Menuju konten utama

Update Banjir Texas: Korban Tewas dan Hilang Capai Ratusan

Update terkini jumlah korban banjir bandang Texas yang terjadi pada akhir pekan lalu (4/7/2025). Ratusan orang meninggal dan masih dalam pencarian.

Update Banjir Texas: Korban Tewas dan Hilang Capai Ratusan
Pemandangan drone kendaraan yang sebagian terendam air banjir setelah hujan deras yang mengakibatkan banjir bandang di sepanjang Sungai Concho di San Angelo, Texas, AS, 4 Juni 2025, dalam tangkapan layar yang diperoleh dari video media sosial. (Patrick Keely via REUTERS)

tirto.id - Banjir bandang melanda Texas, Amerika Serikat pada akhir pekan lalu, yakni tanggal 4 Juli 2025. Banyak korban ditemukan tewas dan lainnya dinyatakan hilang hingga hari ini (10/7/2025).

Ratusan tim penyelamat telah dikerahkan untuk mengevakuasi korban selamat dari bencana tersebut. Sementara penyelamatan dan pencarian masih dilakukan, masyarakat setempat perlahan kembali ke rumah masing-masing untuk meninjau kerusakan akibat banjir bandang yang dahsyat.

Setelah lima hari kejadian, pencarian tetap dilakukan di daerah yang mungkin dikunjungi saat sedang berlibur atau ramai pada liburan musim panas. Kru menyebar dengan perahu udara, helikopter, dan menunggang kuda.

Mereka juga menggunakan ekskavator, menelusuri lapisan demi lapisan, dengan anjing pelacak mengendus setiap tanda tubuh yang terkubur. Tidak hanya itu, mereka juga mencari di pohon-pohon dan gundukan di bawah kaki mereka. Lebih dari 2.000 sukarelawan telah menawarkan diri untuk membantu di Kerr County.

Apa Penyebab Utama Banjir Bandang Texas?

Peristiwa mencekam banjir bandang di Texas ini terjadi pada Kamis malam hingga Jumat dini hari waktu setempat. Kala itu hujan turun dengan deras yang membuat Sungai Guadalupe meluap.

Hanya dalam waktu dua jam, ketinggian air sungai mencapai lebih dari 11,8 meter. Ketinggian itu melampaui banjir besar di wilayah itu pada tahun 1987.

Dikutip AP News(10/7/2025), Ahli meteorologi di Yale Climate Connection, Bob Henson, mengatakan bahwa banjir ini merupakan banjir daratan paling mematikan di AS sejak 1976 ketika Big Thompson Canyon di Colorado banjir yang menewaskan 144 orang.

Banjir bandang dengan banyaknya jumlah korban ini terjadi bukan hanya sebagai bencana alam yang datang tiba-tiba. Sebagian warga mengeluhkan peringatan darurat yang dikirimkan terlambat dan menyebabkan tidak cukup waktu untuk mempersiapkan diri.

Sebelumnya, petugas tanggap darurat pertama meminta agar sistem peringatan massal di Kerr County, wilayah paling terdampak banjir, diaktifkan pada Jumat pagi. Sistem peringatan itu mengirimkan pesan teks dan menyampaikan pesan telepon darurat yang telah direkam sebelumnya kepada beberapa orang di area tersebut.

Namun, dikutip dari The Guardian (9/7/2025), menurut laporan dari Texas Public Radio (TPR) berdasarkan transmisi radio darurat yang mereka tinjau, petugas operator menunda permintaan dari petugas itu pada pukul 4.22 pagi (4/7/2025) dengan alasan mereka memerlukan otorisasi khusus.

Beberapa warga menerima peringatan banjir dalam waktu satu jam. Sedangkan, yang lain mengatakan pada TPR bahwa mereka tidak menerima peringatan hingga pukul 10 pagi, hampir enam jam setelah permintaan petugas tanggap darurat.

Artinya, terdapat inkonsistensi terkait tanggapan pejabat setempat. Hakim Kerr County, dalam konferensi pers pertamanya pada 4 Juli setelah banjir, menyatakan bahwa daerah tersebut tidak memiliki sistem peringatan darurat.

Setelah terjadi bencana yang menimbulkan banyak korban jiwa, Gubernur Texas, Greg Abbott, meminta anggota parlemen untuk memberikan bantuan keuangan bagi upaya tanggap darurat dan pemulihan pascabadai.

"Kita harus memastikan persiapan yang lebih baik untuk kejadian seperti itu di masa mendatang," kata Abbott dalam sebuah pernyataan, dikutip AP News (10/7/2025).

Ternyata, sebelumnya para pemimpin lokal telah berbicara selama bertahun-tahun tentang perlunya sistem peringatan banjir. Namun, kekhawatiran tentang biaya dan kebisingan menyebabkan hilangnya kesempatan untuk memasang sirene.

Berapa Jumlah Korban Banjir Bandang Texas Terkini?

Korban tewas akibat banjir Bandang Texas dilaporkan terus meningkat. Berdasarkan laporan dari AP News (10/7/2025), per hari Rabu kemarin (9/7) lebih dari 160 orang diyakini masih hilang dan 118 orang dinyatakan meninggal.

Wilayah paling parah terdampak banjir ini adalah Kerr County. Kerr County mencatat 95 kematian akibat banjir, termasuk 59 orang dewasa dan 36 anak-anak. 14 orang dewasa dan 13 anak-anak belum teridentifikasi, demikian pernyataan Kantor Sheriff Kerr County di Facebook seperti dilansir Anadolu.

Saat banjir meladan, di Kerr Country tengah diadakan Camp Mystic. Itu merupakan perkemahan khusus perempuan Kristen. Perkemahan itu paling terdampak parah oleh banjir.

Sebanyak lima peserta perkemahan dan satu konselor masih dinyatakan hilang dan belum ditemukan. Sebelumnya pada Senin, perkemahan musim panas itu menyatakan bahwa 27 peserta dan pembina tewas dalam bencana itu.

Dilaporkan hingga Rabu kemarin, tim menggunakan backhoe dan tangan kosong untuk menggali tumpukan puing yang membentang bermil-mil di sepanjang Sungai Guadalupe dalam pencarian orang hilang.

"Kami tidak akan berhenti sampai setiap orang hilang ditemukan," kata Gubernur Greg Abbott pada Selasa. "Ketahuilah ini juga: Kemungkinan besar akan ada lebih banyak lagi yang ditambahkan ke daftar itu."

Baca juga artikel terkait INTERNASIONAL atau tulisan lainnya dari Umu Hana Amini

tirto.id - Aktual dan Tren
Kontributor: Umu Hana Amini
Penulis: Umu Hana Amini
Editor: Elisabet Murni P