Menuju konten utama

Update Perang Iran: Trump Isyaratkan Tolak Proposal Damai Iran

Negosiasi untuk mengakhir perang Iran-Amerika Serikat seakan menghadapi kebuntuan. Trump beri isyarat menolak proposal negosiasi terbaru dari Iran.

Update Perang Iran: Trump Isyaratkan Tolak Proposal Damai Iran
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, mengadakan konferensi pers mingguan di Teheran pada 28 Oktober 2024. (Foto oleh ATTA KENARE / AFP)

tirto.id - Presiden Amerika Serikat Donald Trump tampaknya akan menolak proposal penghentian perang yang dikirimkan Iran dalam beberapa hari terakhir ini. Jika betulan ditolak, lonjakan harga energo dunia diperkirakan masih terus bertahan.

Seturut CNN, Trump telah membahas proposal Iran dalam rapat bersama pejabat keamanan nasional tingkat atas AS pada Senin (28/4) waktu setempat. Namun, dua sumber anonim yang mengetahui pembicaraan dalam rapat tersebut menyebut bahwa Trump tampak tak puas dengan proposal yang dibuat Teheran.

Salah satu sumber tersebut bahkan menyebutkam bahwa kemungkinan besar Trump tak akan menyetujui proposal Iran. Program nuklir disebut masih jadi penghalang utama.

Sebelumnya, Teheran dilaporkan telah mengirimkan proposal penghentian perang dan pembukaan Selat Hormuz ke AS melalui Pakistan. Informasi ini pertama kali dilaporkan outlet media Axios pada Senin (27/4).

Proposal itu disebut berisi kesediaan Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz dan menghentikan perang yang pecah sejak 28 Februari lalu itu. Namun, hal itu dapat dicapai hanya jika AS menghentikan blokade militer terhadap pelabuhan Iran dan bersedia menangguhkan negosiasi terkait uranium.

Trump sebelumnya telah menyatakan bahwa keberadaan uranium yang telah diperkaya milik Iran merupakan alasan utamanya memecah peperangan. Senada dengan Trump, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio juga telah menyatakan penolakan atas kesepakatan apa pun yang mengecualikan program nuklir Iran.

“Kami tidak bisa membiarkan mereka lolos begitu saja,” kata Rubio dalam sebuah wawancara Fox News pada hari Senin. “Kami harus memastikan bahwa setiap kesepakatan yang dibuat, setiap perjanjian yang dibuat, adalah kesepakatan yang secara definitif mencegah mereka untuk bergegas menuju senjata nuklir kapan pun.”

Negosiasi AS-Iran Hadapi Kebuntuan

Seturut AP, situasi yang dihadapi AS-Iran kini berpotensi membuat dua negara yang berkonflik itu terjebak dalam kebuntuan.

Blokade AS terhadap pelabuhan Iran diterapkan Trump menjadi upayanya untuk mencekik ekspor minyak Teheran dan menambah tekanan untuk menyerah. Keputusan ini tampaknya berhasil menekan Iran, Teheran kini disebut berada di tengah kekhawatiran untuk menghentikan produksi minyak seiring penuhnya fasilitas penyimpanan milik mereka.

Di sisi lain, penutupan Selat Hormuz secara efektif telah membuat harga minyak dunia melonjak tajam. Situasi ini disebut menjadi tekanan bagi Trump menjelang pemilihan paruh waktu AS yang penting bagi pemerintahannya.

Tak hanya berdampak pada warga AS, kenaikan harga minyak, pupuk, gas, dan produk petrokimia juga telah menekan sekutu-sekutu AS yang menggunakan Selat Hormuz sebagai jalur utama impor dan ekspor mereka.

Sementara itu, belum jelas bagaimana Trump dan pemerintahannya akan merespons proposal Iran dan situasi meroketnya harga energi jelang pemilu sela. Gedung Putih hingga kini masih menolak berkomentar atas masalah ini.

Di sisi lain, para pejabat Amerika mengatakan keprihatinan atas apa yang mereka sebut sebagai perpecahan di dalam rezim Iran. Para pejabat itu kini mulai tidak yakin siapa yang memegang kuasa untuk mengambil keputusan tertinggi atas kesepakatan dengan AS.

Baca juga artikel terkait KONFLIK AS-IRAN atau tulisan lainnya dari Rizal Amril Yahya

tirto.id - Flash News
Kontributor: Rizal Amril Yahya
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Ilham Choirul Anwar