tirto.id - Update hasil final Suhandinata Cup 2025 antara Indonesia vs China pada Sabtu (11/10) jadi penentu siapa yang akan jadi juara BWF World Junior Championship 2025. Dalam laga di Guwahati, Assam, ini China mengusung misi balas dendam setelah dalam edisi 2024 jadi runner-up di belakang Indonesia.
Sebelumnya, Indonesia dan China sama-sama tangguh sejak babak penyisihan hingga semifinal. Merah Putih keluar sebagai juara Grup F yang dihuni Filipina, Hong Kong, dan Slovenia. Sementara itu, China mengandaskan Turki, Inggris, Ghana, dan Uganda di Grup D.
Berlanjut ke fase knockout, Indonesia menjatuhkan China Taipei 2-0 di perempat final. Selanjutnya, di semifinal, Merah Putih meredam tuan rumah India 1-2. Sementara itu, laju China juga tidak terbendung. Setelah menggulung Malaysia 2-0, mereka mengeliminasi Jepang 1-2 di semifinal.
Dalam Suhandinata Cup 2025, BWF menerapkan eksperimen unik dengan model 3 x45 poin. Artinya, tim pertama yang mendapatkan kemenangan 2 x 45 angka, merekalah yang akan menang. Skor dapat berupa 2-0 atau 2-1. Dalam setiap gim yang dihitung, akan ada 5 kali duel (match) dengan nilai maksimal 9 untuk tiap-tiap duel, baik itu nomor tunggal maupun nomor ganda.
Update Hasil Final Suhandinata Cup 2025 Indonesia vs China Skor Berapa?
Di gim pertama China vs Indonesia, match pembuka melibatkan pasangan ganda putri (WD) Riska Anggraini/Rinjani Kwinnara Nastine yang bertarung lawan kombinasi Zi Han Cao/Chen Fan Shu Tian. Pasangan China unggul 2-0 lebih dahulu dan tampak bisa menjaga momentum.
Namun, di titik 4-1, Indonesia mulai mengejar jadi 4-3. Berikutnya, Riska/Rinjani bisa menyamakan skor 5-5. Duo China bangkit untuk meraih 3 angka beruntun (8-5) dan tampak bakal menyelesaikan permainan. Nyatanya, Riska/Rinjani bisa membalas dengan 3 poin beruntun pula. Hanya, poin terakhir didapatkan Cao/Chen sehingga China unggul 9-8.
Dengan kondisi tertinggal 9-8 itulah, laga kedua gim 1 dilanjutkan, yaitu partai ganda campuran antara Chen Jun Ting/Zi Han Cao versus Ikhsan Lintang Pramudya/Rinjani Kwinnara Nastine. Partai ini berjalan alot pada awalnya. Bahkan, sempat terjadi skor seimbang di titik 13-13 (4-5). Namun, setelah itu, pasangan China menyabet 4 poin beruntun.
Meskipun Ikhsan/Rinjani mengejar, itu tidak cukup. Pada akhirnya, China merebut 18 angka dari 2 laga awal, sedangkan Indonesia tertahan di titik 15. Dengan kata lain, match kedua dimenangi Chen/Cao 9-7.
Pertarungan tunggal putri (WS) di match 3 awalnya berjalan lebih sengit. Si Ya Liu dan Thalita Ramadhani Wiryawan sama-sama bersaing ketat. Namun, akhirnya Thalita harus terhempas dengan selisih mencolok 9-6. Sementara China sudah mendapatkan 27 angka, Indonesia baru 21. Artinya, ada perbedaan 6 angka yang makin jauh dikejar di 2 match terakhir gim pertama.
Beban itu terlihat ketika Moh. Zakki Ubaidillah takluk 9-6 dari Yang Ming Yu Liu di nomor tunggal putra. Selisih makin lebar jadi 36-27 atau 9 angka. Pada akhirnya, kemenangan China di gim pertama tidak tertahankan lagi. Di nomor ganda putra, Chen Jun Ting/Liu Jun Rong menaklukkan Raihan Daffa Edsell Pramono/Alexius Ongkytama Subagio dengan 9-3 yang membuat skor total 45-30. China tinggal butuh 1 gim lagi untuk juara.
Pada gim kedua, di nomor ganda putri, Riska Anggraini/Rinjani Kwinnara Nastine bisa memenangi partai pembuka lawan Cao/Chen dengan skor 5-9. Ini jadi start apik Merah Putih sekaligus pembalasan atas kekalahan di gim pertama lalu.
Namun, di partai kedua nomor ganda campuran, Chen/Cao bisa mengalahkan Ikhsan/Rinjani yang membuat situasi berubah total. China berbalik memimpin 18-14. Ini diikuti dengan kesuksesan Si Ya Liu menambah 9 poin lagi untuk timnya, di titik 27-23
Di partai keempat, Zaki Ubaidillah mencetak 4 angka beruntun untuk membuat skor imbang secara keseluruhan 27-27. Yang Ming Yu Liu coba bangkit, tetapi tunggal putra Indonesia memaksanya berbagi poin di titik 29-29, 30-30, hingga 31-31.
Hanya saja, perjuangan semakin berat untuk Zaki. Ia harus menyaksikan Liu memberikan angka ke-36 untuk China, sedangkan Indonesia baru 32. Artinya, di partai terakhir gim kedua, Indonesia mesti mencetak 13 poin.
Beban untuk pasangan Raihan Daffa Edsell Pramono/Alexius Ongkytama Subagio tidak terelakkan lagi. Pasalnya, China hanya butuh 9 angka. Semangat pantang menyerah membuat Merah Putih bisa mengejar defisit hingga 40-39. Dengan perbedaan yang cuma 1 angka ini, arah laga bisa bergerak ke mana pun.
Meski China bisa memperpanjang napas, skor 41-41 ujungnya tercipta. Bahkan, kesalahan lawan ketika bola tidak menyeberang net, membuat Indonesia kembali memimpin. Merah Putih meraih set point di titik 43-44. Hanya, China memaksa sudden death dengan 44-44. Namun, pada akhirnya China keluar sebagai pemenang dengan 45-44 dan skor akhir 2-0.
China jadi pemenang final Suhandinata Cup 2025 membayar kontan kekalahan tahun sebelumnya. Sebaliknya, sedangkan Indonesia harus puas sebagai runner-up.
Update terbaru hasil final Suhandinata Cup 2025 tersaji di artikel berikut.
| Set 1: China vs Indonesia 1-0 | ||||
|---|---|---|---|---|
| A1 | WD | Zi Han Cao/Chen Fan Shu Tian | 9-8 (9-8) | Riska Anggraini/Rinjani Kwinnara Nastine |
| A2 | XD | Chen Jun Ting/Zi Han Cao | 9-7 (18-15) | Ikhsan Lintang Pramudya/Rinjan iKwinnaraNastine |
| A3 | WS | Si Ya Liu | 9-6 (27-21) | Thalita Ramadhani Wiryawan |
| A4 | MS | Yang Ming Yu Liu | 9-6 (36-27) | Moh. Zaki Ubaidillah |
| A5 | MD | Chen Jun Ting/Liu Jun Rong | 9-3 (45-30) | Raihan Daffa Edsell Pramono/Alexius Ongkytama Subagio |
| Set 2: China vs Indonesia 2-0 | ||||
| B1 | WD | Zi Han Cao/Chen Fan Shu Tian | 5-9 (5-9) | Riska Anggraini/Rinjani Kwinnara Nastine |
| B2 | XD | Chen Jun Ting/Zi Han Cao | 13-5 (18-14) | Ikhsan Lintang Pramudya/Rinjani KwinnaraNastine |
| B3 | WS | Si Ya Liu | 9-9 (27-23) | Thalita Ramadhani Wiryawan |
| B4 | MS | Yang Ming Yu Liu | 9-8 (36-32) | Moh. Zaki Ubaidillah |
| B5 | MD | Chen Jun Ting/Liu Jun Rong | 9-12 (45-44) | Raihan Daffa Edsell Pramono/Alexius Ongkytama Subagio |
Editor: Iswara N Raditya
Masuk tirto.id































