Hotel ini menawarkan harga yang beragam. Untuk satu jam tidur siang di kasur susun anda bisa mengeluarkan biaya sebesar 8 euro. Sementara untuk tidur pribadi di kamar privat seharga 14 euro.

Sebelum bisa memakai jasa ini, Anda bisa menghubungi Siesta & Go terlebih dahulu. Dengan banyaknya orang yang hendak tidur siang, layanan ini segera populer dan banyak digunakan orang-orang di Spanyol. Di hotel ini, Anda bisa tidur siang, membaca buku, atau sekedar bermalas-malasan menonton layanan streaming. Layanan serupa sebenarnya bukan yang pertama ada di Eropa. Sebelumnya, nap hotel juga tersedia di Belgia.


Baca juga: Pemanasan Global Mengurangi Waktu Tidur Manusia


Di Jepang, layanan kafe tidur siang menjadi tren baru pada Maret tahun ini. Di Tokyo, tepatnya di distrik Harajuku, perusahaan kopi Nescafe membuka hotel yang bertepatan dengan hari tidur sedunia. Kafe ini masih terbuka terbatas di Nescafe Harajuku, menghadirkan 10 kasur yang dibuat oleh perusahaan kasur Jepang. Kasur ini harganya $9.000 dan disebut-sebut sebagai salah satu kasur paling nyaman. Para pelanggan bisa menikmati kasur ini selama dua jam saja dan diminta memesan makanan atau minuman dari cafe tersebut.

Di New York, layanan serupa juga pernah muncul dan booming. Salah satu yang masih bertahan hingga saat ini adalah Yelo Spa. Mereka menawarkan ruangan heksagonal dengan tempat tidur, dan para terapis akan memberikan layanan refleksi hingga Anda bisa tidur sejenak. Layanan ini bisa dinikmati dengan harga $65

Di Korea, layanan serupa juga dihadirkan sebagai jawaban atas banyaknya penderita gangguan tidur di negara itu. Banyak karyawan yang bekerja hingga larut malam mengalami susah tidur. Layanan nap cafe ini menjadi alternatif untuk mengganti waktu tidur yang hilang karena bekerja. Tidur siang menjadi saat di mana para pekerja menikmati relaksasi dan menghimpun tenaga lagi. Nap cafe yang ada di Korea tidak hanya menyediakan layanan tempat tidur siang, tapi juga kursi pijat. Para pekerja tidur siang sembari menikmati pijatan kursi.


Baca juga: Dunia Butuh Tidur Lebih Lama


Data dari OECD menyebut Korea Selatan sebagai negara dengan penduduk yang memiliki gangguan tidur paling tinggi setelah Meksiko. Beban kerja yang banyak, waktu bekerja yang padat, dan tuntutan sosial membuat kondisi warga Korea rentan stres. Mereka mengalami gangguan tidur karena depresi dan selalu cemas.

CGV, jaringan bioskop terbesar di Korea pun meluncurkan siesta service. Saat makan siang, pelanggan bisa selonjoran sembari tidur di kursi premium yang dilengkapi dengan suara alam, teh hangat dan selimut. Saat pertama kali diperkenalkan, CGV mengalami lonjakan pengunjung sampai 65 persen. Selain layanan kafe tidur siang, di Korea, industri yang berkaitan dengan tidur mengalami pertumbuhan signifikan.

Mulai muncul pula profesi seperti koordinator tidur atau konsultan tidur yang mengajarkan orang cara untuk tidur dengan baik. Di Korea Selatan, industri yang berkaitan dengan tidur mencapai dua triliun won. Angka ini merupakan hasil dari berbagai layanan seperti obat tidur, minuman/makanan herbal, kasur, dan juga hotel.

Baca juga artikel terkait TIDUR atau tulisan menarik lainnya Arman Dhani
(tirto.id - dan/msh)

Keyword