Menuju konten utama

WVI Bagikan Masker & Distribusikan Air Bersih di Daerah Karhutla

WVI sudah membagikan sekitar 10.000 masker N95/KN95 dan mendistribusikan 16.000 liter air bersih di sejumlah daerah terdampak karhutla di Kalbar.

WVI Bagikan Masker & Distribusikan Air Bersih di Daerah Karhutla
Wahana Visi Indonesia (WVI) menugaskan tim tanggap bencana untuk merespons dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla), kabut asap, serta kekeringan yang melanda Provinsi Kalimantan Barat. (FOTO/Dok. Wahana Visi Indonesia)
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Wahana Visi Indonesia (WVI) menugaskan tim tanggap bencana untuk merespons dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla), kabut asap, serta kekeringan yang melanda Provinsi Kalimantan Barat. Per 31 Agustus yang lalu, WVI sudah membagikan sekitar 10.000 buah surgical masks N95/KN95 dan distribusi 16.000 liter air bersih. Seluruh kabupaten dan kota di Kalimantan Barat dilaporkan terdampak kabut asap dengan tingkat kepadatan yang berbeda-beda. WVI melakukan respons bencana karhutla hingga Oktober 2026 di lima kabupaten di Kalimantan Barat, yaitu Kubu Raya, Landak, Sintang, Bengkayang dan Sekadau.

Wahana Visi Indonesia berkolaborasi dengan pemerintah daerah (BPBD dan Dinas Kesehatan), pemerintah desa, gereja lokal, dan masyarakat setempat dalam dua aspek utama. Pertama, kesehatan, melalui distribusi masker dan air bersih serta edukasi pencegahan dampak kesehatan akibat kabut asap. Kedua, advokasi, melalui koordinasi dengan pemerintah provinsi dan kabupaten untuk memperkuat pemantauan dan penanganan kondisi kesehatan anak-anak dampingan.

Header Rilis Wahana Visi Indonesia

Wahana Visi Indonesia (WVI) menugaskan tim tanggap bencana untuk merespons dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla), kabut asap, serta kekeringan yang melanda Provinsi Kalimantan Barat. (FOTO/Dok. Wahana Visi Indonesia)

Ronny Ichwan, Humanitarian & Emergency Affairs (HEA) Specialist Wahana Visi Indonesia, menambahkan, “Di lapangan, sesak napas menjadi keluhan kesehatan yang paling banyak dialami anak-anak akibat kabut asap, dan temuan kami sudah ada puluhan kasus anak terjangkit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Karena itu, respons bencana kami memprioritaskan distribusi masker dan air bersih, edukasi kesehatan, serta pemantauan langsung kondisi kesehatan anak-anak dampingan agar dampak jangka panjangnya bisa diminimalkan.”

Kabut asap yang menyelimuti wilayah ini telah memicu berbagai masalah kesehatan, terutama gangguan pernapasan seperti batuk dan sesak napas, keluhan kesehatan yang paling banyak dilaporkan pada anak-anak, serta pusing akibat menurunnya kadar oksigen. Berdasarkan pemantauan Stasiun Meteorologi Tebelian per 24 Agustus 2026, konsentrasi partikulat PM2.5 sempat mencapai 285 µg/m³, sehingga masuk dalam kategori “berbahaya.” Selain itu, kemarau panjang turut menyebabkan krisis air bersih; sejumlah keluarga melaporkan hanya bisa mandi sekali dalam dua hari.

Header Rilis Wahana Visi Indonesia

Wahana Visi Indonesia (WVI) menugaskan tim tanggap bencana untuk merespons dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla), kabut asap, serta kekeringan yang melanda Provinsi Kalimantan Barat. (FOTO/Dok. Wahana Visi Indonesia)

Angelina Theodora, Direktur Nasional Wahana Visi Indonesia, menyampaikan, “Kami turut prihatin dengan dampak kabut asap dan karhutla yang dialami masyarakat Kalimantan Barat, khususnya anak-anak. Udara yang tidak sehat dan krisis air bersih bisa berdampak langsung pada kesehatan dan keselamatan nyawa mereka. Fokus kami adalah memastikan hak anak atas kesehatan dan kehidupan yang layak. Kami berterima kasih untuk pihak-pihak yang telah menghubungi kami langsung untuk ikut menyalurkan bantuan masker dan dukungan air bersih.”

Penulis: Tim Media Servis