tirto.id -
"Perpres tentang Direktorat Jenderal Pesantren sudah ditandatangani. Saat ini sedang dalam tahap telaah di Sekretariat Umum untuk segera diundangkan ke dalam Lembaran Negara,” ujar Romo dikutip dalam keterangannya, Jumat (3/4/2026).
Romo menyebut kehadiran Ditjen Pesantren merujuk kepada besarnya populasi pesantren, jumlah santri, hingga peran strategis para kiai untuk Tanah Air.
Berdasarkan rancangan, Ditjen Pesantren direncanakan memiliki lima direktorat strategis, yaitu Direktorat Pendidikan Muadalah, Diniyah Formal, dan Kajian Kitab Kuning; Direktorat Pendidikan Ma'had Aly; Direktorat Pendidikan Diniyah Takmiliyah dan Pendidikan Al-Quran; Direktorat Pemberdayaan Pesantren; serta Direktorat Pengembangan Dakwah Pesantren.
"Struktur ini dirancang sedemikian rupa agar kerja Ditjen Pesantren bisa maksimal. Jika salah satu unsur ini tidak ada, maka gerak organisasi akan pincang dalam melayani kebutuhan pesantren yang sangat kompleks," imbuhnya.
Romo juga mengingatkan agar proses rekrutmen personel segera dipersiapkan agaroperasional ditjen dapat langsungberjalan cepat tanpa kendala teknis. Dia mensyaratkan agar posisi- posisi kunci diisi oleh figur yang memiliki pengalaman empiris di dunia pesantren.
"Untuk urusan kurikulum dan pengasuhan asrama, harus disi oleh orang-orang yang benar benar memahami 'ruh' pesantren. Sementara untuk bidang seperti pemberdayaan, kita bisa melibatkan tenaga ahli yang kompeten di bidangnya," katanya.
Penulis: Rahma Dwi Safitri
Editor: Rina Nurjanah
Masuk tirto.id





























