Menuju konten utama

Wapres JK Puji Suara PKB Terus Naik Meski Belum Ungguli Golkar

Wakil Presiden Jusuf Kalla memuji keberhasilan PKB menaikkan perolehan suaranya di setiap pemilu. Namun, JK mengatakan perolehan suara PKB belum bisa menyalip Golkar.  

Wapres JK Puji Suara PKB Terus Naik Meski Belum Ungguli Golkar
Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menyampaikan keynote speech pada acara Smart Business Talk yang diselenggarakan oleh Persatuan Wartawan Indonesia di Jakarta, Kamis (11/7/2019). ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/wsj.

tirto.id - Wakil Presiden Jusuf Kalla (Wapres JK) memuji keberhasilan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dalam mengerek perolehan suaranya di setiap Pemilihan Umum (Pemilu). JK melontarkan pujian itu ketika memberikan pidato sambutan di acara Harlah ke-21 PKB, pada hari ini.

Meskipun kenaikannya tidak signifikan, PKB memang berhasil naik satu tingkat dari yang sebelumnya berada pada urutan kelima pada Pileg 2014 menjadi keempat saat Pileg 2019.

Suara PKB pada Pileg 2014 adalah 11.298.950 atau 9,04 persen. Sedangkan di Pileg 2019, jumlah suara PKB mencapai 13.570.097 suara atau 9,69 persen.

Meski awalnya memuji, JK kemudian berkelakar dengan menyebut, perolehan suara PKB belum bisa menyalip partainya, yakni Golkar.

"Selamat harlah PKB ke-21, dengan 21 tahun tentu penuh perjuangan. Tentu punya hasil baik, tren suara PKB tiap lima tahun naik. Tapi belum sampai ke Golkar ya pak, he-he-he. Lima tahun lagi ya, Amin," kata JK dalam sambutannya di Kantor DPP PKB, Jalan Raden Saleh, Jakarta Pusat, Selasa (23/7/2019).

JK juga menilai PKB berhasil memunculkan pemimpin dalam waktu singkat. Dua pemimpin yang dimaksud JK itu adalah Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yang menjadi Presiden ke-4 RI dan KH Ma'ruf Amin yang sudah terpilih menjadi wakil presiden mendampingi Joko Widodo pada 2019-2024 nanti.

"Banyak hal yang dibuat. PKB luar biasa dalam waktu singkat. Ada presiden Gus Dur dari PKB. Pengganti saya [Ma'ruf] pendiri PKB. Tentu patut disyukuri dalam waktu 21 tahun ini," tutur JK.

Dia pun mengingatkan agar PKB tidak melepaskan tanggung jawab menyelesaikan masalah ketidakadilan di Indonesia.

"Kemakmuran kita sudah tahap demi tahap. Yang masih ketidakadilan. Karena semua konflik di negeri ini karena ketidakadilan, begitu juga di dunia ini. Karena itulah [melawan] ketidakadilan perlu diperjuangkan semua partai," ujar JK.

Baca juga artikel terkait PEMILU atau tulisan lainnya dari Bayu Septianto

tirto.id - Politik
Reporter: Bayu Septianto
Penulis: Bayu Septianto
Editor: Addi M Idhom