tirto.id - Underpass Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, kembali beroperasi normal setelah sempat terendam banjir pada Minggu (8/3/2026) pagi.
Berdasarkan pantauan reporter Tirto di lokasi pada Minggu sore sekitar pukul 15.30 WIB, kendaraan roda dua maupun roda empat sudah dapat melintasi underpass tersebut dan arus lalu lintas terpantau lancar.
Salah satu petugas kepolisian lalu lintas yang berjaga di sekitar lokasi menyebutkan underpass telah dibuka kembali sejak siang hari.
“Sudah dibuka dan bisa dilalui kendaraan sejak siang, lalu lintas kendaraan terpantau ramai lancar,” ujarnya.
Underpass Mampang Prapatan sempat lumpuh akibat genangan banjir. Sugino, petugas keamanan ruko di sekitar lokasi, mengatakan sejak pagi hingga siang hari petugas pemadam kebakaran dikerahkan untuk membantu menyedot air yang menggenangi underpass.
Menurut dia, genangan air mulai surut sekitar pukul 13.30 WIB.
“Tadi sudah ada petugas pemadam kebakaran dengan mobilnya membantu menyedot air. Air mulai surut sekitar jam setengah dua siang,” kata Sugino.
Ia menjelaskan hujan dengan intensitas tinggi terjadi sejak Sabtu malam hingga Minggu dini hari. Curah hujan yang lebat dan berlangsung cukup lama menyebabkan underpass tersebut tergenang. Meski demikian, ia mengaku kejadian tersebut merupakan banjir pertama yang dilihatnya di lokasi itu selama beberapa tahun terakhir.
“Sejak malam sampai subuh hujannya deras dan tidak berhenti. Tadi pagi sempat ada mobil yang terjebak juga. Selama saya di sini, baru sekali melihat Underpass Mampang banjir,” kata Sugiono.
Sementara itu, banjir juga dilaporkan terjadi di sejumlah titik di Jakarta pada hari yang sama. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat sebanyak 147 rukun tetangga (RT) dan 19 ruas jalan tergenang hingga Minggu (8/3/2026).
Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Isnawa Adji, mengatakan data tersebut merupakan laporan hingga pukul 11.00 WIB. Menurutnya, banjir disebabkan hujan deras yang mengguyur wilayah ibu kota sejak Sabtu (7/3/2026).
“Hujan deras yang melanda wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya pada Sabtu, 7 Maret 2026 hingga Minggu, 8 Maret 2026 menyebabkan terjadinya genangan di sejumlah wilayah DKI Jakarta. BPBD mencatat saat ini terdapat 147 RT dan 19 jalan tergenang,” kata Isnawa dalam keterangan tertulis.
Berdasarkan data BPBD DKI Jakarta, salah satu wilayah yang terdampak adalah satu RT di Kelurahan Pela Mampang dengan ketinggian air mencapai 170 sentimeter. Genangan tersebut dipicu oleh curah hujan tinggi serta luapan Kali Mampang.
Penulis: Alfitra Akbar
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama
Masuk tirto.id





























