Menuju konten utama

Wapres Minta Kereta Semi Cepat Jakarta-Surabaya Pakai CMP

Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla mengusulkan agar jalur kereta semi cepat jurusan Jakarta-Surabaya menggunakan teknologi Corrugated Mortarbusa Pusjatan (CMP) karena dapat memangkas anggaran sekitar 30 persen.

Wapres Minta Kereta Semi Cepat Jakarta-Surabaya Pakai CMP
Wakil Presiden Republik Indonesia, Jusuf Kalla. Tirto/Andrey Gromico.

tirto.id - Agar kereta jurusan Jakarta-Surabaya bisa ditempuh lebih cepat, pemerintah perlu membangun 1.000 fly over, namun untuk membangun satu fly over dibutuhkan dana mencapai Rp100 miliar.

Guna mengatasi hal itu, Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla mengusulkan agar jalur kereta semi cepat jurusan Jakarta-Surabaya menggunakan teknologi Corrugated Mortarbusa Pusjatan (CMP) karena dapat memangkas anggaran sekitar 30 persen. Teknologi tersebut juga pernah diterapkan di jalan layang Pelangi Antapani, Bandung.

"Agar Jakarta-Surabaya bisa ditempuh lebih cepat harus dibangun fly over dan yang dibutuhkan 1.000 fly over. Saya sudah bicara dengan Menteri PU coba dibikin simpel," kata Wapres saat peresmian overpass Pelangi Antapani di Bandung, dikutip dari Antara, Selasa (24/1/2017).

Lebih lanjut Wapres mengatakan, berdasarkan perhitungan, satu fly over membutuhkan biaya sebesar Rp100 miliar dan jika menggunakan teknologi CMP maka anggaran dapat dipangkas hingga 30 persen.

"Kalau ini (overpass Antapani) berhasil bisa dibikin di kereta api saja agar kecepatannya bisa 150 km," ujar Wapres.

Wapres juga menceritakan pengalamannya naik kereta api saat libur Tahun Baru 2015 bersama keluarga ke Yogyakarta yang membutuhkan delapan jam perjalanan dari Jakarta.

"Sampai di Stasiun Senen saya tanya ke kepala stasiun, kenapa bisa delapan jam, dijawab karena kereta VIP jadi kecepatannya dikurangi. Kedua karena memang kecepatan 75 km per jam, kapasitas kita itu 90 km kecepatannya tapi karena terlalu banyak pintu kereta dan persimpangan," jelas Wapres.

Untuk itu ia mengatakan, agar kereta semi cepat Jakarta-Surabaya bisa ditempuh dalam waktu lima sampai enam jam maka harus menghindari persimpangan sepihak dan harus dibangun fly over.

Wapres menyarankan agar teknologi yang dipakai membangun overpass Pelangi Antapani juga diterapkan pada pembangunan jalur kereta lain.

CMP adalah teknologi yang dikembangkan oleh Pusat Penelitian dan Pengembangan Jalan dan Jembatan (Pusjatan) Balitbang Kementerian PUPR.

Teknologi ini merupakan pengembangan teknologi timbunan ringan mortar busa dengan struktur baja bergelombang.

Kelebihan CMP adalah masa konstruksi yang lebih cepat 50 persen, jika dibandingkan untuk konstruksi beton umumnya memakan waktu 12 bulan, sementara CMP hanya memerlukan enam bulan.

Kelebihan lainnya adalah bentangan konstruksi jembatan panjang lengkungannya dapat mencapai 36 meter sehingga mampu mengakomodir hingga delapan lajur kendaraan di bawah jembatan.

Baca juga artikel terkait KERETA API CEPAT atau tulisan lainnya dari Alexander Haryanto

tirto.id - Teknologi
Reporter: Alexander Haryanto
Penulis: Alexander Haryanto
Editor: Alexander Haryanto