tirto.id - Tim SAR Gabungan kembali menemukan korban jiwa dalam longsor di Zona 4 TPA Bantargebang, Kota Bekasi, Senin (9/3/2026). Hingga sore ini, total korban meninggal dunia yang berhasil dievakuasi bertambah menjadi enam orang, termasuk pemilik warung dan sopir truk yang tertimbun sampah.
"Data korban meninggal dunia, Enda Widayanti (25) berjenis kelamin perempuan yang merupakan pemilik warung, perempuan bernama Sumine (60) selaku pemilik warung, laki-laki bernama Dedi Sutrisno selaku sopir truk yang merupakan warga Karawang, laki-laki bernama Irwan supriatin selaku sopir truk, Jussova Situmorang, dan Hardianto," sebut Kepala Kantor SAR Jakarta, Desiana Kartika Bahari, dalam keterangan resmi, Senin (9/3/2026).
Dia merinci, pada operasi hari ini terdapat 336 personel yang dikerahkan. Pencarian juga melibatkan K9 dan penggunaan alat berat beko.
Lebih lanjut dia memaparkan, pencarian hari ini dilakukan dengan cara pembukaan akses untuk mencari tanda-tanda adanya korban. Pencarian juga dilakukan dengan menggunakan Drone Thermal untuk penyisiran melalui udara dengan mendeteksi panas tubuh.
"Pukul 12.05 WIB Satu korban berhasil ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan langsung dibawa menuju RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi," ujar dia.
Menurut dia, pada pukul 16.00 WIB, tim gabungan kembali mendapatkan informasi dari tim DVI bahwa korban yang ditemukan teridentifikasi sebagai perempuan bernama Jussova Situmorang (38). Kemudian, pada pukul 16.57 WIB, personel gabungan kembali mendapatkan informasi dari pihak kepolisian bahwa korban atas nama Ato dan Dofir dalam keadaan selamat sudah kembali ke kediamannya masing-masing.
"Pukul 17.50 WIB Tim SAR gabungan kembali menemukan korban yang teridentifikasi bernama Hardianto dalam kondisi meninggal dunia di pinggir kali tertumpuk timbunan sampah. Selanjutnya korban dibawa menuju RS Polri Kramat Jati," ucap dia.
Desiana menuturkan, proses pencarian masih akan dilanjutkan dengan data korban hilang atas nama Riki. Dia pun mengimbau bagi warga yang kehilangan anggotanya segera melapor.
Penulis: Ayu Mumpuni
Editor: Siti Fatimah
Masuk tirto.id


































