Menuju konten utama

TurunTangan Festival 2025 Jadi Pusat Inspirasi Relawan

Festival ini menghadirkan ratusan relawan, 30 organisasi, dan 50 mitra strategis, memperkuat gerakan sosial serta mendorong aksi berdampak di Indonesia.

TurunTangan Festival 2025 Jadi Pusat Inspirasi Relawan
TurunTangan Festival 2025. Foto/ Merlina Aryanti

tirto.id - Gerakan TurunTangan bersama Dompet Dhuafa Volunteer resmi menggelar TurunTangan Festival 2025, sebuah agenda kolaboratif yang menghadirkan ruang edukasi, pameran karya, dan aksi nyata bagi relawan muda di tanah air.

Festival yang berlangsung di Taman Ismail Marzuki tersebut menjadi momentum untuk merayakan International Volunteer Day sekaligus mengajak generasi muda memperkuat gerakan kerelawanan di Indonesia.

Ketua Pengurus Yayasan Dompet Dhuafa, Ahmad Juwaimi, menegaskan bahwa semangat relawan merupakan energi utama yang mendorong lahirnya berbagai program kemanusiaan.

“Dompet Dhuafa lahir dari semangat volunteer. Dulu kami menggunakan apa yang kami punya untuk membantu orang. Ketika tidak cukup, kami mengajak masyarakat ikut bergerak. Hari ini, semangat itu tetap sama, kami semakin membutuhkan orang-orang yang peduli,” ujarnya, di Jakarta, Minggu (7/12/2025).

Dalam festival ini, ratusan anak muda dari berbagai komunitas hadir merayakan kemenangan kecil gerakan sosial melalui pameran karya, talkshow, Indonesian Volunteering Outlook, performance art, dan temu kolaborasi multisektor.

TurunTangan Festival juga melibatkan lebih dari 30 organisasi kerelawanan, 50 mitra strategis, serta ratusan partisipan dari 111 TurunTangan Daerah di seluruh Indonesia.

Menurut Ahmad Juwaimi, kebutuhan relawan kini tidak hanya pada jumlah, tetapi juga kualitas. Ia menekankan perlunya relawan yang kreatif, inovatif, dan mampu menghadirkan solusi berbeda dalam penanganan isu sosial dan bencana.

“Memberi makanan atau layanan kesehatan itu penting, tapi itu standar. Kita butuh relawan yang melihat masalah dan menghadirkan cara baru. Inovasi itu yang akan membuat dampak lebih besar,” tegasnya.

Semangat keberdayaan juga menjadi pesan penting yang disampaikan Dompet Dhuafa. Ahmad Juwaimi menjelaskan bahwa pendampingan di daerah bencana harus melibatkan warga terdampak agar tetap mandiri.

“Jangan berasumsi mereka tidak berdaya. Justru kita bangkitkan semangat mandiri dan volunterism di tengah keterbatasan,” tuturnya.

Dompet Dhuafa saat ini memiliki 19.000 relawan terdaftar yang tersebar di 24 provinsi dan 4 negara: Hong Kong, Jepang, Australia, dan Amerika.

“Ini bukti bahwa gerakan kerelawanan tidak punya batas negara. Di manapun, relawan adalah kekuatan utama,” tambahnya.

Melalui TurunTangan Festival 2025, Dompet Dhuafa dan TurunTangan berharap semakin banyak anak muda terpanggil untuk bergabung, termasuk dalam respon bencana yang tengah berlangsung di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

“Kalau ada yang ingin terlibat, silakan daftar di website Dompet Dhuafa Volunteer. Kami selalu membuka pintu bagi siapa pun yang siap bergerak,” katanya.

Festival ini menjadi ruang temu penting antara pemerintah, akademisi, komunitas, media, dan korporasi melalui Pitch Dating with CSR, yang memberi peluang kolaborasi proyek sosial jangka panjang.

Dengan pendekatan inklusif, acara ini diharapkan melahirkan generasi pemimpin baru dengan rekam jejak kontribusi nyata di masyarakat.

“Gerakan ini bukan hanya event. Ini orkestrasi kepedulian—lukisan terindah dalam kerja kemanusiaan yang mengisi hati kita,” tutup Ahmad Juwaimi.

Baca juga artikel terkait RELAWAN atau tulisan lainnya dari Merlina Aryanti

tirto.id - Aktual dan Tren
Penulis: Merlina Aryanti
Editor: Nuran Wibisono