Menuju konten utama
Liputan Haji 2026

Tips Hadapi Cuaca Ekstrem di Makkah bagi Jemaah Haji Indonesia

Jemaah haji Indonesia bisa melakukan sejumlah cara agar tidak terkena heatstroke saat beribadah haji, salah satunya selalu melembabkan masker dengan air.

Tips Hadapi Cuaca Ekstrem di Makkah bagi Jemaah Haji Indonesia
Jemaah haji Indonesia sedang jalan kaki menuju Masjidil Haram usai turun dari bus shalawat di Terminal Ajyad, Makkah, Rabu (6/5/2026). Kredit foto: Abdul Aziz/Media Center Haji (MCH) 2026
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Cuaca di Makkah saat siang hari selama seminggu terakhir selalu menyentuh 40 derajat celcius. Hal ini tidak lepas dari musim haji 2026 yang bertepatan dengan masuknya siklus musim panas di Timur Tengah, bahkan pada Senin, 3 Mei 2026, cuaca mencapai 43 derajat celcius.

Menghadapi cuaca ekstrem tersebut, dr. Spesialis Paru, Dessy Mizarti Zailirin, memberikan sejumlah tips agar jemaah haji tidak dehidrasi bahkan bisa heatstroke, apalagi saat puncak haji nanti diperkirakan mencapai 55 derajat celcius.

"Kami menyarankan pada jemaah untuk menjaga kesehatannya, terutama dengan menggunakan masker," kata Dessy saat ditemui Tim Media Center Haji (MCH) di Sektor 10 wilayah Aziziyah.

Dessy menyarankan agar maskernya selalu dilembabkan. Misalnya disemprot air zam-zam atau air biasa menggunakan spray agar maskernya lembab.

Sementara itu, bagi jemaah yang merokok, Dessy menyarankan agar mengurangi, syukur-syukur berhenti sementara. "Jadi jangan sampai nanti timbul keluhan-keluhan batuk yang akan menyebabkan sesak napas," kata dia menyarankan.

Jemaah juga disarankan untuk meminum air putih yang cukup, jangan menunggu haus. Dessy mengimbau agar air putih yang dikonsumsi dicampur oralit.

"Oralitnya dimasukkan ke dalam air dan diminum sedikit-sedikit, tapi sering dan jangan sampai menunggu haus baru minum," kata Dessy.

Selain itu, jemaah juga disarankan pakai pelembab agar kulit tidak kering, apalagi pecah-pecah. "Tipis-tipis saja, tapi sering," kata Dessy.

Saran senada diungkapkan Kepala Seksi PKP2JH, Lansia dan Disabilitas, Daker Makkah PPIH Arab Saudi, Mayor CKM. dr. Ridwan Siswanto. Ia bilang, banyak jemaah haji Indonesia yang menahan minum air karena khawatir beser. Namun demikian, Ridwan tetap mengimbau agar jemaah tetap harus sering-sering minum air putih agar terhindar dehidrasi.

"Sering minum itu kan berkala, mungkin setiap 5 menit minum 2 teguk, 5 menit minum 2 teguk, gitu," kata Ridwan memberkati saran.

Hal tersebut penting diingatkan, kata Ridwan, agar kecukupan cairan dalam tubuhnya itu terjaga. Apabila tidak terjaga, maka dehidrasi. Padahal, kalau jemaah sampai dehidrasi, itu dampaknya cukup banyak, misalnya cepat letih dan kurang fokus. Akibatnya, jemaah juga tidak bisa beribadah dengan khusyuk.

"Kemudian bisa yang terparahnya sampai heatstroke. Karena apa? Udah kita kurang minum, cuaca panas, kelelahan, nah itu semua faktor risiko," kata Ridwan.

Ridwan menekankan risiko lebih tinggi apabila diikuti kurang tidur. Semua ini, kata Ridwan, adalah faktor risiko dari heatstroke. Biasanya, jemaah haji Indonesia begitu sampai di Makkah atau Madinah, langsung tancap gas beribadah sehingga kurang tidur.

Baca juga artikel terkait HAJI 2026 atau tulisan lainnya dari Abdul Aziz

tirto.id - Flash News
Reporter: Abdul Aziz
Penulis: Abdul Aziz
Editor: Andrian Pratama Taher