tirto.id - Pada Kamis (25/6/2026) sekitar pukul 07.30 waktu setempat, terjadi gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,9 dengan episentrum berada di lepas pantai Prefektur Iwate, Jepang. Gempa yang tergolong gempa menengah ini berpusat di wilayah pesisir timur laut Pulau Honshu dengan kedalaman 50 km.
Meskipun gempa sangat kuat, Badan Meteorologi Jepang (JMA) tidak mengeluarkan peringatan tsunami, sehingga ancaman utama berasal dari guncangan darat dan kemungkinan gempa susulan.
Jumlah Korban Gempa Jepang Hari Ini
Hingga beberapa jam setelah kejadian, sedikitnya enam orang dilaporkan mengalami luka-luka. Pemerintah Prefektur Aomori melaporkan lima korban cedera, sedangkan di Prefektur Iwate seorang perempuan berusia 90-an tahun mengalami luka ringan setelah terjatuh saat gempa berlangsung.
Tidak ada laporan korban jiwa maupun kerusakan besar pada fasilitas vital. Pemerintah Jepang juga menyatakan bahwa tidak ditemukan kerusakan pada fasilitas pembangkit listrik tenaga nuklir di wilayah terdampak.
Pemerintah Jepang merespons cepat dengan membentuk satuan tugas khusus di bawah Kantor Perdana Menteri. Perdana Menteri Sanae Takaichi menegaskan bahwa tidak ada ancaman tsunami.
“[Bagi warga di daerah yang terkena dampak] untuk tetap waspada terhadap kemungkinan gempa bumi lain dengan magnitudo serupa," ucap PM Sanae Takaichi dikutip The Japan Times, Kamis (25/6/2026).
Pemerintah Jepang juga menyatakan bahwa tidak ditemukan kerusakan pada fasilitas pembangkit listrik tenaga nuklir di wilayah terdampak, sehingga kekhawatiran mengenai risiko nuklir dapat diredam.
Menteri Pertahanan Shinjiro Koizumi juga memerintahkan Japan Self-Defense Forces untuk melakukan operasi pengintaian udara guna menilai kondisi wilayah terdampak dan memastikan tidak ada kerusakan besar yang belum terdeteksi dari darat.
Meski tidak ada laporan kerusakan fasilitas vital, gempa Jepang hari ini menimbulkan gangguan signifikan terhadap sistem transportasi.
Jalur kereta cepat Tohoku Shinkansen sempat menghentikan seluruh operasinya untuk pemeriksaan keselamatan segera setelah gempa terjadi.
Sebagian besar layanan berhasil dipulihkan pada siang hari sekitar pukul 13.00, namun sejumlah jalur kereta lokal di Prefektur Aomori dan Iwate masih ditangguhkan tanpa kepastian kapan dapat kembali beroperasi.

Wilayah Terdampak Gempa Jepang
Data yang ditampilkan di laman resmi JMA mengurai beberapa daerah yang paling terdampak gempa Jepang hari ini, antara lain:
1. Prefektur Aomori (dampak paling parah)
Intensitas 6+: Kota Hashikami
Intensitas 6-: Kota Hachinohe
Intensitas 5+: Kota Sannohe
Intensitas 5-: Kota Misawa, Kota Noheji, Kota Rokunohe, Kota Tohoku, Kota Oirase, Kota Gonohe, dan Kota Nanbu
2. Prefektur Iwate
Intensitas 5+: Desa Fudai, Kota Morioka, Kota Ninohe, Kota Hachimantai, dan Kota Karumai
Intensitas 5-: Kota Kuji, Desa Noda, Kota Hirono, Kota Takizawa, Kota Kuzumaki, Kota Iwate, Kota Shiwa, Kota Yahaba, dan Kota Ichinohe
3. Prefektur Miyagi
Intensitas 5-: Kota Tome
Intensitas 4: Kota Kesennuma, Kota Kurihara, Kota Osaki, Kota Ishinomaki, Kota Higashimatsushima, dan beberapa kota lainnya.
4. Prefektur Hokkaido (bagian selatan)
Intensitas 4: Desa Shinshinotsu, Kota Chitose, Kota Hakodate, Kota Obihiro, dan beberapa kota lainnya.
5. Prefektur Akita
Intensitas 4: Kota Mitane, Kota Ikawa, Kota Yurihonjo, Kota Odate, Kota Kazuno, Kota Kitaakita, Kota Yokote, Kota Yuzawa, Kota Daisen, dan Kota Ugo.
6. Prefektur Yamagata
Intensitas 4: Kota Murayama dan Kota Nakayama.
7. Prefektur Fukushima
Intensitas maksimum 3 di Kota Fukushima, Kota Koriyama, Kota Iwaki, Kota Soma, Kota Minamisoma, dan sejumlah wilayah lainnya.
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra
Masuk tirto.id


































