Menuju konten utama

Wamensos Sebut PPSE & Kampung Berdaya Bantu KPM Bansos Produktif

Agus Jabo menungkapkan jumlah penerima bantuan PPSE diusulkan naik dari 10 ribu menjadi 200 ribu KPM bansos. 

Wamensos Sebut PPSE & Kampung Berdaya Bantu KPM Bansos Produktif
Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono saat menjadi narasumber dalam acara podcast di Menteng, Jakarta Pusat, Senin (4/5/2026). FOTO/dok.Kemensos
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Wakil Menteri Sosial (Wamensos), Agus Jabo Priyono, mengungkapkan berbagai program pemberdayaan sosial diselenggarakan dengan sasaran utama para penerima bansos usia produktif.

Kementerian Sosial (Kemensos) menjalankan program-program tersebut untuk mendorong keluarga penerima manfaat (KPM) bansos menjadi lebih berdaya dan bisa tergraduasi dari kepesertaan penerima bantuan sosial.

"Jadi kita ingin masyarakat itu produktif ya. Keluarga penerima bantuan yang selama ini menerima program PKH maupun bansos yang masih produktif kira-kira usianya antara 20 sampai 50 tahun, kita harapkan mereka bisa berdaya," kata Agus Jabo saat menjadi narasumber dalam acara podcast di Menteng, Jakarta Pusat, Senin (4/5/2026).

Agus Jabo mencontohkan, salah satu yang sudah berjalan adalah Program Pemberdayaan Sosial Ekonomi (PPSE). Melalui PPSE, Kemensos menyalurkan bantuan modal agar usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) milik masyarakat bisa berkembang.

Pada 2025 lalu, lanjutnya, jumlah penerima bantuan PPSE mencapai 10 ribu KPM bansos. Untuk tahun ini, Kemensos telah mengusulkan peningkatan jumlah penerima bantuan PPSE kepada Kementerian Keuangan dan Kementerian PPN/Bappenas.

"Di tahun ini, insya Allah kita sudah mengusulkan 200 ribu keluarga penerima manfaat nanti akan mendapatkan program PPSE. Supaya mereka bisa punya usaha, mereka punya penghasilan, kemudian mereka bisa mandiri," jelas Agus Jabo.

"Misalkan mereka punya embrio usaha apa. Misalkan dagang, ataupun ternak ayam, ternak ikan, ya sudah kita kasih stimulus," tambahnya.

Adapun untuk memberdayakan warga desa, Kemensos bekerja sama dengan pihak swasta dalam membangun Kampung Berdaya. Agus Jabo mengungkapkan, proyek ini telah dimulai di beberapa desa di Jawa Tengah. Salah satunya di Desa Kalisalak, Kabupaten Banyumas.

Melalui program Kampung Berdaya Kemensos, masyarakat dilatih membuat kerajinan tangan berbahan dasar eceng gondok menjadi keranjang sampah dan kotak tisu yang memiliki nilai ekonomis. Produk ini pun telah diekspor ke Amerika Serikat.

Dia menambahkan, program Kampung Berdaya Kemensos telah membantu masyarakat mendapatkan penghasilan tambahan. Ia pun berharap agar warga konsisten menekuni kerajinan tangan ini agar kondisi perekonomian mereka membaik.

"Jadi untuk pemasaran yang kita lakukan di program Kampung Berdaya Kemensos sudah tidak ada problem. Problemnya itu bagaimana konsistensi dari masyarakat itu sendiri untuk terus mengembangkan kerja-kerja pemberdayaan ini," kata Agus Jabo.

(INFO KINI)

Penulis: Tim Media Servis