Menuju konten utama

Visa Perkuat Ekosistem Ekonomi Digital dan Renjana Anak Muda

Visa menempatkan Indonesia sebagai pasar strategis dalam pengembangan ekosistem pembayaran digital global.

Visa Perkuat Ekosistem Ekonomi Digital dan Renjana Anak Muda
Vira Widiyasari, Country Manager Visa Indonesia (kiri) dalam acara editor luncheon di Jakarta, Jumat (6/2).

tirto.id - Visa terus menegaskan komitmennya untuk jadi bagian penting dari pertumbuhan ekonomi digital Indonesia. Sepanjang 2026, perusahaan pembayaran global ini memfokuskan strateginya pada tiga hal utama: memperkuat kolaborasi dengan Bank Pembangunan Daerah (BPD), memastikan sistem pembayaran yang aman, mudah, dan terhubung secara global, serta mendekatkan pembayaran digital ke gaya hidup generasi muda.

Hal ini disampaikan oleh Vira Widiyasari, Country Manager Visa Indonesia dalam acara editor luncheon di Jakarta, Jumat (6/2).

Setelah bekerja sama dengan Bank BJB dan Bank Sumsel Babel, Visa resmi menggandeng Bank Jakarta pada Januari 2026. Kerja sama ini memungkinkan BPD menghadirkan layanan pembayaran berstandar jaringan global Visa, sehingga nasabah di daerah dapat melakukan transaksi domestik maupun lintas negara secara aman dan efisien.

"Jadi dengan kolaborasi iniyang kita lakukan adalahmembantu BPD untuk bisakonsumennya mempermudahuntuk bisa bertransaksi," tutur Vira.

Menengok ke belakang, sepanjang 2025, Visa terlibat dalam berbagai ajang berskala nasional dan global. Hal ini sesuai dengan tema yang mereka usung, Bringing the World Closer and Taking Indonesia Further. Dengan tema ini, mereka ingin memberi karpet merah bagi konsumen Indonesia untuk melakukan transaksi keuangan secara global (travel, konser, olahraga, ibadah, bisnis), memudahkan wisatawan asing bertransaksi di Indonesia, serta mendorong ekonomi digital nasional melalui konektivitas global.

"Dan tentunya jejak panjang ini juga mencerminkan kepercayaan, kolaborasi yang terus kita tingkatkan dan juga komitmen bersama untuk bisa membangun ekosistem pembayaran yang modern, yang aman, inklusif, dan juga bisa diakses oleh semua lapisan masyarakat," ujar Vira.

Yang juga menarik dari paparan Visa adalah, mereka melihat bahwa financial service di Indonesia sudah makin berkembang dan progresif. Selain itu, Indonesia juga mendapat bonus demografi, dengan rentang usia dan tingkat ekonomi yang beragam. Hal ini juga membuat Visa menjadikan milenial dan Gen Z sebagai salah satu fokus utama mereka.

"Karena they are actually the digital first consumers.Yang kami percaya mereka nanti akan membawa kontribusi signifikan terhadap perekonomian di Indonesia," kata Vira.

Visa melihat perubahan perilaku konsumen, khususnya generasi muda, sebagai faktor kunci. Di era digital, transaksi bisa amat personal. Ia melekat pada momen dan renjana, mulai dari musik, gaming, olahraga, hingga fashion dan gaya hidup. Pendekatan inilah yang kemudian menjadi salah satu pilar utama Visa di Indonesia.

Tak hanya itu, Visa juga senantiasa melakukan upaya memahami perilaku konsumen. Mereka kerap melakukan riset rutin terhadap lifestyle dan perilaku konsumsi lintas segmen. Visa juga fokus pada experience yang seamless dan relevan.

Di sektor gaming dan esports, Visa menjadi Official Payment Partner Mobile Legends: Bang Bang (MLBB) M7 World Championship yang digelar di Jakarta. Turnamen ini mencerminkan besarnya komunitas gaming di Indonesia, yang jumlah pemain aktifnya mencapai lebih dari 150 juta orang. Keterlibatan Visa tidak hanya sebatas sponsor, tetapi juga menghadirkan aktivasi yang menghubungkan pengalaman menonton, komunitas, dan pembayaran digital dalam satu ekosistem.

Di ranah musik dan olahraga, Visa memperluas eksistensinya melalui sponsorship MAMA Awards, konser Blackpink di Jakarta, Maybank Marathon Bali, hingga ajang global seperti Piala Dunia FIFA dan Olimpiade. Melalui momen-momen ini, Visa berupaya mengubah pengalaman renjana menjadi kebiasaan pembayaran digital: mulai dari pembelian tiket, transaksi di lokasi acara, hingga akses pengalaman eksklusif bagi pengguna Visa.

Menurut Vira, kenyamanan dan fasilitas bagi para pengguna Visa ini adalah bagian dari upaya untuk membuat nasabah-nasabah, terutama dari pengguna dari generasi Z, untuk tetap loyal. Ini bukan tanpa sebab, karena di dunia bisnis, generasi Z dikenal tidak loyal terhadap brand, melainkan pada layanan.

"Memang Gen Z, it's hard to make them loyal, tapi they are loyal to the experience," kata Vira.

Menurutnya, para pengguna berusia muda ini loyal pada seamless experience yang aman, yang nyaman, dan yang juga penting: mereka loyal pada tren yang mereka rasa relevan dan nyambung dengan dirinya. Itu kenapa Visa menaruh perhatian besar pada kegiatan yang memang dekat dengan kehidupan sehari-hari anak muda, mulai dari gaming, fashion, sampai musik.

'Jadi how to make Visa relevant adalah dengan terus memahami tren terbarudan be there di mana tren tersebut memang sedang berkembang," pungkas Vira.

Baca juga artikel terkait VISA atau tulisan lainnya dari Nuran Wibisono

tirto.id - Aktual dan Tren
Penulis: Nuran Wibisono
Editor: Nuran Wibisono