Menuju konten utama

Tito Dampingi Prabowo Rayakan Idulfitri di Aceh Tamiang

Presiden Prabowo didampingi Tito Karnavian rayakan Idulfitri di Aceh Tamiang bersama warga terdampak bencana untuk memastikan pemulihan dan bantuan optimal

Tito Dampingi Prabowo Rayakan Idulfitri di Aceh Tamiang
Presiden Prabowo saat tiba di Aceh Tamiang pada Sabtu (21/3/20206) pagi. (FOTO/dok.Kemendagri)
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera, Muhammad Tito Karnavian, mendampingi Presiden Prabowo Subianto dalam kunjungan kerja sekaligus perayaan Hari Raya Idulfitri 1447 H/2026 bersama masyarakat terdampak bencana di Aceh Tamiang, Aceh.

Presiden Prabowo tiba di Aceh Tamiang pada Sabtu (21/3/20206) pagi. Kedatangannya disambut oleh Tito bersama Gubernur Aceh Muzakit Manaf di Batalyon Infateri Raider Khusus 111/Karma Bhakti.

Sejumlah pejabat turut mendampingi Presiden dalam kunjungan tersebut, di antaranya Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Kapolri Jenderal (Pol) Listyo Sigit Prabowo, serta Kepala Staf TNI AD Jenderal Maruli Simanjuntak. Sebelumnya, Presiden Prabowo juga merayakan malam takbiran bersama masyarakat Sumatera Utara.

Kehadiran pemerintah pusat secara langsung ini merupakan bagian dari upaya memstikan masyarakat terdampak bencana dapat merayakan Lebaran dalam kondisi yang semakin pulih dan membaik.

Kunjungan tersebut juga melanjutkan perhatian Presiden terhadap masyarakat Aceh, salah satunya melalui penyaluran bantuan sebesar Rp72,75 miliar untuk mendukung tradisi Meugang. Bantuan ini digunakan untuk pengadaan sapi yang kemudian didistribusikan ke 19 kabupaten/kota, termasuk wilayah terdampak bencana.

Melalui skema tersebut, sebanyak 3.042 desa di Aceh memperoleh alokasi bantuan, masing-masing desa menerima sekitar Rp50 juta untuk pembelian sapi. Bantuan ini tidak hanya bertujuan untuk menjaga keberlangsungan tradisi Meugang, tapi juga membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pangan menjelang Lebaran sekaligus mendorong perputaran ekonomi lokal.

“Intinya adalah 3.042 desa, warganya harus mendapatkan bagian daging sapi,” ujar Tito sebelumnya.

Tito menegaskan bahwa kebijakan bantuan pemerintah tidak hanya berorientasi pada aspek kemanusiaan, tapi juga dirancang untuk mempercepat pemulihan ekonomi daerah. Ia menilai, bantuan yang disalurkan langsung kepada masyarakat akan meningkatkan daya beli dan menghidupkan kembali aktivitas ekonomi lokal, terutama di wilayah terdampak bencana.

“Kalau masyarakat punya daya beli, mereka akan belanja. Dari situ ekonomi bergerak, pasar hidup kembali, dan pertumbuhan ekonomi bisa pulih,” ujarnya.

Dengan kombinasi bantuan sosial, dukungan tradisi lokal seperti Meugang, serta percepatan pembangunan hunian, Pemerintah berharap masyarakat terdampak bencana dapat merayakan Idulfitri dengan kondisi yang lebih baik, baik secara sosial maupun ekonomi.

Kehadiran Presiden bersama jajaran pemerintah pusat di Aceh Tamiang juga diharapkan mampu memperkuat semangat masyarakat sekaligus memastikan seluruh program pemulihan berjalan tepat sasaran dan tepat waktu.

(INFO KINI)

Penulis: Tim Media Servis